21:00 . Hingga Awal Agustus, Inilah Progres Pembangunan Jalan di Bojonegoro   |   20:00 . 3 Sembuh, Tambahan 2 Positif Covid-19   |   19:00 . Akomodir Milenial, Bu Mit Agandakan Silaturrohimi Para Tokoh   |   17:00 . Adaptasi New Normal, Bus Donor Darah UDD PMI Sudah Beroperasi   |   16:00 . Santunan Korban Cacat Jasa Raharja Menempati Posisi Paling Rendah   |   15:00 . Aklamasi, Srikandi Tambakrejo Kembali Nahkodai Partai Beringin   |   13:00 . Yuk Belajar Ala Millenial di Taman Kunto Wijoyo Mojodeso   |   12:00 . Anggota DPR RI serta Kementerian Kelautan dan Perikanan Singgah di Taman Kalianyar Mumbul   |   11:00 . PMI Bojonegoro Kirim 50 Kantong Darah untuk Korban Ledakan   |   10:00 . Pertamina Siap Distribusikan 35 Ribu Paket Konverter Kit untuk Nelayan & Petani   |   09:00 . Digrebek saat Asyik di Kamar Kos, 3 Orang Berstatus Menikah   |   08:00 . Bikin Ketawa, Petugas Bujuk Seorang Wanita Diduga Depresi   |   07:00 . Yuk, Lakukan 6 Rutinitas Pagi demi Hari yang Produktif dan Tak Lesu   |   22:00 . Pertegas Nasib Persibo, Curva Nord Bakal Gelar Aksi   |   21:00 . Sembuh 1 Orang, 4 Orang Terkonfirmasi Positif   |  
Fri, 07 August 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 30 July 2020 07:00

Bagaimana Kadar Gula Darah Tinggi Bisa Sebabkan Penyakit Jantung?

Bagaimana Kadar Gula Darah Tinggi Bisa Sebabkan Penyakit Jantung?

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Kadar gula darah tinggi tak hanya bisa menyebabkan penyakit diabetes tipe 2.

Lebih dari itu, kandungan gula dalam darah yang tinggi dan dibiarkan tidak terkontrol faktanya dapat pula meningkatkan risiko penyakit jantung.

Melansir Buku Bebas Diabetes Tipe 2 Tanpa Obat (2012) oleh Lanny Lingga, PhD, kadar gula darah yang tinggi akan memicu kerusakan arteri (aterogenik) yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner.

Kerusakan arteri oleh gula berlangsung melalui beberapa mekanisme.

Gula meningkatkan rasio kolesterol jahat (LDL) terhadap kolesterol baik (HDL), memicu penggumpalan darah, dan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.

Penyakit jantung koroner diawali dengan penggumpulan darah di pembuluh darah mikro.

Level gula yang tinggi menciptakan radikal bebas yang mempercepat proses kerusakan pembuluh darah.

Serangan jantung bisa jadi akan dialami oleh penderita diabetes tipe-2 jika resistensi insulin yang dialaminya kian parah.

Pasalnya, “sepak terjang” insulin dalam merusak pembuluh darah tidak kalah gesit dibanding dengan radikal bebas yang dihasilkan oleh oksidasi gula.

Kondisi inilah yang menjadi alasan mengapa pemilik kadar gula darah tinggi terlebih yang telah menderita penyakit diabetes mellitus tipe-2 lebih rentan mengalami serangan jantung dibanding mereka yang memiliki kadar gula darah normal, termasuk penderita diabetes tipe 1.

Semakin lama gula darah tinggi dibiarkan, kian berbahaya

Melansir NIH, seiring berjalannya waktu, kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang mengendalikan jantung.

Kerusakan yang disebabkan, antara lain yakni terjadinya penumpukan lemak akibat kolesterol atau plak yang disebut dengan aterosklerosis.

Semakin lama seseorang membiarkan kondisi ini, maka kian tinggi pula kemungkinan mereka terkena penyakit jantung.

Penyakit jantung pada pengidap gula darah tinggi disebut sebagai “serangan jantung hening”.

Hal ini dikarenakan, mereka mungkin saja tidak mengalami gejala-gejala penyakit jantung pada umumnya, seperti rasa sakit di dada yang menjalar sampai ke lengan, bahu, leher, rahang, dan bahkan punggung.

Selain itu, pengidap hiperglikemia yang sudah mengarah pada penyakit diabetes sering pula kesulitan untuk mengenali atau membedakan gejala penyakit lain yang muncul.

Oleh sebab itu, pertolongan pada pengidap gula darah tinggi sering terlambat diberikan. Kondisi ini jelas riskan karena bisa berakibat fatal.

Melansir Health Line, penyakit jantung adalah penyebab kematian yang paling umum terjadi pada pengidap diabetes, bersama stroke.

Orang dewasa dengan diabetes hampir dua kali lebih mungkin meninggal akibat penyakit jantung atau stroke dibandingkan dengan orang tanpa diabetes.

Maka dari itu, sangat penting bagi siapa saja untuk rutin mengecek kadar gula darah agar terhindar dari konsisi hiperglikemia hingga diabetes.

Langkah tersebut menjadi salah satu upaya awa; untuk membantu menurunkan peluang Anda terkena penyakit jantung maupun stroke.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 20 July 2020 23:00

    Ultah 9 Tahun blokBojonegoro.com

    Inilah Juara Video Pendek New Normal

    Inilah Juara Video Pendek New Normal Sebanyak 50 video telah naik di saluran youtube blokBojonegoroTV sebagai peserta lomba video pendek dalam rangka 9 tahun blokBojonegoro.com....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat