08:00 . Warga Kedungadem Nekat Bunuh Diri Masuk Sumur   |   07:00 . Punya Penyakit Penyerta, Apakah Harus Tetap Vaksinasi Covid-19?   |   06:00 . Tambah 4 Kota/Kabupaten di Jatim yang Terapkan PPKM   |   23:00 . Bertekad Kembangkan Lembaga, Siapkan Siswa Mengabdi di Masyarakat   |   22:00 . Aklamasi, Ketua Terpilih Siapkan Pengusaha Muda Baru   |   20:00 . Penerimaan PPPK Tahun 2021 Dibuka dengan 3 Kali Tes   |   19:30 . Sehari Bersama Dea Miswa, Gadis Peternak Kambing   |   19:00 . Disiplinkan Penerapan Prokes Satgas Covid-19 Tindak 17 Pelanggar   |   18:00 . Arumi Dampingi Wagub Jatim Suntik Vaksin Covid   |   17:00 . Menjaga Keselamatan Rakyat Jadi Prioritas Pemerintah Menangani Pandemi   |   16:00 . Butuh Karangan Bunga? BloKembang Hadir Lebih Modis   |   15:00 . Klaim Santunan Jasa Raharja Tahun 2020 Turun   |   14:00 . Pemerintah Berkomitmen Perluas Ruang Lingkup Vaksinasi   |   13:00 . Tercapainya Herd Immunity, Tujuan Program Vaksinasi   |   12:00 . HIPMI Bojonegoro Perkuat Organisasi dan Sinergi dengan Pemkab   |  
Sat, 16 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kakek Tua Pencari Kayu Bakar di Hutan Pradok

blokbojonegoro.com | Wednesday, 30 September 2020 20:00

Kakek Tua Pencari Kayu Bakar di Hutan Pradok

Kontributor : Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Dengan tubuhnya yang sudah sangat lemah Agus (64) warga Dusun Pradok Desa/Kecamatan Bubulan menjadi buruh tani dan juga mencari kayu bakar di hutan untuk dijual.

Kebanyakan warga Dusun Pradok masih memanfaatkan hasil hutan seperti ranting-ranting pohon yang tumbang dan akar kayu untuk dijadikan kayu bakar untuk memasak.

Walaupun zaman sudah modern namun sebagian besar masyarakat Dusun Pradok hidup dengan kehidupan sederhana, memasak masih menggunakan kayu bakar seperti keluarga Agus.

Dia mengatakan, kalau ada yang meminta kayu biasanya dia mencarikan kayu bakar di hutan. Satu hari dia bisa mengambil kayu bakar dengan sepeda onthelnya bolak-balik hingga tiga kali.

"Untuk harga tinggal yang beli mau ngasih berapa, biasanya satu kali angkut sebeda saya di beri Rp10.000-Rp15.000, uangnya diberikan ke istri buat makan sehari hari," ujarnya.

Setiap hari sekali ia menempuh jarak sekitar 5 kilometer dengan mengayuh sepeda.

"Pihak Perhutani pun tidak melarang masyarakat untuk mencari kayu bakar di hutan asal tidak menebang pohon yang masih hidup. Tetapi memotong cabang kayu yang telah tumbang atau mati," ujarnya dengan Bahasa Jawa. [her/lis]

Tag : Humaniora, kayu, hutan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat