18:00 . Pasien Sembuh Harian di Indonesia Bertambah 4.545 Orang   |   17:00 . Hadiri Peluncuran Sifajargoro, Tamu Undangan Patuhi Prokes   |   16:00 . LaNyalla Apresiasi UMKM Kripik Singkong Bertahan Saat Pandemi   |   15:00 . Bantu Pembelajaran Siswa di Masa Pandemi, Disdik Luncurkan Sifajargoro   |   14:00 . Manjakan Lidah dengan Kuliner Tradisional Nuansa Jawa di Kampoeng 7   |   13:00 . BPA Bojonegoro Beri Informasi Asi Ekslusif Ibu-Ibu saat CFD   |   11:00 . RSUD Bojonegoro Dapat APD dari AMSI-EMCL   |   10:00 . Kembalikan Fungsi Trotoar, 29 Kursi Santai di Veteran Dipindahkan   |   09:00 . Bawa Balita, Denwatser Ikut Amankan Konfercab   |   08:00 . Tips Ibadah di Masjid Nyaman Saat Pandemi   |   07:00 . Mencium Bau Kentut Baik untuk Kesehatan   |   06:00 . 306 Pasien di Jatim Sembuh, 289 Kasus Baru   |   05:00 . 6 Orang di Bojonegoro Sembuh, Kasus Baru Tambah 4 Orang   |   23:00 . Festival Krecek Ala Fatayat NU Cengungklung Bojonegoro   |   22:00 . Tingkatkan Ketahanan Pangan Saat Pandemi, Disdik Himbau Sekolah untuk Konsumsi Pangan Lokal   |  
Mon, 26 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 16 October 2020 22:00

Meski Intensitas Hujan Tinggi, Kekeringan Terus Meluas

Meski Intensitas Hujan Tinggi, Kekeringan Terus Meluas

 

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Meski intensitas hujan yang turun di Kabupaten Bojonegoro cukup tinggi dalam dua minggu terakhir, kekeringan yang berdampak krisis air bersih di Bojonegoro masih terus meluas. BPBD Kabupaten Bojonegoro pun masih melakukan droping air bersih hingga saat ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Nadief Ulfia menyebutkan, mulai  7 September lalu, hingga 13 Oktober saat ini, BPBD Kabupaten Bojonegoro telah mendistribusikan sebanyak 613 tangki, dengan kapasitas pertangkinya mencapai 5000 liter.

"Hingga sampai tanggal 13 Oktober, BPBD telah mencatatat ada 60 Dusun, dari 40 di 16 Kecamatan meminta pendistribusian air bersih," ujarnya, Jumat (16/10/2020).

Dirinya menjelaskan, walaupun wilayah Kabupaten Bojonegoro sudah memasuki musim pancaroba sejak awal Oktober lalu, masih ada beberapa desa yang mengajuan droping air bersih. Hal tersebut disebabkan, kondisi alam yang masih belum menentu ditambah wilayah di Bojonegoro yang mengalami kekeringan berada di dataran tinggi. 

"Kalau untuk desa terakhir yangmengajukan dropping air bersih ada Desa Sukorejo, Kecamatan Malo, dan Desa/Kecamatan Ngasem," sambungnya.

Nadief Ulfia juga menjelaskan, belum bisa memprediksi secara pasti apakah bakal ada pengajuan dropping air bersih lagi atau tidak. Terlepas dari itu, pihaknya berharap kekeringan di Kabupaten Bojonegoro cepat berakhir dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan air lagi.

"Tidak menentunya musim memang menjadi  permasalahan saat ini, apalagi cuaca yang sulit diprediksi," pungkasnya.[din/col]


Tag : Kekeringan, meluas, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 22 October 2020 16:00

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang M. Anang Febri Efendi reporter blokTuban.com resmi melepas lajang. Ikrar janji suci diucapkan Anang di akad nikah pukul 09.00 WIB hari Senin (19/10/2020) di kediaman mempelai wanita. Resespsi kedua, dilaksanakan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat