14:00 . Tahun 2021, Pemkab Bojonegoro Anggarkan 18 Milyar untuk Santunan Kematian   |   13:00 . Warga Ngumpakdalem Gotong Royong Bangunkan Rumah untuk Disabilitas   |   12:00 . BUMDES Lohjinawe Sarangan Perkuat Ekonomi Desa Melalui UMKM   |   11:00 . 190 KM Jalan Cor dan 20 KM Jalan Aspal Bakal Dibangun Tahun Ini   |   10:00 . Santunan Korban Catat Tetap Jasa Raharja 2020 Menurun   |   09:00 . Tingkatkan Layanan Masyarakat, Kesra Gunakan Aplikasi SANDUK   |   07:00 . Penyebab dan Cara Mencegah Bau Badan, Biar Nggak Minder Saat Bergaul!   |   06:00 . Manfaat Vaksin COVID-19   |   23:00 . Gandeng Kantor Pos, RSUD Bojonegoro Luncurkan Layanan Antar Obat   |   22:00 . Inilah Susunan Kepengurusan DPC Partai Gerindra Bojonegoro   |   21:00 . Warga Ngrejeng Purwosari Hilang, Diduga Tenggelam di Sungai Gandong   |   20:00 . 30 Pasangan Mesum Terjaring Razia, 1 Pelajar Hamil 2 Bulan   |   20:00 . Begini Virus Corona Menyerang dan Menyebar   |   19:00 . Pelaku Pencurian 12 Laptop di SDN 1 Bakung Diamankan Polisi   |   19:00 . 3 Kabupaten/Kota Prioritas di Jatim Mulai Vaksinasi   |  
Tue, 19 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

#TokohBojonegoro (14)

Mansour Faqih Pendiri INSIST dan Pejuang HAM

blokbojonegoro.com | Thursday, 25 June 2020 12:00

Mansour Faqih Pendiri INSIST dan Pejuang HAM

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Jika berbelanja di toko buku, atau mencari koleksi buku di perpustakaan, di antara nama penerbit pasti ada nama INSIST Press di antara buku-buku itu.

Penerbit yang beralamatkan di Yogyakarta itu, merupakan bagian dari Indonesian Society for Social Transformation (INSIST). Yakni jaringan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dengan memusatkan perhatian pada pendidikan dan pengorganisasian masyarakat ke arah perubahan sosial.

[Baca juga: Choirul Huda, Cah Kauman yang Jadi Bupati Mukomuko ]

Di jaringan OMS, nama INSIST sendiri sudah tidak asing lagi, apalagi beberapa OMS di Bojonegoro, pernah mendapatkan peningkatan kapasitas lembaga di bidang pengelolaan keuangan yang akuntabel.

Di balik nama besar INSIST, ternyata salah satu pendirinya adalah orang Bojonegoro, yakni Mansour Faqih (Alm). Pria kelahiran Bojonegoro, 10 Oktober 1953 itu, bersama Roem Topatimasang pada tahun 1996-1997. Tujuannya membentuk organisasi  yang memfokuskan diri sebagai sistem pendukung gerakan sosial, terutama pada aras lokal dan akar rumput.

Perjalanan hidup Mansour Faqir, Selain mendirikan INSIST, juga pernah menjadi anggota Komite Nasional untuk Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM), 2002-2007. Di antara kurun waktu tersebut, pada tahun 2003, Mansour dipilih sebagai anggota Helsinki Process. Yakni suatu forum internasional yang diprakarsai oleh Kementerian Luar Negeri Finlandia, beberapa negara Selatan dan organisasi non pemerintah (ORNOP) internasional. Tujuannya, untuk mengupayakan jalan keluar terhadap berbagai masalah globalisasi. Wakil dari Asia di ‘Helsinki Process’, hanya ada dua orang. Salah satunya adalah Mansour Fakih dari Indonesia.

Mansour Faqih meninggal dunia di usianya yang ke- 51 tahun di Rumah Sakit RS Bethesda Yogyakarta pada Minggu 15 Februari 2004.

Data Diri:
Nama: Mansour Faqih
Tempat, Tanggal Lahir: Bojonegoro, 10 Oktober 1953
Wafat: 15 Februari 2004

Pendidikan:
- Sarjana teologi di IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (1978)
- Master dan Doktor bidang Pendidikan di University of Massachusetts at Amherst, Massachusetts, USA, pada tahun 1990 dan 1994.

Karir:
- Tenaga penyuluh lapangan pada program pengembangan industri kecil di LP3ES Jakarta dan Lembaga Studi Pembangunan (LSP).
- Koordinator Program Pendidikan dan Pengembangan di Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M).
- Country Representative Oxfam-UK/I di Indonesia
- Anggota Dewan Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)
- Mendirikan Resources Management & Development Consultants (REMDEC) di Jakarta bersama sembilan kawan (Roem Topatimasang, Zumrotin K.Susilo, Wardah Hafidz, Abdul Hakim Garuda Nusantara, Fauzi Abdullah, Mahendro, August Rumansara, Roy Tjiong, Sugeng Setiadi, dan Wilarsa Budiharga)
- Mendirikan Institute for Social Transformation (INSIST)

Tag : insist, pendiri, bojonegoro, yogyakarta


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat