19:00 . Rakernas AMSI, Rumuskan Strategi Dorong Ekosistem Digital yang Adil bagi Media Siber   |   18:00 . Pemkab Peringatkan Modus Penipuan Mengatasnamakan Bupati Bojonegoro   |   17:00 . Peduli Korban Bencana Alam Indonesia, PGMI UNUGIRI Lakukan Penggalangan Dana   |   16:00 . Guna Atasi BOR, Daerah Diminta Berkoordinasi ke Pusat   |   15:00 . Stok Menipis, Harga Cabai rawit Merah Merangkak Naik   |   14:00 . Ranting Nahdlatul Ulama Mulyorejo dan Banom Tanam Seribu Pohon   |   13:00 . Musim Penghujan Tiba Penjualan Belimbing Ngringinrejo Turun Drastis   |   12:00 . Tenaga Ahli BNPB: Belum Divaksi, Ketua Satgas Terpapar Covid-19   |   11:00 . Begini Alur Pelayanan Vaksinasi di Fasilitas Kesehatan   |   10:00 . Ketua Satgas Covid-19 Terkonfirmasi Positif, Diduga Terpapar Saat Makan Bersama   |   09:00 . Pengaruh Cuaca, Harga Seafood Merangkak Naik   |   08:00 . Pasien Sembuh di Indonesia Terus Meningkat Menjadi 9.912 Orang   |   07:00 . 7 Tips Tampil Berkelas Tanpa Bikin Isi Dompet Amblas   |   05:00 . 21 Pasien di Bojonegoro Sembuh, Tambahan Kasus 17 Orang dan 1 Meninggal   |   20:00 . 172 Ribu Lebih Orang Sudah Divaksinasi Covid-19   |  
Mon, 25 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tak Kenal Lelah, Tanpa Pamrih, Mengabdi Amalkan Ilmu

blokbojonegoro.com | Thursday, 24 September 2020 11:00

Tak Kenal Lelah, Tanpa Pamrih, Mengabdi Amalkan Ilmu

Kontributor: Yudi Kuswanto

blokBojonegoro.com – Ditemui di kediamannya,Wiwik Riana Wati sosok inspiratif yang telah mengabdi menjadi guru dan mengajari anak-anak kampungnya di Dusun Jepang, Desa/Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro.

Berawal dari tahun 2005 waktu Wiwik masih menjadi guru honorer di Sekolah Dasar Margomulyo II, sampai sekarang ia rutin mengajari anak kampungnya belajar mengaji di Musholla Al-Kahfi yang dekat rumahnya. Walau dirinya sekarang telah berpindah tugas mengajar di sekolah yang terbilang cukup jauh dari rumah ia tinggal yakni SDN Meduri IV Margomulyo, tapi ia tetap meluangkan waktunya mengajar ngaji.

Sudah tiga tahun ini Wiwik bersama suaminya mengajar sebagai guru ngaji setiap malamnya, dan jika diakumulasikan dengan sejak dirinya mengajar di Taman Pendidikan Qur’an sekiranya sudah 15 tahun.

Kepada blokBojonegoro.com ia menceritakan semenjak masih di Taman Pendidikan Qur’an sebelum adanya musala saat waktu panen tiba, mengajar ngaji harus rela dilakukan di teras-teras rumah.

“Ngajarnya kalau waktu panen kan bingung, di teras seperti ini. Muridnya kan banyak dulu. Kan dulu enak kan jadi guru disitu ayo nanti ngaji sambil belajar bareng kan enak, kalau sekarang kan jauh pulangnya kadang sudah sore," paparnya.

Tidak ada trik husus untuk menghadapi muridnya yang masih memiliki sifat temperamental, cukup hanya pendampingan pengajaran yang diulang-ulang sampai murid itu mengerti serta untuk memberi penekanan agar murid lebih paham kembali maka khusus di hari sabtu anak yang sudah dapat membaca Alqur’an disuruhnya mengulang membaca Iqro’.

“Khusus hari Sabtu kita kembalikan lagi ke iqro’ dari iqro’ enam ada yang langsung dari iqro’ tiga tergantung anaknya," ulasnya.

Wiwik memulai kegiatannya sebagai guru sejak dari pukul 06:30 WIB berangkat dari rumah hingga pulang sekitar pukul 15:00 WIB. Usai tiba di rumah, Wiwik langsung kembali berkemas untuk mengajar mengaji.  [yud/lis]

Tag : Mengajar, guru


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat