15:30 . Tahapan Uji Klinis Vaksin   |   15:00 . Jalin Silaturahmi Bersama Insan Pers, Korem 082/CPYJ Gelar Jalan Sehat   |   14:30 . Kondisi Terkini Longsor Jembatan Glendeng   |   14:00 . Sedikit Demi Sedikit Omzet Asinan Salak Merangkak Naik   |   13:30 . Update Testing di Indonesia   |   13:00 . Selama Pandemi, Ribuan Istri Gugat Suami, Ini Penyebabnya   |   12:00 . Kebab Rp5 Ribuan Enaknya Bikin Ketagihan   |   11:00 . Guyangan Park, Pelosok Kota Migas dengan Alam Mempesona   |   10:00 . Bright Gas Hadir di Dapur Umum Dinsos Lumajang   |   09:00 . Beredarnya Program Stimulus Tarif Tenaga Listrik di Masa Pandemi, ini Kata PLN Bojonegoro   |   08:00 . Covid-19 Berbahaya, Pencegahan dengan Vaksin dan 3M   |   07:00 . Hindari, 14 Kebiasaan yang Tak Disadari Bisa Menghambat Karier   |   06:30 . Angka Penambahan Kasus Positif Covid-19 Tembus 8.000   |   06:00 . Kembali Longsor, Jembatan Glendeng Ditutup Total   |   05:00 . 7 Pasien Sembuh, 7 Tambahan Kasus di Bojonegoro   |  
Fri, 04 December 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 20 July 2020 16:00

Warga Megale Tertimbun Tanah di Tlogohaji

Keluarga Korban dan Warga Gali Tanah Secara Manual

Keluarga Korban dan Warga Gali Tanah Secara Manual

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Pencarian warga Desa Megale, Kecamatan Kedungadem yang tertimbun tanah saat membuat sumur di Desa Tlogoaji, Kecamatan Sumberrejo terus dilakukan Senin (20/7/2020). Berbagai cara telah dilakukan, dari penggalian secara manual hingga penerjunan satu alat berat eksavator guna mempermudah penggalian korban yang tertimbun tanah.

Pemasangan Buis Deker yang zigzag dan kontur tanah yang gembur atau mudah longsor menjadi kendala dalam proses evakuasi warga Megale Kedungadem tersebut.

Dengan alasan tersebut, akhirnya Tim SAR menghentikan sementara proses evakuasi korban dengan menunggu eksavator yang lebih besar lagi dan juga besi penyangga tanah longsor yang dikirim dari Kota Bojonegoro ke Tempat Lokasi Kejadian (TKP).

"Kita mulai proses penggalian sebenarnya sudah mulai pada sore kemarin dan menghentikan pada malam hari, kemudian melanjutkannya lagi pada pagi tadi. Namun, dengan medan yang sulit dikendalikan itu, akhirnya kita mendatangkan besi penyangga dan eksavator yang lebih besar lagi," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro, Sukirno, Senin (20/7/2020).

Dikarenakan keluarga korban tak sabar menunggu alat yang masih proses menuju lokasi TKP, akhirnya keluarga korban yang dibantu oleh masyarakat setempat menggalinya dengan manual. Walaupun sempat dilarang oleh petugas, lantaran ditakutkan kondisi tanah yang tidak stabil dan kembali longsor, lalu menimpa para pencari, tetapi warga dan keluarga tetap bersikukuh mencari korban.

"Ya mau bagaimana lagi, kita juga sudah memberi tau kalau sangat berbaha tetapi masih bersikukuh mencarinya, padahal tadi juga pada proses evakuasi sempat beberapa kali terjadi longsor," imbuh Sukirno.

Sementara itu, Kepada Desa Tlogohaji, Mualim menambahkan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (19/7/2020) pukul 15.30. Saat itu korban telah selesai memasang 18 buah septic tank di dalam tanah sedalam 9 meter. Kemudian dia naik ke atas, sayangnya tanah mendadak masuk di sela-sela deker hingga mengubur korban.

"Sebetulnya korban sudah selesai memasang deker (septic tank). Kemudian ia naik ke atas tapi septic tank yang paling bawah goyah sehingga tanah masuk di sela-sela septic tank tersebut dan langsung mengubur seluruh badan korban," jelasnya di tempat kejadian perkara (TKP).

Melihat kejadian tersebut, dua rekan kerjanya bersama warga yang lain langsung menolong dengan cara melemparkan tali tambang ke dalam sumur. Namun upaya itu gagal karena korban tidak menarik tali tersebut.

"Korban atas nama Seki (43) Warga Megale, Kecamatan Kedungadem yang sedang membuat sumur di Rumah Suprianto warga Tlogohaji," terang Mualim.[din/ito]

Tag : megale, kedungadem, bojonegoro, sumberrejo, tlogohaji


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat