08:00 . Warga Kedungadem Nekat Bunuh Diri Masuk Sumur   |   07:00 . Punya Penyakit Penyerta, Apakah Harus Tetap Vaksinasi Covid-19?   |   06:00 . Tambah 4 Kota/Kabupaten di Jatim yang Terapkan PPKM   |   23:00 . Bertekad Kembangkan Lembaga, Siapkan Siswa Mengabdi di Masyarakat   |   22:00 . Aklamasi, Ketua Terpilih Siapkan Pengusaha Muda Baru   |   20:00 . Penerimaan PPPK Tahun 2021 Dibuka dengan 3 Kali Tes   |   19:30 . Sehari Bersama Dea Miswa, Gadis Peternak Kambing   |   19:00 . Disiplinkan Penerapan Prokes Satgas Covid-19 Tindak 17 Pelanggar   |   18:00 . Arumi Dampingi Wagub Jatim Suntik Vaksin Covid   |   17:00 . Menjaga Keselamatan Rakyat Jadi Prioritas Pemerintah Menangani Pandemi   |   16:00 . Butuh Karangan Bunga? BloKembang Hadir Lebih Modis   |   15:00 . Klaim Santunan Jasa Raharja Tahun 2020 Turun   |   14:00 . Pemerintah Berkomitmen Perluas Ruang Lingkup Vaksinasi   |   13:00 . Tercapainya Herd Immunity, Tujuan Program Vaksinasi   |   12:00 . HIPMI Bojonegoro Perkuat Organisasi dan Sinergi dengan Pemkab   |  
Sat, 16 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tertimbun Tanah Hampir 38 Jam, Warga Megale Ditemukan Meninggal

blokbojonegoro.com | Tuesday, 21 July 2020 12:00

Tertimbun Tanah Hampir 38 Jam, Warga Megale Ditemukan Meninggal

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Seorang warga tertimbun tanah saat membuat sumur. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Korban baru berhasil dievakuasi setelah tertimbun tanah hampir selama 38 jam.

Korban adalah Seki (48) warga Desa Megale, Kecamatan Kedungadem. Saat itu korban tengah membuat sumur di Desa Tlogohaji, Kecamatan Sumberrejo bersama dua rekannya di halaman rumah Supriyanto.

"Korban ditemukan meninggal dunia, karena tertimbun tanah," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Nadief Ulfia, Selasa (21/7/2020).

Sebelum tewas tertimbun, saat itu korban bersama 3 orang rekannya tengah membuat sumur dengan kedalaman 9 meter. Namun nahas, diduga karena tanah di sekitar lokasi labil sehingga ambrol dan menimbun korban.

Dalam proses evakuasi korban, satu alat berat diterjunkan untuk menggali tanah di lokasi tempat kejadian. Namun, kondisi tanah yang labil dan longsor saat dilakukan penggalian, membuat tim SAR kesulitan dalam proses evakuasi.

"Akhirnya jenazah korban berhasil dievakusi dan dibawa ke rumah duka," lanjut Nadief Ulfia.

Sementara itu, Kades Tlogohaji, Mualim mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/7/2020) pukul 15.30 Wib. Saat itu korban telah selesai memasang 18 buah septic tank di dalam tanah sedalam 9 meter. Kemudian dia naik ke atas, sayangnya tanah mendadak masuk di sela-sela deker hingga mengubur korban.

"Sebetulnya korban sudah selesai memasang deker (septic tank). Kemudian ia naik ke atas tapi septic tank yang paling bawah goyah, sehingga tanah masuk di sela-sela septic tank tersebut dan langsung mengubur seluruh badan korban," jelasnya di tempat kejadian perkara (TKP).

Melihat kejadian tersebut, dua rekan kerjanya bersama warga yang lain langsung menolong dengan cara melemparkan tali tambang ke dalam sumur. Namun upaya itu gagal karena korban tidak menarik tali tersebut. [din/mu]

Tag : Korban, tertimbun tanah


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat