09:00 . Indahnya Desain Bendungan Karangnongko Bojonegoro   |   08:00 . Awak Media Mulai Divaksin   |   07:00 . Kanker Payudara dan Serviks Ternyata Bisa Dicegah, Begini Caranya   |   06:00 . Vaksin Bagi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan   |   20:00 . Harga Telur Ayam Ras Hari ini Kembali Naik   |   19:00 . 1.063 Petugas Pubik Divaskinasi di Rumah Sakit Aisyiyah Bojonegoro   |   18:00 . Sejumlah Organisasi Guru Mendukung Vaksinasi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan   |   17:00 . Dispendukcapil Jemput Bola Rekam E-KTP untuk Difabel dan Manula   |   16:00 . Pemkab Bojonegoro Vaksinasi Masal Tahap Ke-2 Bagi Petugas Publik   |   15:00 . Dua Puskesmas Bojonegoro Layani Penyuntikan Dosis Vaksin Petugas Publik   |   14:00 . Tahun 2020, 30 SD Merger, untuk 2021 Masih Dipetakan   |   13:00 . Pembelajaran Praktik Siswa SMK Diperbolehkan Tatap Muka   |   12:00 . EMCL Bersama STIKes ICsada Diseminasikan Program Aku Sehat di Wilayah Banyu Urip   |   09:00 . Pasien Sembuh Bertambah Menjadi 1.112.725 Juta Orang   |   08:00 . Kumpulkan OKP di Bojonegoro, KNPI Inisiasi Musrenbang Kepemudaan   |  
Fri, 26 February 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Meski Intensitas Hujan Tinggi, Kekeringan Terus Meluas

blokbojonegoro.com | Friday, 16 October 2020 22:00

Meski Intensitas Hujan Tinggi, Kekeringan Terus Meluas

 

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Meski intensitas hujan yang turun di Kabupaten Bojonegoro cukup tinggi dalam dua minggu terakhir, kekeringan yang berdampak krisis air bersih di Bojonegoro masih terus meluas. BPBD Kabupaten Bojonegoro pun masih melakukan droping air bersih hingga saat ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Nadief Ulfia menyebutkan, mulai  7 September lalu, hingga 13 Oktober saat ini, BPBD Kabupaten Bojonegoro telah mendistribusikan sebanyak 613 tangki, dengan kapasitas pertangkinya mencapai 5000 liter.

"Hingga sampai tanggal 13 Oktober, BPBD telah mencatatat ada 60 Dusun, dari 40 di 16 Kecamatan meminta pendistribusian air bersih," ujarnya, Jumat (16/10/2020).

Dirinya menjelaskan, walaupun wilayah Kabupaten Bojonegoro sudah memasuki musim pancaroba sejak awal Oktober lalu, masih ada beberapa desa yang mengajuan droping air bersih. Hal tersebut disebabkan, kondisi alam yang masih belum menentu ditambah wilayah di Bojonegoro yang mengalami kekeringan berada di dataran tinggi. 

"Kalau untuk desa terakhir yangmengajukan dropping air bersih ada Desa Sukorejo, Kecamatan Malo, dan Desa/Kecamatan Ngasem," sambungnya.

Nadief Ulfia juga menjelaskan, belum bisa memprediksi secara pasti apakah bakal ada pengajuan dropping air bersih lagi atau tidak. Terlepas dari itu, pihaknya berharap kekeringan di Kabupaten Bojonegoro cepat berakhir dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan air lagi.

"Tidak menentunya musim memang menjadi  permasalahan saat ini, apalagi cuaca yang sulit diprediksi," pungkasnya.[din/col]


Tag : Kekeringan, meluas, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat