22:00 . Apa Itu Terapi Plasma Konvalesen ?   |   21:00 . Taman Gajah Bolong Diresmikan   |   20:00 . Perbaiki Peta Zonasi Risiko, dengan Disiplin Jalankan PPKM   |   19:00 . Lembaga Eijkman Tidak Temukan Varian Baru Virus Covid-19   |   18:00 . Monitoring dan Evaluasi Menjadi Dasar Perpanjangan PPKM   |   17:00 . Hujan Terus, Tanah di Desa Semanding Longsor   |   16:00 . Disuntik Vaksin, Arumi Pegang Erat Tangan Wagub Emil Dardak   |   15:00 . Diresmikan, Taman Gajah Bolong Tawarkan Fasilitas Menarik untuk Refreshing   |   14:00 . Relawan Nasi Bagikan Nasi untuk Korban Banjir   |   13:00 . Banjir Belum Surut, Pintu Air Dibuka   |   12:00 . Desa Kalianyar Masih Tergenang Banjir   |   11:00 . Dua Hari Banjir di TPK Bojonegoro Belum Surut   |   10:00 . Diresmikan Bupati, Taman Gajah Bolong Sebagai Tempat Berlibur dan Penghasil Oksigen   |   09:00 . Pasien Sembuh Covid-19 di Indonesia Sudah Mencapai 772.790   |   08:00 . Biznet Gencar Lakukan Ekspansi Jaringan ke Lebih Banyak Kota dan Area   |  
Sat, 23 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Hendak Tali Perahu ke Tepi, 2 Penambang Pasir asal Tuban Tenggelam dan Meninggal

blokbojonegoro.com | Sunday, 27 December 2020 19:00

Hendak Tali Perahu ke Tepi, 2 Penambang Pasir asal Tuban Tenggelam dan Meninggal

Reporter: Muhammad Qomarudin
 
blokBojonegoro.com - Nasib naas harus menimpa Kasno (47) warga Desa Maibit, Kecamatan Rengel dan Siswanto (40) warga Desa Balan, Kecamatan Parengan. Kedua warga asal Kabupaten Tuban tersebut, tenggelam di Sungai Bengawan Solo yang berada di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro dan ditemukan telah meninggal dunia, Minggu (27/12/2020).
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Nadif Ulfia mengatakan, dua korban yang merupakan penambang pasir tersebut tenggelam lantaran terpeleset dan tidak kuat ketika hendak akan menali perahu yang berisi pasir ke bibir sungai dan kemudian hanyut terbawa arus sungai Bengawan Solo.
 
"Setelah perahu penuh, kedua korban bersama Supardi (48) yang juga warga Desa Maibit menepi di pinggir sungai, selanjutnya setelah kurang lebih 5 meter dari bibir sungai, kedua korban turun di Bengawan Solo untuk menali perahu. Akan tetapi pada saat akan menali dan menarik perahunya kedua korban kewalahan sehingga terpeleset dan hayut tengggelam," ujar Nadif Ulfia.
 
Melihat kedua rekannya yang tenggelam tersebut, kemudian Supardi yang berada di atas perahu kemudian turun untuk menolong kedua korban. Namun, usahanya tidak berhasil dan kuwalahan lantaran kedua korban tersebut sudah hanyut terbawa arus sungai Bengawan Solo.
 
Setelah hampir 45 menit Kasno, berhasil ditemukan oleh warga sekitar pukul 14.45 WIB dengan lokasi 7 meter dari sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Kecamatan Kanor. Selanjutnya pukul 15.30 WIB Siswanto berhasil ditemukan oleh warga dwngan jarak sekitat 8 meter dari TKP dan selanjutnya korban dievakuasi ke Puskesmas Kanor. 
 
"Kronologi kejadian terjadi sekira Pukul 14.00 WIB, kedua korban bersama Supardi (Saksi) melaksanakan aktifitasnya seperti biasanya sebagai penambang pasir," pungkasnya.[din/ito]

Tag : penambang, perahu, bojonegoro, tuban, kanor, pasir


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat