07:00 . Awas, Kurang Paparan Lingkungan Hijau Tingkatkan Risiko ADHD pada Anak   |   20:00 . Grebek Pasangan Mesum, Satpol Temukan Alat Kontrasepsi Bekas Pakai   |   19:30 . Banjir Bandang Terjang 4 Desa di Gondang   |   19:00 . TMMD Perkuat Sinergitas Personel TNI dengan Masyarakat   |   18:00 . Reses, Farida Hidayati Sampaikan Kerawanan Pinjam Online   |   17:00 . Sinergitas Pelajar Putri Nahdlatul Ulama dalam Menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045   |   16:00 . PC Fatayat NU Bojonegoro Ikuti Vaksinasi   |   15:00 . Wagub Emil Didampingi Bupati Anna Tinjau Lokasi TMMD di Desa Ngrancang   |   14:00 . Di Tangan Totok, Bonsai Endemik Bojonegoro Jadi Indah dan Berharga Fantatis   |   13:00 . Bupati Bojonegoro: TMMD Mampu Mempercepat Pembangunan di Daerah Terisolir   |   12:00 . Wakil Gubernur Hadiri Pembukaan TMMD di Bojonegoro   |   10:00 . Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi Membangkitkan Pariwisata Indonesia   |   09:00 . Angka Kesembuhan Nasional Semakin Bertambah Mencapai 1.151.915 Orang   |   08:00 . 17 Hari Bebas COVID-19, Doni Monardo Donor Plasma Konvalesen   |   07:00 . Kaki Sulit Diangkat, Waspadai Gejala Diabetes   |  
Wed, 03 March 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

5 Penyakit Ini Dominasi Serang Ternak di Bojonegoro

blokbojonegoro.com | Sunday, 04 October 2020 13:00

5 Penyakit Ini Dominasi Serang Ternak di Bojonegoro

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, mencatat penanganan terhadap beberapa penyakit hewan ternak yang menyerang, khususnya ternak Sapi mengalami ada penurunan. Dari 16 jenis penyakit yang menyerang ternak, penyakit BEF masih mendominasi.

"Rata-rata penyakit BEF (demam) yang menyerang hewan ternak itu, dikarenakan perubahan cuaca, sehingga kondisi hewan ternak mengalami sakit demam," kata Kabid Kesehatan Hewan (Keswan), Disnakkan Bojonegoro, Sugiharti S Rahayu.

Perempuan yang biasa disapa Yayuk ini mengungkapkan ,16 jenis yang biasa menyerang hewan ternak di antaranya BEF, Enteritis, Indigisti, Gudik (Scabies), Kesulitan melahirkan (Distokia), ari-ari tertinggal (Retensio Secundinae), rahim keluar, penyakit Kembung (Tympani), cacingan, radang minuman susu, radang paru, Demam Susu, radang rahim, infeksi mata dan nanah dirahim (Pyometra) dan beberapa penyakit lain.

"Namun dari ke 16 jenis penyakit hewan itu, ada 5 penyakit masih mendominasi setiap tahunnya yakni BEF, Enteritis, Scebies, Indegisti dan Retensid," kata Yayuk.

Dari data yang diperoleh blokBojonegoro.com 6 jenis penyakit yang masih mendominasi menyerang ternak di antaranya Penyakit BEF perbulan Mei di 2019 hewan yang terkenan penyakit itu, tercatat ada 373 ternak. Jumlah itu menurun per bulan Mei 2020 tercatat ada 344 hewan terkena penyakit BEF. Diurutan kedua, ada penyakit Enteritis di bulan Mei 2019 ada 79 hewan yang terkena penyakit ini, namun di tahun 2020 hewan yang terkena turun ada 72 hewan ternak.

Selanjutnya, ketiga ada penyakit Scabies, di 2019 per Mei ada 57 hewan ternak yang terserang dan tahun 2020 di bulan yang sama ada 47 hewan ternak yang terserang. Penyakit keempat yang biasa menyerang yakni Indegisti, tahun 2019 lalu ada 54 ekor hewan yang terserang namun di 2020 perbulan Mei hanya ada 31 ekor hewan ternak yang terserang.

"Dan penyakit ke lima yang menyerang adalah Retensid tercatat ditahun 2019 ada 39 ekor hewan terserang penyakit ini dan di 2020 per bulan Mei ada 34 ekor saja," cakap Yayuk.

Turunnya angka penyakit yang menyerang hewan ternak itu, menurut Yayuk dikarenakan peternak di daerah Bojonegoro selalu melaporkan perkembangan hewan ternaknya sehingga jika ada gejala ternak yang sakit langsung bisa diatasi.

"Diharapkan kepada peternak bila ada keluhan yang berkaitan dengan hewan ternak yang sakit diimbau segera melaporkan ke petugas untuk mendapatkan pertolongan," pungkasnya.[saf/lis]

Tag : Ternak, penyakit


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat