21:00 . Mahasiswa IKIP Bojonegoro Ciptakan Aplikasi Android untuk Media Pembelajaran   |   20:00 . BPJS Kesehatan Gelar Media Gathering Bersama Awak Media   |   18:00 . Jabat Sebagai Rektor UNUGIRI, Gus Arif Prioritaskan Konsolidasi Internal   |   17:00 . Peduli Korban Longsor, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Berikan Bantuan   |   16:00 . Ini Target Produksi Migas Asset 4 Field Cepu   |   15:00 . Begini Tahapan dan Syarat Menjadi Donor Plasma Konvalesen   |   14:00 . PMI Bojonegoro dan Stakeholder Rakor Terkait Plasma Konvalesen, ini Hasilnya   |   13:00 . Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Bengawan Solo Gendungarum   |   12:00 . Banyak Hoaks Covid-19, Masyarakat Harus Saring Informasi   |   11:00 . Hujan Deras Disertai Angin Sebabkan Banjir dan Kantor Kecamatan Rusak   |   10:00 . Bupati Bojonegoro Lantik 15 Pejabat   |   09:00 . 12 Pejabat Pemkab Bojonegoro akan Divaksin Pertama   |   08:00 . 6 Pegawai Positif, Minggu Depan Pengadilan Agama Tutup   |   07:00 . Gejala dan Tips Cara Mengatasi Pilek pada Bayi   |   06:00 . Sudah Divaksin Tetapi Bisa Positif Covid-19   |  
Thu, 28 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Pemuda di Dukohkidul Ditemukan Gantung Diri

blokbojonegoro.com | Monday, 20 July 2020 12:00

Pemuda di Dukohkidul Ditemukan Gantung Diri

Kontributor : Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Seorang pria lajang asal Desa Dukohkidul, Kecamatan Ngasem, BA diduga patah hati setelah putus cinta dan mengakhiri hidupnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun blokBojonegoro.com, kematian tragis korban dengan posisi tergantung dengan leher terikat tali plastik warna biru yang diikatkan ke blandar atap rumah. Korba pertama kali diketahui bapaknya, Minggu pukul 11.30 WIB.

Kapolsek Ngasem, AKP Agus Fauzi menjelaskan, pada hari Minggu (19/7/2020) sekitat pukul 06.30 WIB, bapak korban akan berangkat ke sawah bersama istrinya. Tetapi sebelumnya melihat korban masih tidur di dalam kamarnya. Lalu mereka berangkat ke sawah untuk menyabit rumput.

"Kemudian sekitar pukul 11.30 WIB, sewaktu bapak korban pulang dari menyabit rumput terus membuka pintu rumah, melihat kalau anaknya dalam posisi tergantung dengan leher terikat tali plastik warna biru yang diikatkan di blandar atap rumah," ujar Kapolsek Ngasem

Waktu itu bapak korban berteriak minta tolong maka datang tetangga korban, kemudian melihat dari depan pintu bahwa korban masih tergantung lalu pergi ke Balai Desa Dukohkidul untuk melaporkan kalau ada korban meninggal dunia dengan cara gantung diri.

"Kasus tersebut kemudian dilaporkan oleh pihak Desa Dukohkidul ke Polsek Ngasem. Berdasarkan hasil visum petugas medis Puskesmas Ngasem, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh korban. Korban meninggal akibat gantung diri," kata Kapolsek Ngasem, AKP Agus Fauzi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh Petugas Medis Puskesmas Ngasem kondisi korban lidah tidak menjulur, alat kelamin mengeluarkan sperma, dubur tidak mengeluarkan kotoran.

Di TKP diketemukan sepucuk surat yang bertulisan diduga korban melakukan bunuh diri karena percintaan yang tidak disetujui orang tuanya. 'Kesabaran j#ncok ku tunggu kedatanganmu jam 11.00 wib, didunia bukan tentang permainan tapi tentang keseriusan'. Kemudian di baliknya ada tulisan 'Apa gunanya ketulusan jika ada penghianatan, 2 tahun mungkin jika aku pergi semua kan memgerti'.[her/ito]

Tag : gantung, diri, ngasem, dukohkidul


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat