21:00 . Pelaksanaan PTM Terbatas SMA-SMK di Bojonegoro Dinilai Lancar   |   20:00 . Tiga Pilar di Bojonegoro Terus Optimalkan 3T Saat Pandemi Covid-19   |   19:00 . Tiga Pekerja Migran Bojonegoro Dipulangkan Usai Karantina di Surabaya   |   18:00 . Rental Novel dan Komik Ini Masih Bertahan di Tengah Digitalisasi   |   17:00 . Telat Cutting, Ruas Kumpulrejo-Bendo Bentuk Pola Retak   |   16:00 . Kupas Tuntas Cara Berlaboratorium yang Baik Bersama Prodi Farmasi UNU Sunan Giri Bojonegoro   |   15:00 . Targetkan Rampung November, Proyek Jargas di Bojonegoro Capai 70 Persen   |   14:00 . Tahap Akhir Pengerjaan, Bendungan Gongseng Mulai Dilakukan Pengisian Awal   |   13:00 . Konferwil IPNU Jatim di Bojonegoro Usung Tema Akselerasi Pelajar   |   07:00 . Benarkah Berjalan 10.000 Langkah Bisa Menurunkan Berat Badan? Begini Faktanya   |   18:00 . Petani Toge Desa Talok, Omzet Jutaan, Ciptakan Lapangan Kerja Bagi   |   17:00 . Mapping dan Konseling Anggota Polres Bojonegoro di Masa Pandemi Covid-19   |   16:00 . 2 Bulan, Ada 9 Peristiwa Kebakaran Akibat Ulah Orang Tak Bertanggung Jawab    |   15:00 . Catat...! Ini Jadwal Tes SKD CASN di Bojonegoro   |   14:00 . 10 Karya Terbaik Akan Mendapatkan Piagam Penghargaan   |  
Thu, 23 September 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Balita di Purwosari Meninggal

Hearing DPRD, Dinkes Cabut Izin Bidan dan Rumahkan Pegawai Puskesmas

blokbojonegoro.com | Tuesday, 08 September 2020 17:00

Hearing DPRD, Dinkes Cabut Izin Bidan dan Rumahkan Pegawai Puskesmas

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Meninggalnya balita di Desa/Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Namun setelah melakukan evaluasi secara komperhensif Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro telah memberikan tindakan, akibat dugaan kesalahan yang dilakukan petugas.

Hal itu disampaikan saat rapat kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro bersama Dinkes, di ruang Komisi C DPRD, Selasa (8/9/2020). Setelah Rahma Sheva Kamilia, balita berusia sekitar 5 bulan meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro yang sempat ke rumah duka, Maftukhan mengakui saat rapat kerja terkait Perubahan APBD 2020, Komisi C yang membidangi masalah kesehatan sengaja mempertanyakan perkembangan kejadian meninggalnya balita di Desa Purwosari yang sempat menjadi viral dan mengundang sorotan dari banyak pihak.

"Kami serius mengawasi setiap layanan kesehatan di Bojonegoro, agar tidak terulang lagi kejadian itu. Ibu Kepala Dinkes sudah menyampaikan kalau memberian punishment kepada petugas," kata Maftukhan.

Politisi Partai Gerindra itu meskipun menyesalkan adanya kejadian tersebut, namun mengapresiasi keseriusan Dinkes yang telah memberikan sanksi petugasnya. Dari penjelasan Ibu Ani Pujiningrum (Kepala Dinkes Bojonegoro), yang disampaikan pada rapat kerja internal, menurut Maftukhan, telah diberikan sanksi kepada bidan desa dan perawat puskesmas yang saat itu menerima pasien.

"Kalau Bidan Desa, Dinas Kesehatan Bojonegoro telah membekukan surat izin bidan (SIB) selama empat bulan atau Desember 2020, karena ada beberapa kewenangan yang dilanggar. Sedangkan bagi perawat yang berjaga di Puskesmas Purwosari pada saat kejadian telah dirumahkan karena tidak peka terhadap kondisi pasien yang mengalami dehidrasi," terang politisi asal Kecamatan Purwosari itu.

Menurut alumni Unair Surabaya itu, Dinkes juga telah meminta kepada organisasi profesi yang menaungi bidan, perawat, dan dokter untuk melakukan pembinaan agar mereka bertanggungjawab dan paham terhadap profesi yang dijalankannya. Harapannya peristiwa tersebut menjadi pembelajaran dan evaluasi bagi Dinas Kesehatan dan jajarannya dalam memberikan pelayanan di semua fasilitas kesehatan yang ada di Bojonegoro.

Serta Dinas Kesehatan juga harus memberikan reward kepada tenaga kesehatan yang memiliki prestasi. "Kita mengapresiasi tindakan yang dilakukan Dinkes, tidak hanya memberikan sanksi, tapi juga melakukan evaluasi secara menyeluruh dan akan meningkatkan  SDM tenaga kesehatan," imbuhnya usai rapat.

Sementara itu Kepala Desa Purwosari, Umi zumrotin mengungkapkan, meninggalnya Balita di Purwosari ini menjadi sebuah pembelajaran yang sangat berarti buat kita semua dalam peristiwa tersebut. Kita harus menjadi pelayan yang baik bagi masyarakat, apalagi hal tersebut berkaitan dengan hal hal yang urgent dalam hal ini berkaitan dengan kesehatan.

"Semoga dengan ada kejadian ini bisa menjadi bahan evaluasi, agar kedepannya bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat tanpa memandang apapun terhadap masyarakat tersebut," tuturnya. [zid/ito]

Tag : dprd, dinkes, bojonegoro, puskesma



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 August 2021 20:00

    HMP PIAUD Unugiri Dukung Pemenuhan Hak Anak Usia Dini

    HMP PIAUD Unugiri Dukung Pemenuhan Hak Anak Usia Dini Semarak HUT RI ke-76 masih menyelimuti jiwa-jiwa pendidik millenial. Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HMP PIAUD) UNU Sunan Giri (Unugiri) turut meramaikan bulan kemerdekaan tersebut dengan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Monday, 02 August 2021 08:00

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter...

    read more