10:00 . Pemkab Bojonegoro Raih Dua Penghargaan dari Kemenaker RI   |   09:30 . Lontong Kikil Ala Mak Sih   |   09:00 . Eksekutif-Legislatif Sepakati APBD 2021 Diangka 6,2 T   |   08:00 . Penting untuk Kenali Gejala Covid Sejak Awal   |   07:00 . Wajib Tahu, Ini 4 Penyebab Sperma Encer dan Solusinya   |   06:00 . Momentum HGN; dari Guru untuk Bangsa   |   05:00 . Wabup Sebut Pademi Covid Tak Pengaruhi UMKM di Bojonegoro   |   21:00 . TBM Budi Utomo Tingkatkan Budaya Literasi di Kecamatan Malo   |   20:00 . Workshop dan Pelatihan untuk Perajin Resmi Dibuka Hari Ini   |   19:00 . Wisata Gerabah Rendeng Masih Bertahan di Tengah Pandemi   |   18:30 . Update Perkembangan Terkini Covid-19 di Indonesia   |   18:00 . Sempat Pindah-pindah Tempat, Geprek ini Kebanjiran Pelanggan Setiap Hari   |   17:00 . Cegah Pernikahan Dini, 44 Mahasiswa Ikuti Pembinaan Pra Nikah   |   16:00 . Wisata Edukasi Grabah Kembali Dibuka, Begini Kondisinya di Masa Pandemi   |   15:00 . AKBP Eva Guna Pandia Resmi Jabat Kapolres Bojonegoro   |  
Wed, 25 November 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 14 November 2020 13:00

Sejarah Kebudayaan Bisa Tarik Wisatawan Datang Ke Bojonegoro

Sejarah Kebudayaan Bisa Tarik Wisatawan Datang Ke Bojonegoro

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Sebagai upaya pemberdayaan dan peningkatan sinergitas program antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, dengan lembaga pelaku seni budaya dan usaha pariwisata di Kota Migas, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro menggelar sarasehan dan dialog jagong bersama.

Hal ini dilakukan sebab komunikasi sangat dibutuhkan pada situasi pandemi covid-19, baik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas, serta menghimpun potensi pelaku usaha jasa dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hadir pula dalam agenda sarasehan dan dialog yakni Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah secara virtual, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro Budiyanto, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bojonegoro Ainur Rofiq, Budayawan Jawa Timur Sukatno, Kapolsek Bojonegoro Kompol Hariadi Agus Wahono, Dosen Ekonomi  Universitas Bojonegoro Slamet Kyswantoro, serta 50 peserta sarasehan baik dari Komunitas pelaku seni maupun pariwisata.

Pada kesempatan ini, Bupati Bojonegoro juga turut menghadiri dan menyampaikan secara virtual kepada peserta maupun narasumber yang hadir pada sarasehan dialog budaya dan pariwisata Bojonegoro.

Antara Banyuwangi dan Bojonegoro tentu memiliki perbedaan, tidak bisa menyamakan dalam sektor pariwisata. Dari letak geografis pun tentu berbeda, wilayah Banyuwangi berdekatan dengan pulau dewata. Namun Bojonegoro bisa memaksimalkan wisata  melalui sejarah kebudayaan yang ada.

Salah satu cara untuk menarik wisatawan datang ke Bojonegoro, diantaranya inovasi hingga sinergitas antara pelaku seni budaya dan pelaku pariwisata. Seperti halnya sejarah yang ada di Bojonegoro juga masuk sebagai bagian seni budaya, perlu diketahui dari masa kejayaan majapahit ada kerajaan Islam yang menggambarkan bahwa candi borobudur di Jawa Tengah.

Adapula yang menyebutkan bahwa kejayaan Majapahit di situs mbendander khayangan api atau yang berada di wilayah Kecamatan Dander. Di daerah Malo sendiri seperti halnya situs budaya makam wong kalong.

"Kita tidak bisa membandingkan wilayah Bojonegoro dengan Banyuwangi, tetapi kita bisa menarik dari sisi sejarah kebudayaan untuk dijadikan sektor pariwisata situs kebudayaan. Seperti halnya di wilayah Malo makam wong kalong ataupun khayangan api," ungkap Bupati Bojonegoro.

Jika ditarik lebih kepada pengelolaan wisata daerah dan budaya, baik dari segi transportasi murah dan cepat seperti kereta api hingga wisata belanja khas Bojonegoro. Maka kombinasi antara wisata budaya sejarah di Bojonegoro akan berkembang.

Hal ini juga menjadi catatan khusus bagi para penggiat wisata di Bojonegoro, bisa menjajakan ataupun promosi melalui influencer baik lewat sosial media seperti instagram, facebook hingga konten youtube.

Guna terwujudnya kondisi simbiosis mutualisme antara Pemkab Bojonegoro dengan para pelaku seni budaya dan usaha jasa pariwisata, dalam memajukan budaya dan pariwisata yang ada di Bojonegoro

"Jika ditarik melalui pengelolaan wisata daerah dan budaya, baik dari transportasi cepat murah hingga pusat perbelanjaan. Tentu hal ini akan menjadi kombinasi antara wisata sejarah dan budaya yang berkembang di Bojonegoro. Serta terwujudnya kondisi simbiosis mutualisme antara Pemkab dan pelaku seni budaya khusunya ekonomi masyarakat," pungkasnya. [liz/mu]

Tag : budaya, wisata, sejarah, wisatawan, wisata bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 22 October 2020 16:00

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang M. Anang Febri Efendi reporter blokTuban.com resmi melepas lajang. Ikrar janji suci diucapkan Anang di akad nikah pukul 09.00 WIB hari Senin (19/10/2020) di kediaman mempelai wanita. Resespsi kedua, dilaksanakan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat