09:00 . Inilah Warga yang Dapat Penghargaan di HJB 343 Termasuk Nakes Pencegahan Covid   |   08:00 . 307 Pasien di Jatim Sembuh, Kasus Baru Tambah 300 Orang   |   07:00 . Kebiasaan Pegang Ponsel yang Memicu Nyeri Leher   |   06:00 . Digelar Berbeda Upcara Hari Jadi Bojonegoro Tetap Patuhi Protokol Kesehatan   |   05:00 . Alhamdulillah, Hasil Testing 86% Negatif Covid 19   |   04:00 . 4 Orang Sembuh, 7 Baru dan 1 Orang Dinyatakan Meninggal   |   20:00 . KPK RI Enggan Berkomentar Terkait Gugatan PI Blok Cepu   |   19:00 . Rapikan Administrasi, Askab PSSI Manfaatkan Teknologi   |   18:30 . Isolasi di Rumah   |   18:00 . Alumni Stikes Rajekwesi Jadi Tenaga Kesehatan di Luar Negeri   |   17:30 . 3 Wajib Lawan Covid   |   17:00 . Hadir di Ruang Sidang PN, Pengunjung Harus Patuhi Prokes   |   16:00 . Semua Menolak Replik Jawaban Tergugat   |   15:00 . Upacara HJB Ke-343 Dilaksanakan dengan Protokol Kesehatan   |   14:00 . 15 Orang Menerima Penghargaan dari Bupati Bojonegoro   |  
Wed, 21 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 16 June 2020 12:00

#TokohBojonegoro (5)

Marsekal (Purn) Soekardi Penerbang yang Mencetuskan Call Sign Jupiter TNI AU

Marsekal (Purn) Soekardi Penerbang yang Mencetuskan Call Sign Jupiter TNI AU

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Siapa yang menyangka, Call Sign Jupiter yang diperuntukkan Instruktur Penerbang (IP) TNI AU, idenya dicetuskan oleh putra daerah Bojonegoro, yakni Marsekal (Purn) Soekardi pada saat dirinya masih menjadi Kapten Udara (Pnb).

Jupiter dalam lingkungan penerbang TNI AU, merupakan kata yang bergengsi. Sebab, tak sembarang orang menggunakan nama tersebut, hanya Instruktur Penerbang (IP) saja yang menyandang nama itu. Seperti halnya, tim aerobatik TNI AU yang hingga saat ini menggunakan nama Jupiter Aerobatic Tim (JAT). Call Sign khusus hanya dimiliki oleh penerbang TNI AU yang pernah menjadi IP di Sekolah Penerbang.

[Baca juga: Letjen TNI Sayidiman Suryohadiprodjo dan Deretan Pengalaman serta Prestasinya ]

Berdasarkan data yang diolah blokBojonegoro.com dari berbagai sumber, awal mula mencetuskan nama Call Sign Jupiter, Soekardi saat masih Pnb, bersama rekannya perjalanan dari mess IP di dekat Museum Kridosono menuju Landasan Udara (Lanud) Adisucipto Yogyakarta.

Alasan menggunakan nama Jupiter, menurut Soekardi karena dalam legenda Yunani kuno, Jupiter adalah Dewa Lazuardi atau Dewa Langit yang bisa berubah wujud menjadi Lucetius. Yakni pembawa sinar penerbang, atau juga bisa menjadi Elicius yang membawa kesejukan.

Bagi pria kelahiran Bojonegoro, 30 Desember 1931 itu, taruna penerbang merupakan prajurit muda yang memerlukan ilmu dan pengetahuan. Dewa Jupiter akan mampu memberikan air atau kesejukan serta sinar penerang bagi prajurit muda.

Kemudian, nama Jupiter disampaikan kepada Mayor Pnb Agustinus Andoko yang merupakan Komandan Wingdik 001, serta instruktur senior Kapten Pnb Sutopo dan Kapten Pnb Sudarman. Nama tersebut disetujui. Bahkan, Mayor Pnb Agustinus Andoko memerintahkan agar call sign Jupiter digunakan pada akhir Oktober 1960 sesuai urutan senioritas para IP.

Sebelum adanya Call Sign Jupiter, call sign di lingkungan Sekolah Penerbangan memakai nomor pesawat yang disambung dengan nama IP. Hal itu, dianggap tidak praktis dan membuang waktu jika harus melakukan panggilan di udara.

Call Sign Jupiter, dinilai praktis sekaligus mempunyai ciri khusus. Soekardi saat itu mendapat Call Sign Jupiter 14, dan sejak tahun 1960 itu, Call Sign Jupiter diberikan kepada perwira penerbang TNI AU hingga saat ini.

Soekardi merupakan putra pasangan Prawirodiredjo dengan Saodah. Riwayat pendidikannya, menyelesaikan pendidikan sekolah dasar tahun 1943, melanjutkan pendidikan di sekolah menengah pertama yang diselesaikan pada tahun 1947. Kemudian tamat Sekolah Menengah Atas pada tahun 1951.

Lulus dari SMA, Soekardi melamar untuk menjadi Penerbang di AURI. Setelah lulus seleksi ia diterima di Sekolah Penerbang AURI di Pangkalan Udara Andir, Bandung. Soekardi dilantik menjadi Letnan Muda Udara I penerbang yang pelaksanaan upacara Wing Day langsung dipimpin oleh Kasau Laksamana Udara Soerjadi Soerjadarma pada 22 Oktober 1953 di Pangkalan Udara Cililitan di Jakarta

Soekardi mendapatkan Bintang satu Komodor Udara, sebelum nama pangkat itu menjadi Marsekal Pertama TNI, diperoleh ketika diangkat menjadi Panglima Kodau VII tahun 1970. Dan menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Udara ke-8, dengan masa jabatan mulai 26 November 1982 hingga 11 April 1986.


Data diri:
Nama: Marsekal TNI (Purn.) Soekardi
Tempat, Tanggal Lahir: Bojonegoro, 30 Desember 1931
Bapak: K. Prawirodiredjo
Ibu: Saodah

Pendidikan
- Sekolah Teknik Bagian Elektro, Malang (1938)
- Sekolah Montir Pesawat, Bandung (1940-1942)
- Sekolah Penerbang AURI di Pangkalan Udara Andir, Bandung
- Pendidikan transisi untuk pesawat C-47 Dakota (1954)
- Sekolah Ilmu Siasat (SIS) (1955)
- Pendidikan transisi pesawat Ilyushin IL-14 (1958)
- Pendidikan transisi pesawat C-130 Hercules B (1961)
- Sekolah Instruktur Penerbang (1960)
- Sekolah Staf dan Komando AU (Seskoau) (1964)
- Seskoad (1967-1968)
- Kursus Sistem Management Hankam (1973)


Riwayat Jabatan
- Penerbang Dakota C-47 pada Skadron Dinas Angkutan Udara Militer (DAUM) yang berkedudukan di pangkalan udara Andir, Bandung.
- Penerbang Pesawat AVIA-14
- Penerbang pesawat kepresidenan “Dolok Martimbang” di era Presiden Sukarno serta lama menjadi penerbang C-130B Hercules bahkan menjadi penerbang pesawat kepresiden di era Presiden Suharto
- Instruktur Penerbang pada Wing Pendidikan (Wingdik) 1 di pangkalan udara Adisutjipto (1960)
- Penerbang C-130B pada Skadron 31 di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma
- Perwira Latihan Skadron 31 Wing Ops 001. Pada tahun 1963 Soekardi dipindah menjadi
- Komandan Skadron 2 Wing Ops 001 (1963)
- Asisten Direktur Pengadaan Luar Negeri MBAU I (1965)
- Direktur Pengadaan di MBAU. Pada 1 Januari 1968 menjabat sebagai
- Komandan Pangkalan Udara Utama (Lanuma) Halim Perdanakusuma di Jakarta (1 Januari 1968)
- Panglima Komando Daerah Angkatan Udara (Kodau) VII yang berkedudukan di Biak, Irian Jaya (1970)
- Panglima Kodau V yang berkedudukan di Jakarta (1973)
- Asisten Operasi Depahnkam dan Asisten Operasi Kopkamtib (1975)
- Wakil Panglima Kowilhan (Komando Wilayah Pertahanan) II Jawa – Madura - Nusa Tenggara yang berkedudukan di kota Yogyakarta (1977)
- Panglima Komando Strategis Nasional (Kostranas) dengan pangkat Marsekal Madya TNI (1981)
- Kasau 18 Desember 1982

Riwayat Penugasan
1. Operasi penumpasan pemberontakan Republik Maluku Selatan
2. DI/TII di Jawa Barat
3. Pemberontakan PKI Madiun
4. Peristiwa Andi Azis
5. Westerling
6. PRRI/Permesta
7. Operasi Trikora
8. Operasi Dwikora
9. Operasi Gerakan 30 September 1965
10. Operasi Naga
10. Gangguan keamanan Aceh

Tag : call, sign, jupiter, penerbang, sejarah, bojonegoro, yogyakarta


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat