09:00 . Satgas Covid-19 Monitoring Strain Virus Baru   |   08:00 . Makin Pedas, Harga Cabai Rawit Tembus Rp105 Ribu Perkilogram   |   07:00 . 30 Persen Anak Muda Disebut Alami Kecanduan Smartphone, Ini Saran Pakar   |   21:00 . Razia Kamar Kos, Dua Pasangan Diamankan, Satu Diantaranya Masih Pelajar   |   20:00 . Dinsos Tiadakan Pemberian Santunan Korban Covid-19 Meninggal Dunia   |   19:00 . Personil Binamulia Bantu Masyarakat Terdampak Bencana Banjir   |   18:00 . Asiknya Mancing di Embung Ngraden Kecamatan Padangan   |   17:00 . NU Sebut Vaksin Ikhtiar untuk Sehat   |   16:00 . Uang Nasabah BRI yang Sempat Hilang Telah Dikembalikan   |   15:00 . Warga Deling Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Teras Rumah   |   14:00 . Farida Hidayati Serahkan Hibah 20 Mesin Jahit dan 2 Laptop Pada Pelatihan DPD LDII   |   13:00 . Desa dan Masyarakat Menjadi Garda Terdepan dalam Pencegahan Terorisme   |   12:00 . Jalan Menuju Dusun Bangkle yang Belum Teraliri Listrik Memprihatinkan   |   11:00 . Peningkatan Zona Kuning Harus Memotivasi Daerah Masuk Zona Hijau   |   10:00 . Integrasi Data Pusat - Daerah Akan Meningkatkan Kualitas Keakuratan   |  
Fri, 05 March 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Idul Fitri 1441 Hijriah

Tradisi Memasak Lontong Ketupat Opor Ayam Hingga Munjung

blokbojonegoro.com | Sunday, 24 May 2020 15:00

Tradisi Memasak Lontong Ketupat Opor Ayam Hingga Munjung

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah yang jatuh pada hari Minggu, (23/05/2020) dimeriahkan oleh Umat Muslim sebagai hari kemenangan setelah berperang melawan lapar, haus dan hawa nafsu selama satu bulan berpuasa.

Momentum Idul Fitri nampak kurang afdhol jika tidak ada tradisi memasak opor ayam lengkap beserta sajian lontong dan ketupat bersama anggota keluarga, sebab hal tersebut sudah rutin dilakukan usai melangsungkan ibadah sunnah muakad idul fitri/salat ied.

Menurut pengakuan Reny Dhesi, warga Kelurahan Klangon,Bojonegoro, yang juga turut memeriahkan tradisi memasak lontong dan ketupat, mengatakan, bahwa tradisi ini sudah menjadi rutinan ketika idul fitri sejak dahulu. Rasanya kurang lengkap jika tidak ada sajian lontong dan ketupat di atas meja.

"Rasanya kurang lengkap jika tidak ada sajian opor ayam lengkap lontong dan ketupat di atas meja. Karena memang tradisi ini sudah rutin ada setiap moment idul fitri sejak dahulu," ungkap

Senada dengan Yuvita, dirinya juga berujar tradisi memasak opor dan lontong, ketupat beserta sayur merupakan sebuah tradisi turun menurun ketika perayaan idul fitri.

Tak ayal terkadang opor ayam serta lontong yang disajikan dalam porsi besar, sebab selain dihidangkan untuk keluarga. Nyatanya sajian makanan khas lebaran ini juga diantar di rumah sanak keluarga yang lain, atau istilah jawanya ater-ater. Namun beberapa daerah menyebutnya rantang lebaran hingga munjung.

"Sudah tradisi, setiap usai solat ied tentunya ada hidangan opor ayam untuk keluarga. Terkadang juga diantara di sanak keluarga sebagai bingkisan," imbuh Yuvita

Yuvita juga berharap, nanti tradisi ini akan terus berkembang turun temurun di tengah Masyarakat. Terlebih tradisi ini merupakan bentuk kebersamaan keluarga serta rasa syukur atas nikmat yang diperoleh. [liz/ito]

 

Tag : Tradisi, lebaran, kuliner, Bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat