21:00 . Produsen Kurma Jawa Keluhkan Penurunan Omzet   |   20:00 . Gaungkan Seni Drama, Kata Aksara Gelar Lakon 'Pelacur Terhormat'   |   19:00 . Tingkatkan Mutu Pendidikan, Disdik Bojonegoro Gelar PKKS   |   18:00 . Rantai Distribusi Vaksin Telah Siap, Begini Alurnya   |   17:00 . Harga Bawang Merah Turun Lagi, Per Kilogram Rp30.000   |   16:00 . Masih Ada Warga yang Tak Taat Prokes saat di Luar   |   15:00 . Polres Bojonegoro Salurkan Bantuan Korban Banjir   |   14:00 . Berikut Hasil Uji Kualitas Udara di Bojonegoro   |   13:00 . Dimsum Seribuan Laris Manis   |   12:00 . Mengapa Kita Perlu Imunisasi?   |   11:00 . Pemohon Banpres BPUM Dinkop Bojonegoro Capai 31.502   |   10:00 . PLN Perpanjang Promo Diskon Tambah Daya Super Merdeka untuk UMKM   |   09:00 . Sejak Dulu Imunisasi Cegah Penyakit Menular   |   08:00 . Presiden Kutuk Terorisme di Sigi   |   07:30 . Kesembuhan Covid-19 di Provinsi ini Meningkat Pesat   |  
Wed, 02 December 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 26 June 2020 10:00

Kekeringan Melanda, Warga Gali Tanah Hingga 30 Meter

Kekeringan Melanda, Warga Gali Tanah Hingga 30 Meter

Kontributor:  M. Safuan

blokBojonegoro.com - Akhir-akhir ini warga Desa Mejuwet, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro mengeluh akibat sumber mata air yang digunakan sehari-hari mendadak mengering.

Salah seorang warga, Burhan menyebutkan, kekeringan ini terjadi sudah hampir satu minggu lamanya melanda Desa Mejuwet. Hal ini diduga akibat sumur sibel yang digunakan sebagai pengairan lahan persawahan desa setempat.

"Sudah hampir satu minggu kami kesulitan dalam memperoleh air untuk digunakan kebutuhan sehari-hari," ujar Burhan, Jumat (26/6/2020).

Terpisah warga lain yang tidak mau disebutkan identitasnya juga mengatakan hal serupa. Bahwa sumber air miliknya mengering hampir seminggu ini.

Melihat hal itu, ia beserta para warga lain serentak menurunkan pompa air di dalam tanah, bahkan beberapa ada yang menggali sumur hingga kedalaman 30 meter untuk mencari sumber mata air demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Pompa air maupun sumur tidak mengeluarkan air sama sekali. Terpaksa kami harus menurunkan pompa air dan menggali tanah hingga kedalaman 30 meter untuk mencari sumber mata air," keluhnya pada blokBojonegoro.com. [saf/ito]

Tag : kekeringan, sumber, air


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat