21:00 . Wartawan Bojonegoro Lakukan Vaksinasi Dosis Pertama   |   20:00 . Ini Komentar Tetangga tentang Keseharian Terduga Teroris   |   18:00 . PGMI UNUGIRI Raih Akreditasi B Kategori Sangat Baik   |   17:00 . Kali Pacal Meluap Rumah Hingga Fasum di Ngadiluhur Terendam Banjir   |   16:00 . Satpol PP Gelar Tasyakuran Hari Ulang Tahun Ke-71   |   15:00 . Awak bB Sukseskan Vaksinasi untuk Tangkal Covid-19   |   14:00 . Puluhan Wartawan di Bojonegoro Ikuti Vaksinasi di Pendopo Malowopati   |   13:00 . Sepeda Masuk SPT Pajak, Begini Penjelasannya   |   12:00 . Bupati Tinjau Lokasi Terdampak Pasca Banjir Gondang   |   11:00 . Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat Menjadi 1.160.863 Orang   |   10:00 . Setahun Pandemi: Dampak Libur Panjang Jadikan Evaluasi   |   09:00 . Banjir Bandang Terjang Bojonegoro Selatan   |   08:00 . Meski Berada di Desa Pesanan Bordir Tembus Luar Daerah   |   07:00 . Awas, Kurang Paparan Lingkungan Hijau Tingkatkan Risiko ADHD pada Anak   |   06:00 . Kabupaten Bojonegoro Masuk Zona Kuning dengan Risiko Rendah   |  
Thu, 04 March 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Satu Keluarga Meninggal Kesetrum

Ternyata Aliran Listrik Milik Sawah Tetangga

blokbojonegoro.com | Monday, 12 October 2020 12:00

Ternyata Aliran Listrik Milik Sawah Tetangga

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Nasib nahas dialami satu keluarga di Dusun Prijek, Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro.

Satu keluarga yang terdiri dari Suami, istri dan dua anak laki-laki ini meninggal dunia di kebun (tegalan), lantaran tersengat aliran listrik untuk setrum tanaman di kebun.

Mereka adalah Parno (55) dan istrinya Riswati (50) serta dua anaknya, Jayadi (32) dan Arifin (21).

Korban tergeletak di area ladang yang tak jauh dari pemukiman warga, Senin (12/10/2020) pagi.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, keempat korban tersengat aliran listrik yang berada di kebun milik tetangganya, yang kebetulan melintasi sawah milik Parno.

Tiang penyangga kabel yang terbuat dari bambu ambruk, alahasil membuat satu keluarga tersebut tersengat listrik.

"Salah satu penyebabnya karena tiang penyangganya rubuh, kemungkinan sudah keropos, selain itu media pengantar listriknya itu bukan dari kabel, melainkan dari kawat tembaga," ujarnya warga tersebut saat di lokasi kejadian.

Dirinya juga menjelaskan, untuk saat ini memang hama tikus sedang menyerang tanaman milik warga di Desa Tambahrejo baik di sawah maupun di kebun, sehingga tidak sedikit petani yang nekat memasang jebakan tikus menggunakan aliran listrik yang dirasa lebih ampuh dibanding dengan jebakan atau cara lain meski membahayakan.

"Jarak antara sawah Parno dengan sawah tetangganya yang dialiri listrik sebenarnya berjarak agak jauh, kurang lebih sekitar 500 meter dan aliran listrik tersebut melintasi sawahnya, sedangkan sawah milik parno tidak dipasangi jebakan tikus," imbuhnya kepada blokBojonegoro.com.

Terkait kronologi kejadian yang banyak versi, ada yang mengatakan sang ibu yang paling terakhir berangkat ke kebun dan ada juga yang mengatakan bahwa anak bungsunya, yaitu Arifin lah yang terakhir berangkat ke kebun untuk menyusul orang tuanya untuk menyiram tanaman cabai.

Menurut keterangan beberapa warga, kedua korban, Parno dan Jayadi, semalam pergi ke sawah untuk mengairi tanaman cabai miliknya. Sekitar pukul 22.00 Wib, sang ibu, Riswati masih di rumah dan korban Arifin juga masih di warung kopi (warkop), dan sekitar pukul 24.00 Wib, Arifin pamit kepada temanya-temanya untuk menyusul sang bapak.

"Tadi subuh ada masyarakat yang mendengar teriakan meminta tolong dan diduga adalah suara Riswati, tetapi keempat korban tersebut baru diketahui sekitar pukul 06.00 Wib oleh salah satu warga yang juga akan berangkat ke kebun," pungkasnya. [din/mu]

Tag : kesetrum, meninggal, jebakan tikus, sawah, tewas kesetrum


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat