11:00 . Lontong Kikil Ala Mak Sih   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Raih Dua Penghargaan dari Kemenaker RI   |   09:00 . Eksekutif-Legislatif Sepakati APBD 2021 Diangka 6,2 T   |   08:00 . Penting untuk Kenali Gejala Covid Sejak Awal   |   07:00 . Wajib Tahu, Ini 4 Penyebab Sperma Encer dan Solusinya   |   06:00 . Momentum HGN; dari Guru untuk Bangsa   |   05:00 . Wabup Sebut Pademi Covid Tak Pengaruhi UMKM di Bojonegoro   |   21:00 . TBM Budi Utomo Tingkatkan Budaya Literasi di Kecamatan Malo   |   20:00 . Workshop dan Pelatihan untuk Perajin Resmi Dibuka Hari Ini   |   19:00 . Wisata Gerabah Rendeng Masih Bertahan di Tengah Pandemi   |   18:30 . Update Perkembangan Terkini Covid-19 di Indonesia   |   18:00 . Sempat Pindah-pindah Tempat, Geprek ini Kebanjiran Pelanggan Setiap Hari   |   17:00 . Cegah Pernikahan Dini, 44 Mahasiswa Ikuti Pembinaan Pra Nikah   |   16:00 . Wisata Edukasi Grabah Kembali Dibuka, Begini Kondisinya di Masa Pandemi   |   15:00 . AKBP Eva Guna Pandia Resmi Jabat Kapolres Bojonegoro   |  
Wed, 25 November 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 21 November 2020 11:00

Melihat Pengolahan Kompos di TPA Banjarsari

Melihat Pengolahan Kompos di TPA Banjarsari

Kontributor: Ulyatin

blokBojonegoro.com - Tempat pembuangan akhir atau biasa disebut TPA yang terletak di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, yang memiliki luas sekitar 5 hektar. TPA ini menampung 70 ton sampah setiap harinya. TPA ini beroperasi pada pukul 07.00 WIB sampai 15.00 WIB.

Saat blokBlokBojonegoro mengunjungi lokasi, Pengelola Kompos, Mualim mengatakan TPA Banjarsari ini menerima berbagai macam sampah. Selain itu pihak TPA pun mendaur ulang sampah itu menjadi berbagai macam pengelolahan. Seperti halnya sampah daun.

"Sampah daun itu dikelola menjadi pupuk kompos. Dengan sistem fermentasi 1 bulan, pihak TPA dapat menjadikan pada 1 undukan sampah daun menjadi 10 kwintal pupuk kompos," ungkapnya.

Pengelolahan sampah daun itu selama satu minggu awal ditumpuk dan dicampur dengan obat tetes tebu serta Em4 (bakteri pengurai). setelah memasuki minggu kedua, sampah daun itu di rombak ulang serta dipindahkan tempat dan dilakukan hal yang sama hingga minggu ke 3. Di minggu ke 4, dilakukannya pengayakan sampah hingga penghalusan sampai menadi pupuk.
 
Mualim menjelaskan, setelah pupuk ini jadi dan siap diperjual belikan, dari pihak TPA mengirimkan pupuk-pupuk ini kepada penjual bunga di sekitar Bojonegoro dengan harga 4 ribu dalam kemasan 5 kg.
"Jika di toko bunga biasanya harga 5 sampai 10 ribu,” kata Mualim.

Berbagai macam pengelolahan sampah, uang yang masuk dari hasil penjualan pupuk ini dimasukkan Kas Daerah. [uly/ito]

Tag : tpa, banjarsari, bojonegoro, trucuk


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 22 October 2020 16:00

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang M. Anang Febri Efendi reporter blokTuban.com resmi melepas lajang. Ikrar janji suci diucapkan Anang di akad nikah pukul 09.00 WIB hari Senin (19/10/2020) di kediaman mempelai wanita. Resespsi kedua, dilaksanakan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat