18:00 . Bupati Wajibkan ASN Penyintas Covid untuk Lakukan Donor Darah   |   16:00 . BLT Subsidi Gaji Akan Kembali Diberikan untuk Pekerja   |   15:00 . UNU Sunan Giri Bojonegoro Tingkatkan Kapasitas Pendidik dengan Hibah dan Reward   |   14:00 . Ramai Pekerja Dapat BSU Rp500.000, BP Jamsostek Masih Tunggu Regulasi Pemerintah   |   13:00 . PT. Pertamina EP Field Cepu Serahkan Bantuan Berupa Sapi   |   12:00 . Terapkan Prokes Ketat Bupati Bojonegoro Lantik PAW Kepala Desa Sumberagung¬†   |   08:00 . Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga Desa Ngablak Terbakar   |   07:00 . Jangan Asal, Ini 5 Makanan Utama yang Harus Dihindari Ibu Hamil!   |   20:00 . Presiden Kembali Perpanjang PPKM Hingga Agustus   |   09:00 . Nikmatnya Rujak Uleg Legendaris Mak Yat   |   07:00 . Seberapa Besar Untung Perusahaan Sektor Kesehatan dari COVID-19?   |   20:00 . 8 Komunitas di Bojonegoro Bagikan 350 Paket Daging Kurban   |   18:00 . Pascasarjana UNU Sunan Giri Bojonegoro Gelar Workshop Literasi dan Numerasi   |   17:00 . Bupati Anna Hadir Secara Virtual Tekankan Kerukunan Antar Umat Beragama di Bojonegoro   |   15:00 . Pasien Sembuh Melebihi 38 Ribu Orang per Hari, Kumulatifnya Menembus 2,4 Juta   |  
Tue, 27 July 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Warga Megale Tertimbun Tanah di Tlogohaji

Keluarga Korban dan Warga Gali Tanah Secara Manual

blokbojonegoro.com | Monday, 20 July 2020 16:00

Keluarga Korban dan Warga Gali Tanah Secara Manual

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Pencarian warga Desa Megale, Kecamatan Kedungadem yang tertimbun tanah saat membuat sumur di Desa Tlogoaji, Kecamatan Sumberrejo terus dilakukan Senin (20/7/2020). Berbagai cara telah dilakukan, dari penggalian secara manual hingga penerjunan satu alat berat eksavator guna mempermudah penggalian korban yang tertimbun tanah.

Pemasangan Buis Deker yang zigzag dan kontur tanah yang gembur atau mudah longsor menjadi kendala dalam proses evakuasi warga Megale Kedungadem tersebut.

Dengan alasan tersebut, akhirnya Tim SAR menghentikan sementara proses evakuasi korban dengan menunggu eksavator yang lebih besar lagi dan juga besi penyangga tanah longsor yang dikirim dari Kota Bojonegoro ke Tempat Lokasi Kejadian (TKP).

"Kita mulai proses penggalian sebenarnya sudah mulai pada sore kemarin dan menghentikan pada malam hari, kemudian melanjutkannya lagi pada pagi tadi. Namun, dengan medan yang sulit dikendalikan itu, akhirnya kita mendatangkan besi penyangga dan eksavator yang lebih besar lagi," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro, Sukirno, Senin (20/7/2020).

Dikarenakan keluarga korban tak sabar menunggu alat yang masih proses menuju lokasi TKP, akhirnya keluarga korban yang dibantu oleh masyarakat setempat menggalinya dengan manual. Walaupun sempat dilarang oleh petugas, lantaran ditakutkan kondisi tanah yang tidak stabil dan kembali longsor, lalu menimpa para pencari, tetapi warga dan keluarga tetap bersikukuh mencari korban.

"Ya mau bagaimana lagi, kita juga sudah memberi tau kalau sangat berbaha tetapi masih bersikukuh mencarinya, padahal tadi juga pada proses evakuasi sempat beberapa kali terjadi longsor," imbuh Sukirno.

Sementara itu, Kepada Desa Tlogohaji, Mualim menambahkan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (19/7/2020) pukul 15.30. Saat itu korban telah selesai memasang 18 buah septic tank di dalam tanah sedalam 9 meter. Kemudian dia naik ke atas, sayangnya tanah mendadak masuk di sela-sela deker hingga mengubur korban.

"Sebetulnya korban sudah selesai memasang deker (septic tank). Kemudian ia naik ke atas tapi septic tank yang paling bawah goyah sehingga tanah masuk di sela-sela septic tank tersebut dan langsung mengubur seluruh badan korban," jelasnya di tempat kejadian perkara (TKP).

Melihat kejadian tersebut, dua rekan kerjanya bersama warga yang lain langsung menolong dengan cara melemparkan tali tambang ke dalam sumur. Namun upaya itu gagal karena korban tidak menarik tali tersebut.

"Korban atas nama Seki (43) Warga Megale, Kecamatan Kedungadem yang sedang membuat sumur di Rumah Suprianto warga Tlogohaji," terang Mualim.[din/ito]

Tag : megale, kedungadem, bojonegoro, sumberrejo, tlogohaji

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Thursday, 22 July 2021 08:00

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter...

    read more