20:00 . Desa Prayungan Masuk 5 Besar PPID Award, ini yang Dilakukan   |   19:30 . GP Ansor Ngambon Peringati Hari Santri dengan Donor Darah   |   19:00 . Inilah Pemenang Lomba Dalam Rangka Hari Santri   |   18:30 . Patuh Prokes Upacara Hari Santri Virtual Khidmat   |   18:00 . Harga Telur Ayam Ras Naik Kembali   |   17:30 . Berapa Lama Virus Corona Dapat Bertahan di Permukaan atau Benda?   |   17:00 . AMSI-EMCL Serahkan APD untuk Nakes di Bojonegoro dan Tuban   |   16:00 . Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang   |   15:00 . BPJS Kesehatan Ikuti Workshop Virtual Anugerah Jurnalistik   |   14:00 . Peringatan HSN, Santri Harus Patuhi Prokes   |   13:30 . 3 Wajib Melawan Covid-19 (Iman, Aman dan Imun)   |   13:00 . 5 Awak Media Di Bojonegoro Ikuti Workshop Virtual Anugerah Jurnalistik BPJS Kesehatan 2020   |   12:00 . Hari Santri IPNU-IPPNU PAC Tambakrejo Nobar Film Sang Kyai   |   11:00 . Peringati Hari Santri, Panitia Ujian Perangkat Desa Pakai Sarung dan Peci   |   10:00 . 597 Peserta Ikut Ujian Perangkat Desa di Balen   |  
Thu, 22 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 30 September 2020 20:00

Kakek Tua Pencari Kayu Bakar di Hutan Pradok

Kakek Tua Pencari Kayu Bakar di Hutan Pradok

Kontributor : Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Dengan tubuhnya yang sudah sangat lemah Agus (64) warga Dusun Pradok Desa/Kecamatan Bubulan menjadi buruh tani dan juga mencari kayu bakar di hutan untuk dijual.

Kebanyakan warga Dusun Pradok masih memanfaatkan hasil hutan seperti ranting-ranting pohon yang tumbang dan akar kayu untuk dijadikan kayu bakar untuk memasak.

Walaupun zaman sudah modern namun sebagian besar masyarakat Dusun Pradok hidup dengan kehidupan sederhana, memasak masih menggunakan kayu bakar seperti keluarga Agus.

Dia mengatakan, kalau ada yang meminta kayu biasanya dia mencarikan kayu bakar di hutan. Satu hari dia bisa mengambil kayu bakar dengan sepeda onthelnya bolak-balik hingga tiga kali.

"Untuk harga tinggal yang beli mau ngasih berapa, biasanya satu kali angkut sebeda saya di beri Rp10.000-Rp15.000, uangnya diberikan ke istri buat makan sehari hari," ujarnya.

Setiap hari sekali ia menempuh jarak sekitar 5 kilometer dengan mengayuh sepeda.

"Pihak Perhutani pun tidak melarang masyarakat untuk mencari kayu bakar di hutan asal tidak menebang pohon yang masih hidup. Tetapi memotong cabang kayu yang telah tumbang atau mati," ujarnya dengan Bahasa Jawa. [her/lis]

Tag : Humaniora, kayu, hutan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 22 October 2020 16:00

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang M. Anang Febri Efendi reporter blokTuban.com resmi melepas lajang. Ikrar janji suci diucapkan Anang di akad nikah pukul 09.00 WIB hari Senin (19/10/2020) di kediaman mempelai wanita. Resespsi kedua, dilaksanakan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat