19:00 . Bermain di Sungai, Anak 9 Tahun Ditemukan Meninggal Tenggelam   |   18:00 . Ngabuburit, Masyarakat Disuguhi Lukisan Komunitas Sangrupa   |   17:00 . Banyak Warga Keluar Ngabuburit, Jembatan Glendeng Sesak   |   16:00 . Antre Lewat Jelang Berbuka   |   14:00 . Calon Jema’ah Haji Khususnya Lansia Divaksin   |   13:00 . Upaya Penanganan Pertamina EP Direspons Positif   |   12:00 . Melesat Naik, Harga Emas Dibanderol Rp937.000   |   11:00 . Bersama Realfood, DMI Bojonegoro Bagi Takjil di Ribuan Masjid   |   10:00 . Perempuan Asal Bojonegoro Diamankan Satpol PP Tuban di Eks Lokalisasi Gandul   |   09:00 . Gerak Cepat, Jasa Raharja Santuni Korban Laka di Sumberrejo   |   08:00 . Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kab. Bojonegoro Resmi Dilantik   |   07:00 . Tips Memilih Makanan Sehat Agar Tetap Bugar Selama Puasa   |   05:00 . Kasus Baru Tambah 2, Konfirmasi Positif Menjadi 14 Orang   |   17:00 . Asal Muasal Desa Ngringinrejo, Sesepuh: Ada Senopati Moksa di Beringin Raksasa   |   16:00 . Menuju Smart Green City, Bojonegoro Berupaya Jadi Kota Ramah Disabilitas   |  
Sun, 18 April 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Langgar Prokes, Hiburan Hajatan Di Kedaton Dibubarkan

blokbojonegoro.com | Tuesday, 29 December 2020 15:00

Langgar Prokes, Hiburan Hajatan Di Kedaton Dibubarkan

Reporter: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Agenda pesta pernikahan/hajatan di Desa Kedaton, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro di bubarkan oleh aparat Kepolisian Senin (28/12/2020). Hal itu dikarenakan tengah melanggar protokol pencegahan covid-19.

Di bubarkannya agenda hajatan tersebut dikarenakan adanya pertunjukkan elektone yang berpotensi mengundang dan mengumpulkan masa di saat terjadi peningkatan pasien covid-19 di Kabupaten Bojonegoro.

Saat dikonfirmasi blokBojonegoro.com, Kepala Kepolisian Sektor Kapas, AKP Yaban SE, menegaskan hajatan tersebut dibubarkan oleh aparat karena tidak mematuhi/melanggar protokol kesehatan. Bahwasanya ada pertunjukkan elektron yang mengundang banyak masa dan tidak mengantongi rekomendasi dari Gugus Tugas.

"Ada hajatan yang mengundang banyak massa saat pandemi covid-19, meski sudah dihimbau oleh pihak desa," tegas Kepala Kepolisian Sektor Kapas.

Pihaknya juga menambahkan, saat dilakukan pembubaran oleh aparat Kepolisian, dari 17 orang yang menjalani rapid tes tersebut hasilnya non reaktif.

Meski demikian, baik teguran tertulis hingga lisan, maupun pemberian sanksi hukuman tindak pidana ringan (tipiring) tetap diberikan kepada keluarga yang tengah menggelar hajatan.

"Saat dilakukan pembubaran oleh aparat Kepolisian, hasilnya 17 orang non reaktif. Namun sanksi lisan hingga tipiring tetap berlaku," tambahnya.

Hal ini mengacu pada Peraturan GubernurJatim No. 53 Tahun 2020, sekaligus mengacu pada SE terkait himbauan antisipasi penyebaran covid-19 terlebih di wilayah Kecamatan Kapas, dalam menjaga keamanan dan tertib masyarakat (kamtibmas) yang kondusif menjelang Tahun Baru 2021. [liz/ito]

Tag : Hajatan, covid, bojonegoro, kapas, kedaton, vaksin, ingat pesan ibu, pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan, cuci tangan pakai sabun, satgas covid 19, virus corona


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat