21:00 . Genap 4 Tahun, AMSI Konsisten Mewujudkan Ekosistem Digital yang Sehat   |   20:00 . Lagi, Pasangan Tak Suami Istri Terciduk Satpol PP di Kamar Kost   |   18:00 . Antisipasi Pembobolan Rekening, Polres Gelar Rakor dengan Pimpinan Bank   |   17:00 . Mancing, Cara Asyik Menanti Azan Maghrib   |   16:00 . Menjadi Kartini Inspiratif Masa Kini Melalui Empat Pilar   |   15:00 . Klaim Triwulan Pertama Tahun 2021, Santunan Korban Luka-luka Jasa Raharja Menurun   |   14:00 . Semarakkan Hari Kartini, Kopri PK Attanwir Gelar Kompetisi Fotogenik   |   13:00 . Waspada...! Lagi-lagi Ada Akun Medsos Mengatasnamakan Bupati Anna Mu'awanah   |   12:00 . Peringatan Hari Kartini, Wanita Turut Berperan Mengisi Pembangunan Bangsa   |   11:00 . Perkuat Protokol Kesehatan untuk Ramadan Lebih Aman   |   10:00 . Provinsi Prioritas PPKM Mikro Diminta Serius Dalam Pembentukan Posko   |   09:00 . Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat Mencapai 1.455.065 Orang   |   08:00 . Pemerintah Mendukung Inovasi Kesehatan Untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa   |   07:00 . Tingkat Ekonomi Keluarga Pengaruhi Usia Anak Terpapar Medsos, Kok Bisa?   |   05:00 . 3 Pasien Sembuh, 1 Tambahan Kasus Baru dan 1 Pasien Meninggal   |  
Tue, 20 April 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Hasil Penelitian: Saat Pandemi, Jomblo Lebih Bahagia dan Tidak Mudah Stres

blokbojonegoro.com | Thursday, 08 October 2020 07:00

Hasil Penelitian: Saat Pandemi, Jomblo Lebih Bahagia dan Tidak Mudah Stres

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Pandemi Covid-19 memang keadaan sulit bagi semua orang. Bahkan, tak sedikit yang mengalami stres dan depresi selama pandemi berlangsung. Tapi uniknya, penelitian mengungkap jika para single atau jomblo lebih bahagia dan tak mudah stres saat pandemi dibandingkan mereka yang sedang menjalin hubungan asmara tapi tidak bahagia.

Penelitian ini dilakukan dengan mensurvei lebih dari 1.000 orang di Austria setiap bulannya selama karantina, untuk mendapat gambaran keterkaitan antara status hubungan asmara dan psikologis emosi.

Hasilnya membuktikan orang yang menjalin hubungan tapi tidak bahagia, tiga kali lebih mungkin menderita kecemasan dan depresi dibandingkan para jomblo atau pasangan yang bahagia.

Ya, dibandingkan jomblo, mereka yang menjalin hubungan asmara tapi bahagia berada dalam kondisi kesehatan mental terbaik di masa pandemi dari semua kelompok, seperti dikutip Daily Mail, Sabtu (12/9/2020).

Mendukung temuan ini, sebelumnya penelitian di India menemukan jika peserta yang menikah di masa pandemi berisiko 40 persen lebih rendah mengalami gangguan kecemasan selama karantina dibanding orang yang lajang.

Tapi sayangnya, penelitian di AS menemukan pasangan yang berselisih selama pandemi meningkatkan risiko depresi dan kecemasan, ditambah mood yang sering tidak menentu.

Dalam penelitian ini rata-rata peneliti menggunakan alat ukur psikologis seperti penilaian kualitas pernikahan, depresi, kecemasan, kualitas tidur, dan kualitas hidup peserta untuk menilai kesehatan mental selama pandemi Covid-19.

Sementara itu gejala depresi bakal meningkat saat kualitas hubungan asmara menurun, pengaruhnya antara 13 hingga 35 persen.

"Hubungan asmara memang tidak menjadikan kesehatan mental lebih baik, tetapi kualitas hubungan itu penting," tutup peneliti.

*Sumber: suara.com

Tag : asmara, pacara


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat