10:00 . Resah, Ular Sanca Ukuran 1.5 Meter Diamankan   |   09:00 . Rapid Test Gratis untuk Peserta UTBK Calon Mahasiswa   |   08:00 . Intip Desa Sentra Perikanan   |   07:00 . Selain WFH, Ini 6 Hal yang Bikin Sakit Punggung   |   22:00 . Tak Ada Tambahan Sembuh dan Positif, PDP Bertambah 1 Orang   |   19:00 . Menggelitik....!!! Arga Marvel Pernah Juara Berhadiah 1 Sak Gabah   |   18:00 . Sesosok Mayat Wanita Mengapung di Bengawan   |   17:00 . Semangati Milenial Teladani Bung Karno Lewat Lomba Vlog dan Puisi   |   16:00 . Diduga Korsleting Listrik, 4 Rumah Warga Kasiman Terbakar   |   15:00 . Ada Dua Mekanisme Daftar Ulang Siswa Baru Jenjang SMP   |   13:00 . Rapid Tes Peserta UTBK Membludak, Tetap Sesuai Protokol Kesehatan   |   12:00 . Ratusan Calon Mahasiswa Baru Antre Rapid Tes   |   11:00 . Seratusan Santri Lirboyo Asal Bojonegoro Mulai Balik Pondok   |   10:00 . Mayat Wanita Ditemukan Mengapung di Bengawan   |   09:00 . Bolang-baling dan Cakwe Camilan Lezat Khas Negeri Tirai Bambu   |  
Sun, 05 July 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 29 June 2020 20:00

Pembangunan Jembatan Kanor-Rengel Terkendala Pembebasan Lahan

Pembangunan Jembatan Kanor-Rengel  Terkendala Pembebasan Lahan

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Pembangunan Jembatan Kanor - Rengel (Kare) yang terletak di Desa Semambung, Kecamatan Kanor untuk wilayah Bojonegoro, hingga kini masih terkendala pembebasan lahan. Pembangunan jembatan penghubung antar Kabupaten Bojonegoro dengan Kabupaten Tuban ini, rencananya akan dimulai tahun ini.

Kepala Desa Semambung Neny Rachmawati mengatakan, dari total 23 kepala keluarga yang terdampak, masih ada 7 KK yang sampai saat ini belum menandatangani nota kesepakatan. Sebab dari 7 KK tersebut masih menunggu harga yang pantas untuk tanahnya.

"Selain ada yang menunggu harga yang pas, ada juga yang meminta sebagian tanahnnya untuk dijadikan rumah" ujarnya, Senin (29/6/2020).

Dari pemerintah sendiri menetapkan untuk harga tanah bervariasi, mulai dari  Rp213 ribu hingga Rp430 ribu per meter perseginya, tergantung lokasi. Untuk tanah yang terdampak di Desa Semambung kurang lebih sekitar 9.000 m².

"Berarti masih ada kurang lebih sekitar 3.655 m² yang belum tertuntaskan," lanjut perempuan yang akrab disapa Bu Neny ini.

Dirinya menjelaskan Pemerintah Desa (Pemdes) sendiri tidak mempunyai wewenang terkait penuntasan pembebasan lahan. Pasalnya Pemdes Semambung dalam hal ini bertugas sebagai jembatan antara Pemerintah dan juga masyarakat setempat.

Ia pun berharap jika nantinya jembatan KARE  beroperasi ke depanya, turut mengerek perekonomian masyarakat Semambung, khususnya. Sebab, dengan adanya jembatan penghubung antara Bojonegoro dan Tuban roda perokonomian masyarakat Semambung bisa berjalan lebih baik lagi.

"Harapan saya semoga jembatan KARE ini menjadi berkah untuk semuanya, khususnya warga Semambung," pungkasnya. [din/lis]

Tag : Jembatan, lahan, pembebasan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat