19:00 . Bermain di Sungai, Anak 9 Tahun Ditemukan Meninggal Tenggelam   |   18:00 . Ngabuburit, Masyarakat Disuguhi Lukisan Komunitas Sangrupa   |   17:00 . Banyak Warga Keluar Ngabuburit, Jembatan Glendeng Sesak   |   16:00 . Antre Lewat Jelang Berbuka   |   14:00 . Calon Jema’ah Haji Khususnya Lansia Divaksin   |   13:00 . Upaya Penanganan Pertamina EP Direspons Positif   |   12:00 . Melesat Naik, Harga Emas Dibanderol Rp937.000   |   11:00 . Bersama Realfood, DMI Bojonegoro Bagi Takjil di Ribuan Masjid   |   10:00 . Perempuan Asal Bojonegoro Diamankan Satpol PP Tuban di Eks Lokalisasi Gandul   |   09:00 . Gerak Cepat, Jasa Raharja Santuni Korban Laka di Sumberrejo   |   08:00 . Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kab. Bojonegoro Resmi Dilantik   |   07:00 . Tips Memilih Makanan Sehat Agar Tetap Bugar Selama Puasa   |   05:00 . Kasus Baru Tambah 2, Konfirmasi Positif Menjadi 14 Orang   |   17:00 . Asal Muasal Desa Ngringinrejo, Sesepuh: Ada Senopati Moksa di Beringin Raksasa   |   16:00 . Menuju Smart Green City, Bojonegoro Berupaya Jadi Kota Ramah Disabilitas   |  
Sun, 18 April 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

#TokohBojonegoro (8)

Mayjen TNI (Purn.) Basofi Sudirman, Penyanyi Dangdut dan Gubernur

blokbojonegoro.com | Friday, 19 June 2020 12:00

Mayjen TNI (Purn.) Basofi Sudirman, Penyanyi Dangdut dan Gubernur

Reporter: Parto Sasmito

Tidak Semua Laki-Laki Bersalah Padamu
Contohnya Aku Mau Mencintaimu
Tapi Mengapa Engkau Masih Ragu...

Bagi pecinta musik dangdut, terutama di era tahun 90-an, pasti tidak asing dengan penggalan lirik lagu tersebut. Lagu yang berjudul Tidak Semua Laki-laki itu diciptakan oleh pencipta lagu dangdut senior Leo Waldy dan dinyanyikan oleh Basofi Sudirman.

Tak hanya lagunya yang populer dan fenomenal, penyanyinya, Basofi Sudirman juga sangat dikenal oleh masyarakat. Sebab, Jenderal bintang dua ini menjadi pimpinan daerah di dua provinsi.

Mayor Jenderal TNI (Purn.) Moch. Basofi Sudirman (Alm) ini lahir di Kabupaten Bojonegoro, 20 Desember 1940. Pendidikannya mulai dari Sekolah Rakyat (SR) hingga lulus SMA ditempuh di Surabaya. Setelah lulus SMA, tepatnya tahun 1960, Basofi mulai mengikuti jejak ayahnya, Letjen H. Soedirman, dengan melanjutkan ke Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang, Jawa Tengah, yang kemudian diselesaikannya pada tahun 1963.

[Baca juga: Letjen H. Soedirman Pahlawan Nasional Namanya Diabadikan Menjadi Stadion ]

Lulus dari AMN, karier militernya tergolong lancar, berbagai pengalaman tempur pernah dilakukannya. Di antaranya, pengalaman memimpin pasukan yang pernah dilaluinya adalah Komandan Detasemen Tempur Kopasandha (1971-1972), Komandan Batalyon 412 Brawijaya (1973-1974), Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 18/Kostrad (1981-1983).

Tak hanya itu, putra dari pasangan Soedirman dan Masrikah binti Syakur ini, juga mempunyai pengalaman teritorial. Beberapa di antaranya, pernah menjadi Komandan Kodim 0824/Jember (1977-1978), Asisten Teritorial Kodam IV/Brawijaya (1983-1984), Komandan Korem 083/Baladhika Malang (1984-1986), dan Kasdam Kodam I/Bukit Barisan (1986-1987), sebelum akhirnya ditarik ke Mabes ABRI. Selain itu, Basofi juga pernah menjadi Dosen Seskoad, tahun 1979-1981. Sedangkan dirinya sendiri mengikuti Seskoad pada tahun 1978, dan Seskogab tahun 1979.

Karir Basofi di bidang militer dengan pangkat Mayor Jenderal TNI sampai di usia 47 tahun, setelah dirinya memutuskan untuk pensiun dini dengan terjun ke dunia politik di Partai Golongan Karya (Golkar). Padahal dirinya masih punya waktu sekitar 8 atau 9 tahun untuk menjadi jenderal penuh atau menyamai jabatan ayahnya yang berpangkat Letnan Jenderal. Bahkan ayahnya juga sempat protes. Namun baginya, di di Golkar dan di ABRI sama saja.

Keputusannya terjun di dunia politik berjalan gemilang. Basofi pernah menjabat Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, dan pada 1987 diangkat menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Kemudian menjadi Gubernur Jawa Timur periode 1993-1998.

Salah satu program yang diwariskan Basofi Sudirman, adalah "Kembali ke Desa". Program tersebut mengandung semangat pemerataan pembangunan, yakni embangunan tidak hanya dilakukan di kota-kota besar saja, tapi juga dilakukan di desa-desa sampai pelosok paling terpencil. Basofi wafat pada usia 76 tahun, pada Senin 7 Agustus 2017 silam di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, dan dimakamkan di San Diego Hills di Karawang, Jawa Barat.


Data diri:
Nama: Mayor Jenderal TNI (Purn.) Moch. Basofi Sudirman
Tempat dan Tanggal Lahir: Bojonegoro, 20 Desember 1940
Wafat: Jakarta, 7 Agustus 2017
Bapak: Letjen H. Soedirman
Ibu: Masrikah binti Syakur

Karir dan Jabatan:
- Pemimpin Pasukan Komandan Detasemen Tempur Kopasandha (1971-1972)
- Komandan Batalyon 412 Brawijaya (1973-1974)
- Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 18/Kostrad (1981-1983)
- Komandan Kodim 0824/Jember (1977-1978)
- Dosen Seskoad, tahun (1979-1981)
- Asisten Teritorial Kodam IV/Brawijaya (1983-1984)
- Komandan Korem 083/Baladhika Malang (1984-1986)
- Kasdam Kodam I/Bukit Barisan (1986-1987)
- Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Pemerintahan 1987
- Gubuernur Jawa Timur (1993–1998)

Tag : basofi, sudirman, gubernur, jatim, bojonegoro, makam


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat