12:00 . Terjaring Razia, 40 Orang Disidang di Pengadilan   |   11:00 . Normalisasi Sungai, Bangunan Liar Ditertibkan   |   10:00 . Diknas Gelar Lomba Geguritan   |   09:00 . Langkah Cepat Dinas Pertanian Dikawal Kodim Bojonegoro Dalam Membantu Petani   |   08:00 . Kena Benang Layangan, Warga Selamatkan Burung Hantu Tersangkut Tower   |   07:00 . Ikuti 3 Tips Ini untuk Mengusir Mood Kamu yang Buruk   |   22:00 . RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Peringati WPSD   |   21:00 . 3 Orang Sembuh, Tambahan 3 Positif Covid-19   |   20:00 . Kondisi Membaik, Burung Hantu Dilepaskan   |   19:00 . Heboh...! Burung Hantu Tersangkut Tower   |   18:00 . Puluhan Ribu Nomor Ponsel Siswa dan Guru Diajukan Bantuan Kuota Internet Gratis   |   17:00 . Heboh....Burung Hantu Tersangkut di Tower   |   16:00 . Open Tembakau di Temayang Terbakar, Kerugian Capai Rp10 Juta   |   15:00 . Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati   |   14:00 . Monitoring Bakesbangpol, Wabup: Pembinaan Ormas di Bojonegoro Sangat Penting   |  
Fri, 18 September 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 10 August 2020 17:00

Inovatif, Sulap Buah Salak Jadi Varian Kuliner

Inovatif, Sulap Buah Salak Jadi Varian Kuliner

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Salak pondoh, salak madu, salak condet hingga salak bali, tentu anda sangat familiar dengan nama-nama salak tersebut, bukan? 

Buah ini mudah sekali kita dapati baik dari penjual pick up pinggir jalan, pasar tradisional hingga supermarket. 

Di Bojonegoro dikenal ada desa sentra salak, yakni Desa Wedi, Kecamatan Kapas. Masyarakat di desa ini tidak hanya membudidayakan salak, tapi juga berinovasi dengan menjadikannya berbagai varian kuliner. Bahkan, salak juga diracik menjadi ramuan obat herbal tradisional. 

Salah satu pembudidaya salak, Retno Wulandari, atau akrab disapa mbak Wulan mengaku telah tiga tahun berkecimpung pada pemanfaatan salak menjadi kuliner hingga ramuan herbal. 

Buah salak disulap menjadi asinan salak, madu mongso salak, roll cake salak, cookies salak, kurma salak, brownies salak hingga ramuan herbal dari biji salak. 

"Ide ini awalnya bermula dari saking banyaknya kebun salak di sekitar Wedi, apabila hanya menunggu musim panen pastinya lama. Jadi berinisiatif produksi kuliner hingga herbal dari bahan dasar salak, usaha ini sudah berjalan dari tahun 2017. Variannya dari asinan, kurma salak hingga herbal untuk obat darah tinggi," jelas Mbak Wulan. 

Wulan menambahkan, untuk setiap produk kuliner dan herbal dari olahan salak yang dijual harganya pun bervariasi mulai harga Rp5.000 hingga Rp20.000.

"Untuk penjualan produk kulinernya tidak semuanya bersifat ready atau tersedia setiap saat. Terlebih lagi kurma sebab terkendala musiman, dan untuk pemilihan salaknya pun harus sesuai kualitas," ujarnya.

Sedangkan untuk brownies serta roll cake untuk pemesanan menggunakan sistem pre order atau pesan satu hari sebelumnya, karena makanan basah. Sementara produk kuliner seperti asinan maupun herbal lain tersedia kapan pun konsumen inginkan. 

Ibu dari tiga anak ini mengaku, ia memproduksi kuliner dan herbal tradisional dari bahan dasar salak ini tidak serta merta hanya untuk keuntungan pribadi saja. 

"Tiga tahun ini saya tidak hanya fokus produksi mamin dari bahan baku salak saja, tetapi suatu ketika pernah ada puluhan komunitas dan instansi yang turut bergabung untuk berbagi ilmu di tempat saya. Dengan harapan ilmu ini bisa ditoreh semua kalangan," pungkasnya. [liz/lis]

 

Tag : Salak, kuliner


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat