09:00 . 341 Pasien di Jatim Sembuh, 242 Kasus Baru   |   08:00 . Pasien Sembuh di Bojonegoro 3 Orang, Tambahan 4 Positif Covid-19   |   07:00 . 5 Alasan Memarahi Anak di Tempat Umum Pantang Dilakukan   |   06:00 . Jalan Mulus Kado Hari Jadi Bojonegoro   |   05:00 . Kampung KB Tanggap Covid-19 Dilaunching   |   23:00 . Adu Serangan, Laga Persahabatan Sepakbola FPKT Balen Tantang Gemini FC   |   22:00 . Silaturahim ke Mapolda, AMSI Jatim Bersinergi Lawan Hoax Terlebih saat Pandemi Covid-19   |   21:00 . Proses Pembangunan Jembatan KaRe dalam Tahap Pengajuan Rekomteks   |   20:30 . Bio Farma Siap Produksi Vaksin 17 Juta per Bulan   |   20:00 . Liga 3 Jatim Ditiadakan, Bojonegoro FC Fokus Kompetisi Tahun Depan   |   19:30 . Presiden Ingatkan Antisipasi Lonjakan Covid saat Libur Panjang   |   19:00 . Bupati Pimpin Prosesi Persemayaman Api Abadi HJB   |   18:30 . Positif Covid, Harus Melakukan Apa?   |   18:00 . Ibu Hamil Harus Sehat Saat Pandemi   |   17:00 . Pembeli Dan Pedagang di Pasar Bojonegoro Patuhi Prokes Gunakan Masker   |  
Tue, 20 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 25 July 2020 16:00

Pengrajin Gerabah Lakukan Berbagai Persiapan

Pengrajin Gerabah Lakukan Berbagai Persiapan

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Dampak pandemi virus corona (covid-19) yang melanda Indonesia, bahkan dunia juga berimbas pada sektor wisata di kabupaten bojonegoro, salah satunya wisata edukasi gerabah yang berada di Desa Rendeng, Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro. Wisata yang biasanya sangat ramai pada waktu hari-hari biasa ini, kini menjadi sepi dan berakibat terhadap ekonomi masyarakat setempat yang memang mayoritas adalah perajin gerabah.

Namun seiring dengan adanya wacana penerapan tatanan baru atau new normal, masyarakat Desa Rendeng khususnya para perajin gerabah mulai mempesiapkan diri guna menyambut new normal tersebut.

Kepala Desa Rendeng, Muslih mengatakan menjelang pelaksanaan new normal, ia bersama dengan para pengrajin telah melakukam sejumlah persiapan, di antaranya dengan menyediakan hand sanitizer, tempat cuci tangan bagi para pengunjung, pengadaan sejumlah fasilitas antara lain tempat parkir yang memadahi, lokasi swafoto (selfie) dan area food court atau pujasera yang sedang proses pembangunan.

"Kita telah melakukan beberapa persiapan dengan akan diberlakukanya era new normal ini untuk wisata, sehingga dengan harapan bisa kebali beroroprasi lagi seperti semula dan ekonomi masyarakat bisa kembali normal lagi," ujar Muslih.

Selama pandemi covid-19 yang berdampak terhadap penutupan wisata ditempatnya, turut berdampak terhadap ekonomi masyarakat Rendeng. Alhasil, warga di desanya hanya bergantung dari segi pertanian dan itupun saat ini tanaman padi warga banyak yang diserang hama, sehingga sebagian terancam gagal panen.

Oleh karena itu, Muslih berharap pandemik covid-19 ini segera berakhir dan masyarakat yang sehari-hari bekerja membuat gerabah, dapat kembali memasarkan hasil karyanya.[din/ito]

 

Tag : Rendeng, malo, Bojonegoro, wisata


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat