18:00 . IAI Sunan Giri Kukuhkan 277 Wisudawan dengan Dua Sesi   |   17:30 . Mengapa Vaksinasi Covid 19 Diperlukan ?   |   17:00 . LDII Ingin Bersinergi Majukan Bojonegoro   |   16:30 . Tetap Patuh Prokes, PW Fatayat NU Jatim Visitasi ASIFA PC Fatayat Bojonegoro   |   16:00 . Pasca Viral, Sehari Soto Seribuan Laku Hingga Ratusan Porsi   |   15:00 . Selamat PWI Jatim Luluskan 17 Wartawan Berkompeten   |   14:00 . Antusias, 52 Grup Bersaing Jadi Pemenang   |   13:00 . Bojonegoro Green Taman Kota Indah dan Cantik   |   12:00 . Berkelok-kelok Jalan Mulus Pelosok Desa   |   11:00 . Satgas Covid-19 Ingatkan Pengalaman Libur Panjang untuk Dijadikan Pelajaran   |   10:30 . Presiden BEM Unirow Ajak Masyarakat Jangan Sepelekan Covid-19   |   10:00 . Kesembuhan Pasien Covid-19 Nasional Terus Meningkat Menjadi 437.456 Orang   |   09:00 . Apa Saja Kandungan Vaksin?   |   08:00 . Ilatifa Fahira Putri, Merintis Usaha Saat Sibuk Skripsi.   |   07:00 . Agar Anak Tetap Aktif, Ini Deretan Kegiatan Seru yang Bisa Dilakukan di Rumah   |  
Sat, 28 November 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 29 August 2020 19:00

Balita di Purwosari Meninggal

Datangi Rumah Duka, DPRD Minta Evaluasi Menyeluruh Layanan Kesehatan

Datangi Rumah Duka, DPRD Minta Evaluasi Menyeluruh Layanan Kesehatan

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Pasca meninggalnya balita bernama Sheva asal Desa/ Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, menjadi perhatian khusus banyak pihak saat viral di sosial media. Termasuk Maftukhan anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro meminta evaluasi menyeluruh layanan kesehatan.

Hal itu dikatakan anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Maftukhan. Politisi asal Kecamatan Purwosari itu menuturkan, sebenarnya ia sudah mendengar kabar tersebut sebelum viral di sosial media.

"Saya sudah mendengar sebelumnya (sebelum viral di twiter). Langsung memintai keterangan pemerintah desa asal balita dan puskesmas Purwosari," kata Maftukhan, Sabtu (29/8/2020).

Menurutnya, jangan ada saling menyalahkan dan menyudutkan, namun kejadian ini menjadi pembelajaran bersama agar tidak terulang. "Harus dievaluasi menyeluruh, dicari kebenarannya dan dikasih sanksi yang tegas agar tidak terulang lagi dan kedepannya bisa lebih baik lagi pelayanannya," terang alumni Unair Surabaya itu.

Meskipun pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan sudah melakukan investigasi, serta mendatangi rumah duka. "Perlu ada langkah kongkrit, kalau salah disanksi. Jika prestasi diberikan reward," ungkap politisi Partai Gerindra asal Kecamatan Purwosari itu.

Ditambahkan, anggota DPRD utamanya Komisi C yang membidangi kesehatan berencana akan sidak ke lapangan. Termasuk hearing bersama untuk memastikan kebenaran peristiwa meninggalnya balita asal Purwosari, yang diduga kelalaian tenaga medis.

Kedatangannya ke rumah duka, ia mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya adik Sheva. "Semoga keluarga yang ditinggalkan bisa sabar dan mengikhlaskannya. Keluarga berharap tidak terulang kembali kejadian seperti yang dialami keluarga Sheva," pungkasnya. [zid/ito]

Tag : dprd, bojonegoro, purwosari


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat