18:00 . Protokol Cek dan Ricek Cegah Penularan Virus Hoaks   |   17:00 . Gubernur Khofifah Ajak Donor Plasma Konvalesen   |   16:00 . Rumah Akikah di Desa ini, Satu Bulan Sembelih Kambing Sampai 170 Ekor   |   15:00 . Usulkan 1000 Formasi, 615 untuk CPNS dan 385 PPPK   |   14:00 . Tahun 2021, Pemkab Bojonegoro Anggarkan 18 Milyar untuk Santunan Kematian   |   13:00 . Warga Ngumpakdalem Gotong Royong Bangunkan Rumah untuk Disabilitas   |   12:00 . BUMDES Lohjinawe Sarangan Perkuat Ekonomi Desa Melalui UMKM   |   11:00 . 190 KM Jalan Cor dan 20 KM Jalan Aspal Bakal Dibangun Tahun Ini   |   10:00 . Santunan Korban Catat Tetap Jasa Raharja 2020 Menurun   |   09:00 . Tingkatkan Layanan Masyarakat, Kesra Gunakan Aplikasi SANDUK   |   08:00 . Begini Alur Pelayanan Vaksinasi Covid-19 di Fasilitas Kesehatan   |   07:00 . Penyebab dan Cara Mencegah Bau Badan, Biar Nggak Minder Saat Bergaul!   |   06:00 . Manfaat Vaksin COVID-19   |   05:00 . 21 Sembuh, Tambahan 23 Kasus di Bojonegoro dan 1 Meninggal   |   04:00 . 822 Pasien di Jatim Sembu, Kasus Baru Tambah 848 Orang   |  
Tue, 19 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wanita Asal Balen Ini, Produksi Pakaian hingga Sepatu Rajut

blokbojonegoro.com | Tuesday, 08 September 2020 13:00

Wanita Asal Balen Ini, Produksi Pakaian hingga Sepatu Rajut

 

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Kartini dulu dan zaman sekarang memang berbeda. Kartini dahulu memperjuangkan pendidikan bagi kaum wanita agar tidak menjadi tiyang wingking. 

Namun pada masa kini, perjuangan seorang wanita dituangkan dalam berbagai bidang usaha. Dan juga menghasilkan berbagai karya luar biasa. 

Seperti halnya, Firdausi Nuzula, wanita asal Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro yang sejak tahun 2 tahun silam tepatnya di tahun 2018 menggeluti usaha rajut.

Ia bercerita awal mulai menjalani usaha rajut bermula di tahun 2016 ketika dirinya masih berstatus sebagai Mahasiswa. Kala itu dia diwajibkan membuat usaha mandiri, hingga di tahun 2018 ia berani merekrut 1 hingga 2 tim.  Semakin berkembang, kemudian mulai memberanikan membuka reseller dengan modal utama Rp100.000.

"Awal mula karena tugas kuliah di tahun 2016. Dan akhirnya di tahun 2018 mencoba memulai usaha rajut dengan merekrut 1-2 tim, dengan modal Rp100.000," tutur perempuan asal Balen itu

Saat ditanya mengapa tertarik mengembangkan rajut? Ia berseloroh bahwa rajut itu simple. Baik bahan dan alat mudah dicari, terpenting bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun sesuai suasana hati. Selain itu, usaha rajut ini juga cocok untuk program pemberdayaan ibu-ibu di masyarakat.

"Tertarik rajut karena lebih simple. Terlebih bisa dilakukan di manapun dan kapanpun, selain itu cocok untuk program pemberdayaan Ibu-ibu," ucap wanita pemilik nama Nuzula ini. 

Untuk jenis rajutannya juga bervariasi, baik sepatu rajut, tas rajut, dompet rajut, konektor rajut hingga masker rajut. 

Selama merajut ia tak pernah menemukan kesulitan, hanya saja membutuhkan ketelatenan dan kesabaran ekstra untuk hasil yang memuaskan.

"Jenis rajutannya variasi dari baju, dompet hingga masker. Tingkat kesulitan tidak ada hanya butuh ketelatenan," tuturnya.

Untuk omzet yang ia peroleh dari hasil kreasi rajut hobi unik yang ia miliki, tentu bisa mencapai belasan juta dalam satu bulan. Hobi yang menarik bukan hingga menghasilkan omzet fantastis. [liz/liz]


Tag : Tas, baju, rajut


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat