19:00 . Rakernas AMSI, Rumuskan Strategi Dorong Ekosistem Digital yang Adil bagi Media Siber   |   18:00 . Pemkab Peringatkan Modus Penipuan Mengatasnamakan Bupati Bojonegoro   |   17:00 . Peduli Korban Bencana Alam Indonesia, PGMI UNUGIRI Lakukan Penggalangan Dana   |   16:00 . Guna Atasi BOR, Daerah Diminta Berkoordinasi ke Pusat   |   15:00 . Stok Menipis, Harga Cabai rawit Merah Merangkak Naik   |   14:00 . Ranting Nahdlatul Ulama Mulyorejo dan Banom Tanam Seribu Pohon   |   13:00 . Musim Penghujan Tiba Penjualan Belimbing Ngringinrejo Turun Drastis   |   12:00 . Tenaga Ahli BNPB: Belum Divaksi, Ketua Satgas Terpapar Covid-19   |   11:00 . Begini Alur Pelayanan Vaksinasi di Fasilitas Kesehatan   |   10:00 . Ketua Satgas Covid-19 Terkonfirmasi Positif, Diduga Terpapar Saat Makan Bersama   |   09:00 . Pengaruh Cuaca, Harga Seafood Merangkak Naik   |   08:00 . Pasien Sembuh di Indonesia Terus Meningkat Menjadi 9.912 Orang   |   07:00 . 7 Tips Tampil Berkelas Tanpa Bikin Isi Dompet Amblas   |   05:00 . 21 Pasien di Bojonegoro Sembuh, Tambahan Kasus 17 Orang dan 1 Meninggal   |   20:00 . 172 Ribu Lebih Orang Sudah Divaksinasi Covid-19   |  
Mon, 25 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kekurangan Air, Padi di Balen Terancam Gagal Panen

blokbojonegoro.com | Monday, 22 June 2020 20:00

Kekurangan Air, Padi di Balen Terancam Gagal Panen

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Para petani di Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, hanya bisa gigit jari melihat tanaman padinya kekurangan air. Jika tidak segera mendapatkan air dimungkinkan tanaman padi tersebut akan mati dan terancam gagal panen.

Pasalnya petani di Kecamatan Balen selain mengandalkan air hujan, juga menggantungkan air kiriman dari waduk pacal. "Sudah dua mingguan ini tidak ada air, padahal tanaman padi sudah waktunya diairi. Tapi tak ada air," keluh salah seorang petani asal Desa Balenrejo, Abdul Jamil.

Diungkapkan Jamil, tidak hanya petani di Desa Balenrejo saja yang mengeluh tidak adanya air, seperti di Desa Lengkong, Kabunan, Mulyoagung, Sobontoro dan desa diutara Kecamatan Balen sangat membutuhkan air sekarang ini.

"Usia tanaman padi sekitar 40 sampai 50 hari. Kalau tidak segera teraliri air bisa dipastikan gagal panen lagi untuk yang kedua kalinya," terangnya kepada blokBojonegoro.com.

Sehingga berbagai upaya dilakukan para petani, mereka yang mempunyai lahan luas memilih membuat sumur bor untuk mencukupi ketersediaan air. Namun petani yang hanya mengandalkan air kiriman dari waduk pacal, tidak bisa berbuat banyak.

"Kita hanya menunggu air kiriman dari selatan (waduk pacal). Harapannya pemerintah memperhatikan kondisi tanaman padi yang sebentar lagi berbuah," ungkapnya.

Hal senada juga dikeluhkan petani di Desa Lengkong, Tukimin, yang berharap agar tanaman padi teraliri air. Sebab kalau terlambat mendapatkan air, hasilnya tidak akan maksimal. "Semoga segera ada air hujan atau air kiriman," harapnya.[zid/lis]

Tag : Padi, gagal, panen


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat