06:00 . Manfaat Vaksin COVID-19   |   23:00 . Gandeng Kantor Pos, RSUD Bojonegoro Luncurkan Layanan Antar Obat   |   22:00 . Inilah Susunan Kepengurusan DPC Partai Gerindra Bojonegoro   |   21:00 . Warga Ngrejeng Purwosari Hilang, Diduga Tenggelam di Sungai Gandong   |   20:00 . 30 Pasangan Mesum Terjaring Razia, 1 Pelajar Hamil 2 Bulan   |   20:00 . Begini Virus Corona Menyerang dan Menyebar   |   19:00 . Pelaku Pencurian 12 Laptop di SDN 1 Bakung Diamankan Polisi   |   19:00 . 3 Kabupaten/Kota Prioritas di Jatim Mulai Vaksinasi   |   18:00 . Terima SK, Sahudi Jabat Ketua DPC Gerindra Bojonegoro   |   17:00 . Ingin Dapat Beasiswa Tugas Akhir 2021 dari Pemkab Bojonegoro, Begini Syaratnya....   |   16:00 . 1 ASN Terancam Dikeluarkan, 7 Ajukan Pensiun Dini   |   15:30 . [Cek Fakta] Vaksin yang Dipakai Jokowi Tidak Asli karena Harus Menggunakan Alat Suntik?   |   14:00 . HIMABO UM Akan Menggelar Webinar untuk Siswa Tingkat SMA   |   13:00 . Tonton Video Porno, Warga Ngraho Cabuli Anak di Bawah Umur Tiga Kali   |   12:00 . Syarat-syarat Vaksinasi Covid-19, Perhatikan Rekam Medis   |  
Tue, 19 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Lokasi Badander Ditelisik dari Arkeologi dan Sejarah, Begini Penjelasannya...

blokbojonegoro.com | Saturday, 26 September 2020 13:00

Lokasi Badander Ditelisik dari Arkeologi dan Sejarah, Begini Penjelasannya...

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Lokasi Bedander antara di Kabupaten Bojonegoro atau Kabupaten Jombang, menjadi kajian dalam sarasehan yang digelar Pemkab Bojonegoro, dengan tema "Mbedander The Corner of Majapahit" di Gedung Angling Darma, Sabtu (26/9/2020).

[Baca juga: Disbudpar Gelar Sarasehan Mbedander The Corner Of Majapahit ]

Dari informasi yang dihimpun saat kegiatan penelitian dan focus group discussion/Mbedander The Corner Of Majapahit  Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata, telah ada kajian yang dilakukan terhadap Badander baik di Kabuh, Jombang.

Dalam kajian itu diadakan peninjauan situs, survey kepurbakalaan, kajian kemasyarakatan, perbandingan dengan uraian sejarah sezaman hingga diperoleh kesimpulan yang menyatakan masih belum diperoleh keyakinan bahwa Bedander di Kabuh, Jombang.

Namun dalam kajian terhadap kemungkinan Badander di wilayah Kecamatan Dander, Bojonegoro masih belum dilakukan. Padahal data yang mendukung interpretasi Badander terletak di Bojonegoro juga tidak kurang, justru argumentatif untuk mengarah kepada suatu kesimpulan yang mungkin sekali benar.

"Dalam kajian berbagai referensi ada yang menyatakan bahwa Badander di Kabupaten Jombang, serta adapula yang menyatakan di Kabupaten Bojonegoro. Tepatnya Kecamatan Dander," ucap Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Agus Aris Munandar.

Pembahasan tentang keberadaan daerah "Badander" sebagai wilayah yang bersejarah pada masa kerajaan Majapahit masih sebatas cerita, asumsi, dan legenda. Menurut peneliti, "Badander" dalam Kitab Pararaton dan Negarakertagama sedikitnya merujuk di dua lokasi, yaitu Badander di Kecamatan Jombang yang ditelaah dan hingga saat ini belum diperoleh kesimpulan valid. Dan satunya adalah "Badander" yang berada di Kabupaten Bojonegoro, tepatnya di Kecamatan Dander.

"Sumber tertulis utama yang digunakan adalah uraian Kitab Pararaton dan Kakawin Negarakertagama dan prasasti Adan-adan serta prasasti Tuhanyaru. Dua prasasti tersebut menjadi sumber penting dalam penelitian, penemuan prasasti Adan-adan di Kec. Kalitidu adalah bukti adanya aktifitas kerajaan Majapahit pada masa itu," jelasnya.
 
Sementara itu, berdasarkan simpulan atau informasi berita dari serat paraton hanya diperoleh informasi bahwa terkait pelarian raja Badander pada malam hari tidak dijelaskan lokasi Badander secara terinci. Apabila terletak di arah mana dari keraton raja (barat, timur dan lainnya).

Sementara itu, dari data dan metode penelitian yang termasuk telaah arkeologi-sejarah. Di tahapan awal sendiri merupakan pengumpulan data dengan survey di lokasi yang termasuk kawasan Dander, Bojonegoro.

"Dalam survey lokasi/pengumpulan data pada metode penelitian ini. Dilakukan pengamatan berupa sejumlah data arkeologis, fragment, struktur bata, batu balok," tuturnya.

Tahapan selanjutnya yakni melakukan analisis dengan menggunakan sejumlah data yang tersedia. Baik data arkeologis, toponimi dan juga uraian sumber prasasti. Analisis ini dilakukan dengan membandingkan data/asosiasi data.

"Pada akhirnya ditarik sintesis yang dapat dijadikan kesimpulan untuk menjawab permasalahan dalam telaah ringkasan, yaitu perihal Dander di Bojonegoro sebenarnya adalah Badander sebagaimana yang dimaksud dalam kitab pararaton,"pungkasnya.

Agus menambahkan bahwa Pengasingan oleh Raja Majapahit terhitung singkat, sehingga tidak ditemukan peninggalan arkeologis secara langsung. Namun letak Kayangan Api atau Api Abadi di Kec. Ngasem juga bisa digunakan sebagai penguat dalam kajian lokasi.

Bupati Bojonegoro menyampaikan sangat mendukung kajian yang dilakukan, mulai dari survey permukaan di kawasan Dander hingga analisa yang berkaitan dengan toponimi atau nama tempat yang dapat dibandingkan dengan nama-nama kuno dalam prasasti.

"Apabila 'Badander' merujuk pada wilayah Dander, hal ini sangat menggembirakan dan bersejarah. Mengingat kejadian waktu itu memiliki nilai sejarah penting dalam kebangkitan Majapahit. Hasil kajian ini nantinya dapat merangsang gairah pariwisata di Kabupaten Bojonegoro khusunya," terangnya. [liz/ito]

Tag : lokasi, bedander, bojonegoro, kecamatan, majapahit


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat