23:00 . Dukung Anak Belajar dari Rumah saat Pandemi   |   22:00 . Peduli di Masa Pandemi Covid-19, Disabilitas di Bojonegoro Bagikan Ribuan Masker   |   21:00 . Datangi Kejari di Pantura, Kajati Jatim Sebut Banyak Inovasi Kejari Bojonegoro   |   20:30 . Waspada Efek Jangka Panjang Covid-19   |   20:00 . Dishub Bojonegoro Himbau Masyarakat Gunakan Jalur Alternatif Menuju Tuban   |   19:00 . Jembatan Glendeng Penghubung Bojonegoro-Tuban Kembali Ditutup Total   |   18:30 . Gejala Covid-19 Pada Lansia   |   18:00 . Dinsos Bojonegoro Rakor Terkait Evaluasi PKH 2020 dan Rencana PKH 2021   |   17:00 . Covid-19 Masih Mengancam, Kapolres Bojonegoro Gencar Operasi Yustisi   |   16:00 . Hujan Disertai Angin Kencang, Tiga Pohon Tumbang ke Jalan   |   15:00 . BMG Sabet Juara 2 Kategori AJP   |   14:00 . Pameran Virtual Bulan Desember, dari 30 Perupa untuk Indonesia   |   13:00 . Zahrotul Aini Peraih IPK Tertinggi yang Hobi Main Game   |   10:00 . Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Lebih Baik dari Rata-Rata Dunia   |   09:00 . Pasien Sembuh Covid-19 di Indonesia Sudah Mencapai 458.880 Orang   |  
Fri, 04 December 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 18 July 2020 15:00

Hampir Putus Sekolah, Pemuda ini Sukses Jadi Peternak Kambing

Hampir Putus Sekolah, Pemuda ini Sukses Jadi Peternak Kambing

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Demi mencapai kesuksesan yang mengagumkan, selain sungguh-sungguh dalam berdoa tentu juga harus berusaha dengan sungguh-sungguh. Apapun tingkat pendidikannya, selama mau berusaha dengan sungguh-sungguh dan terus belajar di mana pun berada, tak ada kata mustahil untuk meraih sukses.

Seperti yang dilakukan Chourul Yani (18) pemuda asal Desa Wadang, Kecamatan Ngasem ini tak seperti temantemannya yang bisa menempuh pendidikan tinggi dengan mudah, ia hampir putus sekolah menengah atas (SMA).

"Awal mula beternak dari 15 ekor kambing, karena saya berawal dari kalangan menengah ke bawah, apalagi saya hampir putus sekolah waktu mau naik ke kelas 12, akhirnya kakak saya memberi solusi untuk beternak dan memberi modal ke saya," katanya.

Meski ia memiliki kakak yang menyanggupi untuk membiayainya sekolah, ia bergeming, tak ingin merepoti kakaknya. Dan akhirnya kakaknya pun memodalinya untuk beternak kambing.

"Saya tidak ingin membebani kakak saya, dia juga kan punya keluarga. Saya lebih memilih untuk beternak. Saya pribadi ada kepuasaan batin dan juga ada segi ekonomi juga terbantu. Peluang bisnis ternak itu besar. Sebagian besar anak-anak muda nggak mau untuk terjun di dunia ternak. Saya pacu dan terobos aja," ujarnya.

Memilih pekerjaan sebagai peternak kebanyakan pemuda seusianya terbilang langka, ia menyemangati dirinya untuk membantu perekonomian keluarga.

Awalnya dirinya mengaku juga minder, iri juga, karena teman-temannya sibuk belajar. Sedangkan dia harus mencari uang untuk membayar sekolah. "Kadang kalau jualan ke pasar itu ketemu teman malu juga, tapi karena harus mencari uang sendiri, apalagi orangtua saya sudah nggak bisa bekerja karena kecelakaan,  alhamdulillah sejak naik ke kelas 12 saya sudah nggak minta uang lagi ke ibu saya," ungkapnya.

Enam bulan sudah pemuda yang baru lulus di SMAN 1 Kalitidu itu menggeluti dunia peternakan dan sudah mengantongi 11 juta laba bersih dari kambing-kambingnya. Ia juga mengaku bahwa menjalankan usaha ini adalah kesenangan baginya.

Baginya, usaha ternak domba dan kambing merupakan pekerjaan yang sangat menyenangkan. Mengingat apa yang ia toreh selama ini di bidang ternak, banyak teman sebayanya terinspirasi.

Tak sedikit dari mereka belajar langsung soal ternak darinya. Dia menjadi inspirasi bagi kaum muda di kampungnya. Namun, ia mengaku masih berproses dan mesti banyak belajar lagi. [her/ito]

Tag : ternak, kambing, wadang, ngasem


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat