11:00 . Selama Pandemi, Laju Penjualan Toko Buku Ini Tetap Stabil   |   10:00 . Kebakaran Ludeskan Rumah Warga Gondang   |   09:00 . Jumlah Pendonor Darah di UDD PMI Bojonegoro 2020 Menurun   |   07:00 . Meski Divaksin, Orang Masih Bisa Tularkan Virus Corona?   |   05:00 . 34 Pasien di Bojonegoro Sembuh, Kasus Baru Tambah 16 Orang   |   17:00 . Imunisasi saat Pandemi? Jangan Ditunda   |   16:00 . Hadir di Pelantikan IMM, Komisi C Bahas Masalah Pembelajaran Daring   |   15:00 . Pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bojonegoro Resmi Dilantik   |   14:00 . Satgas Minta Tokoh Muda Ajak Kaum Milenial Sukseskan Vaksinasi   |   13:00 . Mengantisipasi Masuknya Varian Baru, Pintu Masuk Luar Negeri Diperketat   |   12:00 . Satgas Kedepankan Edukasi Masyarakat Manfaat Vaksinasi   |   11:00 . Perhutani Bersama CEC Bojonegoro Tanam Bibit Durian, Alpukat dan Kayu Putih   |   10:00 . Kesembuhan Pasien Nasional Bertambah Menjadi 718.696 Orang   |   09:30 . Bertekad Kembangkan Lembaga, Siapkan Siswa Mengabdi pada Masyarakat   |   09:00 . Turun Rp3.000 di Akhir Pekan, Harga Emas Dibanderol Rp940.000   |  
Sun, 17 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Warga Masih Pilih Cuci Jerohan Kurban di Bengawan

blokbojonegoro.com | Friday, 31 July 2020 12:00

Warga Masih Pilih Cuci Jerohan Kurban di Bengawan

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Saat hari raya Idul Adha atau lebaran kurban, umat muslim di seluruh dunia melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Tentu selain daging yang akan dibagikan kepada fakir miskin, jerohan (organ dalam) hewan kurban juga turut sekalian dibagi.

Alhasil panitia penyembelihan harus membersihkan terlebih dahulu jerohan sebelum diterima oleh warga.

Beberapa warga memilih membersihkan organ dalam hewan kurban di Bengawan Solo, meski saat kemarau air bengawan berwarga cokelat kehitaman. Seperti yang dilakukan warga yang ada di wilayah Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro.

Dari pantauan blokBojonegoro.com, di bawah jembatan kaliketek, tampak air Bengawan Solo berwarna keruh dan warga tetap mencuci jerohan di sungai terpanjang di pulau jawa ini.

Salah seorang warga asal Banjarejo, Rafael berujar, momen cuci jerohan korban sudah menjadi kebiasaan warga tiap Idul Adha.

"Sudah biasa setiap moment Idul Adha. Selesai menyembelih kurban pasti mencuci jerohan di bengawan," ucapnya.

Ia juga berimbuh, alasan warga mencuci jerohan kurban di bengawan solo karena air mengalir dan tentu bisa mengurangi bau amis, berbeda apabila dicuci di lingkungan warga.

"Ya karena airnya mengalir, sekaligus supaya tidak berbau amis. Jadi warga pilih bengawan solo," pungkasnya. [liz/mu]

Tag : kurban, hewan kurban, idul adha, cuci jerohan, bengawan solo


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat