21:00 . Mahasiswa IKIP Bojonegoro Ciptakan Aplikasi Android untuk Media Pembelajaran   |   20:00 . BPJS Kesehatan Gelar Media Gathering Bersama Awak Media   |   18:00 . Jabat Sebagai Rektor UNUGIRI, Gus Arif Prioritaskan Konsolidasi Internal   |   17:00 . Peduli Korban Longsor, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Berikan Bantuan   |   16:00 . Ini Target Produksi Migas Asset 4 Field Cepu   |   15:00 . Begini Tahapan dan Syarat Menjadi Donor Plasma Konvalesen   |   14:00 . PMI Bojonegoro dan Stakeholder Rakor Terkait Plasma Konvalesen, ini Hasilnya   |   13:00 . Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Bengawan Solo Gendungarum   |   12:00 . Banyak Hoaks Covid-19, Masyarakat Harus Saring Informasi   |   11:00 . Hujan Deras Disertai Angin Sebabkan Banjir dan Kantor Kecamatan Rusak   |   10:00 . Bupati Bojonegoro Lantik 15 Pejabat   |   09:00 . 12 Pejabat Pemkab Bojonegoro akan Divaksin Pertama   |   08:00 . 6 Pegawai Positif, Minggu Depan Pengadilan Agama Tutup   |   07:00 . Gejala dan Tips Cara Mengatasi Pilek pada Bayi   |   06:00 . Sudah Divaksin Tetapi Bisa Positif Covid-19   |  
Thu, 28 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Bupati: Perlu Evaluasi Penekanan Pengendalian AKI AKB di Bojonegoro

blokbojonegoro.com | Wednesday, 08 July 2020 15:00

Bupati: Perlu Evaluasi Penekanan Pengendalian AKI AKB di Bojonegoro

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Sebanyak 100 Kader pendamping Ibu Hamil Risiko Tinggi se-kabupaten Bojonegoro mengikuti pembekalan pembinaan pengendalian AKI AKB (Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi) yang digelar di Pendopo Malowopati, Rabu (08/7/2020), guna menekan resiko bagi ibu hamil resiko tinggi. Hadir pada kegiatan itu, Bupati Bojonegoro, Kepala Dinas Kesehatan, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Camat Gayam, Dander dan Ngasem.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ani Pudjiningrum kader Pendamping merupakan salah satu upaya pengendalian AKI AKB (Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi). Bahkan setiap seminggu sekali, kader pendamping tersebut melakukan kunjungan untuk pendampingan ibu hamil khususnya Risti (risiko tinggi).

"Ibu hamil akan memberikan pemahaman serta motivasi kepada ibu hamil risti sekaligus melakukan pendampingan ibu hamil tersebut hingga 42 hari pasca kehamilan," terang Ani sapaan akrabnya.

Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah mengungkapkan pembinaan terhadap kader ini dalam hal ini, Dinas kesehatan agar nantinya menyisir hingga daerah sulit dijangkau untuk terus diberikan perhatian dan pendampingan.

Saat ini AKI AKB di Kabupaten Bojonegoro terbilang cukup tinggi, bahkan untuk AKI telah menembus angka 24 dan AKB diangka 80. Angka kematian tertinggi AKI AKB hingga saat ini ada di kecamatan kota Bojonegoro.

"Jumlah itu, sudah melebihi target maksimal dari Pemkab, untuk itu perlu di evaluasi langkah penekanan AKI AKB," tandas Anna Mu'awanah.

Bupati Bojonegoro yang disapa Bu Anna menambahkan Pemkab Bojonegoro di 2019 telah menganggarkan insentif tambahan untuk bidan di daerah-daerah sulit dijangkau, salah satunya adalah berupa kendaraan bermotor trail, untuk memudahkan penanganan ibu hamil.

Lanjut Bupati perempuan pertama tersebut melanjutkan pihaknya terus mengupayakan sedemikiannya, dan apabila perlu dilakukan perubahan kebijakan terkait penanganan dan pengendalian AKI AKB, tahun depan akan kita lakukan.

"Saya harap mulai bulan Juli harus bisa mengendalikan AKI AKB," tegasnya.[saf/ito]

Tag : resiko, ibu, hamil, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat