21:00 . Mahasiswa IKIP Bojonegoro Ciptakan Aplikasi Android untuk Media Pembelajaran   |   20:00 . BPJS Kesehatan Gelar Media Gathering Bersama Awak Media   |   18:00 . Jabat Sebagai Rektor UNUGIRI, Gus Arif Prioritaskan Konsolidasi Internal   |   17:00 . Peduli Korban Longsor, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Berikan Bantuan   |   16:00 . Ini Target Produksi Migas Asset 4 Field Cepu   |   15:00 . Begini Tahapan dan Syarat Menjadi Donor Plasma Konvalesen   |   14:00 . PMI Bojonegoro dan Stakeholder Rakor Terkait Plasma Konvalesen, ini Hasilnya   |   13:00 . Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Bengawan Solo Gendungarum   |   12:00 . Banyak Hoaks Covid-19, Masyarakat Harus Saring Informasi   |   11:00 . Hujan Deras Disertai Angin Sebabkan Banjir dan Kantor Kecamatan Rusak   |   10:00 . Bupati Bojonegoro Lantik 15 Pejabat   |   09:00 . 12 Pejabat Pemkab Bojonegoro akan Divaksin Pertama   |   08:00 . 6 Pegawai Positif, Minggu Depan Pengadilan Agama Tutup   |   07:00 . Gejala dan Tips Cara Mengatasi Pilek pada Bayi   |   06:00 . Sudah Divaksin Tetapi Bisa Positif Covid-19   |  
Thu, 28 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tak Ada Pemasukan, Perawatan Wahana Wisata Pakai Dana Tahun Lalu

blokbojonegoro.com | Tuesday, 21 July 2020 19:00

Tak Ada Pemasukan, Perawatan Wahana Wisata Pakai Dana Tahun Lalu

 

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com - Meski memasuki masa adaptasi kebiasaan baru di masa Pendemi Covid-19, tempat wisata di Bojonegoro belum dibuka. Oleh sebab itu, perawatan tempat wisata selama pandemi ini menggunakan dana hasil anggaran sisa tahun 2019 lalu. Seperti  Wisata Waduk Grobongan (WWG) yang berada di Desa Bendo, Kecamatan Kapas.

"Sejak pandemi tidak ada pemasukan penghasilan di WWG ini," ucap Pengelola WWG Desa Bendo Kecamatan Kapas, Udin.

Udin mengungkapkan meski WWG ditutup sejak pandemi Covid 19, namun tempat wisata ini juga butuh perawatan, agar saat dibuka nanti WWG tetap nyaman dikunjungi oleh wisatawan.

"Sedangkan, selama ini untuk biaya perawatan diambilkan dana sisa hasil anggaran pengelolaan tahun 2019 lalu," ucap Udin kepada blokBojonegoro.com.

Jika hari normal, setiap minggu tempat WWG mampu memberi pemasukan sekitar 1 juta lebih dari tiket penjualan pintu masuk. Namun sejak ditutupnya tempat wisata akibat pandemi Covid 19 otomatis tidak ada pemasukan lagi.

"4 bulan WWG ini tidak pemasukan," kata Udin.

Di tempat wisata lain, yakni Wisata Agro Kebun Belimbing yang berada di Desa Ngringin Rejo, Kecamatan Kalitidu juga masih belum dibuka. Meski begitu, pedagang belimbing tetap menjual belimbing di tepi jalan besar.

"Sejak pandemi Covid 19 ini memang Wisata Agro Kebun Belimbing ditutup," Kata Kepala Desa Ringin Rejo, Sri Wigati.

Dengan begitu, pemasukan dari wisata agro selama ini otomatis nihil. Meski begitu, para penjual buah belimbing berinisiatif tetap berjualan hanya saja dalam penjualan tersebut secara online atau menggelar lapak di tepi jalan raya.

"Saat ini, wisata agro ini juga tengah mempersiapkan semua protokol kesehatan, bila mana sewaktu-waktu sudah diberikan izin untuk membuka wisata ini," pungkas Sri Wigati kepada blokBojonegoro.com.[saf/lis]

Tag : Wisata, kebun, belimbing


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat