20:00 . Grebek Pasangan Mesum, Satpol Temukan Alat Kontrasepsi Bekas Pakai   |   19:30 . Banjir Bandang Terjang 4 Desa di Gondang   |   19:00 . TMMD Perkuat Sinergitas Personel TNI dengan Masyarakat   |   18:00 . Reses, Farida Hidayati Sampaikan Kerawanan Pinjam Online   |   17:00 . Sinergitas Pelajar Putri Nahdlatul Ulama dalam Menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045   |   16:00 . PC Fatayat NU Bojonegoro Ikuti Vaksinasi   |   15:00 . Wagub Emil Didampingi Bupati Anna Tinjau Lokasi TMMD di Desa Ngrancang   |   14:00 . Di Tangan Totok, Bonsai Endemik Bojonegoro Jadi Indah dan Berharga Fantatis   |   13:00 . Bupati Bojonegoro: TMMD Mampu Mempercepat Pembangunan di Daerah Terisolir   |   12:00 . Wakil Gubernur Hadiri Pembukaan TMMD di Bojonegoro   |   10:00 . Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi Membangkitkan Pariwisata Indonesia   |   09:00 . Angka Kesembuhan Nasional Semakin Bertambah Mencapai 1.151.915 Orang   |   08:00 . 17 Hari Bebas COVID-19, Doni Monardo Donor Plasma Konvalesen   |   07:00 . Kaki Sulit Diangkat, Waspadai Gejala Diabetes   |   06:00 . 457 Pasien di Jatim Sembuh, Kasus Baru Bertambah 341 Orang   |  
Wed, 03 March 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tips buat yang Mulai Tertarik Berkebun di Rumah demi Ketahanan Pangan

blokbojonegoro.com | Saturday, 06 June 2020 07:00

Tips buat yang Mulai Tertarik Berkebun di Rumah demi Ketahanan Pangan

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Belakangan ini, banyak orang yang mulai berkebun di rumah meski dengan lahan seadanya. Tujuannya beragam, mulai dari melanjutkan hobi yang sempat tertunda, cara untuk melepas rasa bosan dan stres, sampai menanam sayuran yang memang akan dikonsumsi.

Kalau Anda juga tengah tertarik, maka lakukanlah, Moms. Menurut Ketua Umum Pergizi Pangan, Prof Dr Hardinsyah, bercocok tanam atau berkebun memang bisa menjadi alternatif bila ingin menjaga ketahanan pangan di rumah.

"Bercocok tanam di pekarangan rumah relatif mudah dilakukan. Mau tidak mau tentu mengoptimalkan sumber daya seperti pagar, halaman, air, tanah, pot, juga hidroponik," ujar Prof Dr Hardinsyah saat dihubungi kumparanMOM, Selasa (2/6).

Lebih lanjut Prof Dr Hardinsyah menyebut, bercocok tanam biasanya dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di desa. Namun, di zaman seperti sekarang apalagi di tengah pandemi virus corona, masyarakat kota pun mulai tergerak pula.

Kabar baiknya, berkebun dengan bertujuan menjaga ketahanan pangan keluarga ini tidak memiliki standar apa yang harus Anda tanam kok, Moms. Itu semua tergantung dari kemampuan dan minat dari masing-masing individu. Terlebih juga, perlu disesuaikan dengan lahan yang dimiliki.

Misalnya di lahan yang relatif sempit, Anda bisa mulai dengan microgreens, yaitu menanam sayuran yang dapat dipanen pada saat usianya masih muda. Yakni  7-14 hari saja.  Lalu ada sistem tanam hidroponik pakai pipa air yang ditempel di pagar, sistem aeroponik, lalu menanam di pot gantung, dan sebagainya.

Nah, sudahkah Anda mendapat inspirasi ingin mulai menanam apa dalam waktu dekat?

Namun bila yang terjadi sebaliknya, yakni jika teman-teman Anda sudah banyak yang melakukan tapi Anda sendiri sebetulnya kurang berminat, maka juga tak masalah kok, Moms! Yang terpenting adalah kemampuan Anda dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga dengan cara Anda sendiri.

"Ketahanan pangan keluarga itu, kan, kondisi cukupnya pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Ditentukan oleh kemampuan keluarga membeli pangan dan atau memperoleh pangan dari pekarangannya. Kalau di kota sangat tergantung dari pendapatannya. Kalau di desa tergantung apa yang ditanam dan dipelihara. Sekarang tinggal kesanggupannya saja," tutupnya.

*Sumber: kumparan.com

Tag : pendidikan, kesehatan, rumah, tanaman, bertanam


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat