14:00 . Peringatan HSN, Santri Harus Patuhi Prokes   |   13:30 . 3 Wajib Melawan Covid-19 (Iman, Aman dan Imun)   |   13:00 . 5 Awak Media Di Bojonegoro Ikuti Workshop Virtual Anugerah Jurnalistik BPJS Kesehatan 2020   |   12:00 . Hari Santri IPNU-IPPNU PAC Tambakrejo Nobar Film Sang Kyai   |   11:00 . Peringati Hari Santri, Panitia Ujian Perangkat Desa Pakai Sarung dan Peci   |   10:00 . 597 Peserta Ikut Ujian Perangkat Desa di Balen   |   09:00 . Peringati HSN, Satlantas Polres Dukung Prokes di Pondok Pesantren   |   08:00 . 315 Pasien di Jatim Sembuh, 327 Kasus Baru   |   06:00 . Berawal dari Hobi, Gadis Ini Selami Dunia Literasi   |   05:00 . Jumlah Sembuh dan Tambahan Baru di Bojonegoro Masing-masing 6 Orang   |   04:00 . Pasien Sembuh dari Covid-19 di Indonesia Bertambah Menjadi 297.509 Orang   |   22:00 . Libur Panjang Rawan Tambahan Kasus Baru   |   21:00 . EMCL Serah Terimakan 1.250 Pohon ke DLH Bojonegoro   |   20:00 . Dua Desa Ikuti Lomba Keterbukaan Informasi Publik 2020   |   19:00 . Lebihi Target, Pencetakan KPP Capai 33.300 Keping   |  
Thu, 22 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 06 September 2020 11:00

Mbah Bi, Perajin Tikar Pandan Tak Lekang oleh Zaman

Mbah Bi, Perajin Tikar Pandan Tak Lekang oleh Zaman

 

Kontributor : Herman Bagus

blokBojonegoro.com -  Saat ini tikar pandan jarang ditemui di pasaran. Meski begitu, hal itu tak membuat para perajin tikar dari bahan daun berduri itu pensiun. Terbukti,  kerajinan tikar anyaman pandan masih ditekuni Rebi (62) warga Desa Sengon, Kecamatan Ngambon, Bojonegoro.

Meski tak lagi muda, ia masih cekatan menganyam potongan-potongan daun pandan liar untuk dijadikan tikar. Dia termasuk ahli membuat tikar secara tradisional di desanya,

Saat tim blokBojonegoro.com mengunjunginya, Mbah Bi sedang asyik menganyam pandan.  Dia memanfaatkan waktu luang di tengah kesibukannya bertani di sawah.  Bahan utama tikar yang  dia buat adalah pandan besar yang mudah dicari di sekitar hutan dekat dengan rumahnya. Untuk memproses pandan butuh seutas senar berguna sebagai alat membuang duri-duri pandan. 

Mbah Bi mengaku, ilmu membuat tikar didapatkan dari nenek moyangnya yang  diwariskan secara turun-menurun.Beliau pun sudah sejak dari kecil mempelajarinya dan sekarang telah mahir. 

"Cara membuat tikar sangat sederhana pertama ambil beberapa helai pandan kemudian buang durinya dengan menggunakan senar dan dipotng menjadi beberapa helai kecil, setelah pandan agak layu dianyam, saat sudah menjadi anyaman yg berbentuk persegi panjang pinggir-pinggirnya dijahit juga dengan menggunakan pandan kemudian dijemur dibawah terik matahari," jelas nenek yang biasa di sapa Mbah Bi itu.

Biasanya pandan akan kering kurang lebih tiga hari jika cuaca panas. Perlu keterampilan khusus untuk membuat tikar pandan ini dan tidak semua orang bisa melakukannya karena memang  agak susah untuk orang awam.

Mbah Bi dalam sehari bisa membuat 3 sampai 4 tikar, dan harga tikar tradisional ini cukup hanya merogoh kocek Rp25.000. "Alhamdulillah bisa buat tambahan biaya untuk sehari-hari," ucapnya. 

Akan tetapi sayang beribu sayang saat ini tikar tradisional telah kalah bersaing dengan tikar modern buatan pabrik yang jauh lebih menarik dan awet. Memang tradisi ini perlu dilestarikan agar budaya membuat tikar tradisional tak lekang oleh zaman. [her/lis]

Tag : Tikar, pandan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat