12:00 . Terjaring Razia, 40 Orang Disidang di Pengadilan   |   11:00 . Normalisasi Sungai, Bangunan Liar Ditertibkan   |   10:00 . Diknas Gelar Lomba Geguritan   |   09:00 . Langkah Cepat Dinas Pertanian Dikawal Kodim Bojonegoro Dalam Membantu Petani   |   08:00 . Kena Benang Layangan, Warga Selamatkan Burung Hantu Tersangkut Tower   |   07:00 . Ikuti 3 Tips Ini untuk Mengusir Mood Kamu yang Buruk   |   22:00 . RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Peringati WPSD   |   21:00 . 3 Orang Sembuh, Tambahan 3 Positif Covid-19   |   20:00 . Kondisi Membaik, Burung Hantu Dilepaskan   |   19:00 . Heboh...! Burung Hantu Tersangkut Tower   |   18:00 . Puluhan Ribu Nomor Ponsel Siswa dan Guru Diajukan Bantuan Kuota Internet Gratis   |   17:00 . Heboh....Burung Hantu Tersangkut di Tower   |   16:00 . Open Tembakau di Temayang Terbakar, Kerugian Capai Rp10 Juta   |   15:00 . Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati   |   14:00 . Monitoring Bakesbangpol, Wabup: Pembinaan Ormas di Bojonegoro Sangat Penting   |  
Fri, 18 September 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 12 September 2020 12:00

Tilik Masjid Tertua di Bojonegoro, Dibangun Prajurit Mataram Islam

Tilik Masjid Tertua di Bojonegoro, Dibangun Prajurit Mataram Islam

Kontributor: Yudi Kuswanto

blokBojonegoro.com – Masjid Jami’ Nurul Huda yang terletak di Desa Cangaan, Kecamatan Kanor menjadi masjid tertua di Kabupaten Bojonegoro. Meski begitu bangunan masjid sudah terlihat modern, hal itu tak lepas dari proses pemugaran masjid yang sudah dilakukan lima kali. Terakhir di pugar pada April 2015 serta selesai di tahun 2016.

Pemugaran dilakukan dengan alasan, seringkali jika musim penghujan, Masjid Jami’ Nurul Huda terendam banjir dari luapan Sungai Bengawan Solo. Atas dasar tersebutlah maka diputuskan untuk memugar, tapi tetap mempertahankan arsitek lama.

Ditemui di kediamanya, Jum’at (11/9/2020), Abdul Khakim, Ketua Takmir Masjid Jami’ Nurul Huda menuturkan, jika keberadaannya dulu masjid dibangun oleh seorang prajurit Kerajaan Mataram islam bernama Ki Ageng Wiroyudo yang lari akibat kejaran pemerintahan kolonial Belanda.

“Ceritanya ada seorang prajurit kerajaan Mataram Islam, konon ceritanya dikejar-kejar Belanda kemudian merakit perahu getek yang terbuat dari pohon pisang menyusuri Bengawan Solo, kemudian sang prajurit itu pertama kali bersandar di Desa Kabalan, di situ kurang lebih satu tahun.

"Kok dirasa kurang nyaman atau gimana kemudian ke sini, mungkin disambut oleh masyarakat lalu setelah di sini beliau membuat gubuk semacam musala,” ceritanya kepada blokBojonegoro.com

Untuk mengetahui atau memastikan tahun dari muasal masjid tersebut tidaklah sulit. Di pintu masuk ada angka arab tertulis 1262 muharrom/hijriyah atau 1847 masehi.

Jika berkunjung ke Masjid Jami’ Nurul Huda maka akan disuguhkan dengan bangunan masjid dengan luas 15x20 meter. Empat pilar masjid bagian dalam yang terbuat dari pohon jati, kubah masjid yang menyerupai buah nanas dan terbuat dari kuningan, serta bencet alat untuk menentukan waktu salat pada zaman dahulu.

“Termasuk bencet tapi sudah dimodifikasi, bencet sendiri alat untuk mengetahui waktu salat sekarang kan jam, dulu kan belum ada jam,” tambah Abdul Khakim. [mu]

Tag : Masjid, prajurit, masjid tertua


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat