21:00 . Wartawan Bojonegoro Lakukan Vaksinasi Dosis Pertama   |   20:00 . Ini Komentar Tetangga tentang Keseharian Terduga Teroris   |   18:00 . PGMI UNUGIRI Raih Akreditasi B Kategori Sangat Baik   |   17:00 . Kali Pacal Meluap Rumah Hingga Fasum di Ngadiluhur Terendam Banjir   |   16:00 . Satpol PP Gelar Tasyakuran Hari Ulang Tahun Ke-71   |   15:00 . Awak bB Sukseskan Vaksinasi untuk Tangkal Covid-19   |   14:00 . Puluhan Wartawan di Bojonegoro Ikuti Vaksinasi di Pendopo Malowopati   |   13:00 . Sepeda Masuk SPT Pajak, Begini Penjelasannya   |   12:00 . Bupati Tinjau Lokasi Terdampak Pasca Banjir Gondang   |   11:00 . Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat Menjadi 1.160.863 Orang   |   10:00 . Setahun Pandemi: Dampak Libur Panjang Jadikan Evaluasi   |   09:00 . Banjir Bandang Terjang Bojonegoro Selatan   |   08:00 . Meski Berada di Desa Pesanan Bordir Tembus Luar Daerah   |   07:00 . Awas, Kurang Paparan Lingkungan Hijau Tingkatkan Risiko ADHD pada Anak   |   06:00 . Kabupaten Bojonegoro Masuk Zona Kuning dengan Risiko Rendah   |  
Thu, 04 March 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Pandemi, Pedagang Terompet Keluhkan Sepi Pembeli

blokbojonegoro.com | Friday, 01 January 2021 20:00

Pandemi, Pedagang Terompet Keluhkan Sepi Pembeli

Reporter:  Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Momentum tahun baru selalu identik dengan terompet dan kembang api, namun hal ini berbanding terbalik saat momentum tahun baru 2021.

Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19,  pemerintah memberikan kebijakan terkait pembatasan jam malam/larangan berkerumun saat tahun baru, guna menekan angka penderita Covid-19. Hal ini tentu juga berpengaruh pada penjualan terompet bagi para pedagang terompet musiman. 

Kenyataan di lapangan, Badrus salah seorang pedagang terompet musiman asal Desa Sranak, menuturkan bahwa penjualan terompet saat tahun baru 2021 ini mengalami penurunan cukup pesat hingga 99 persen. 

"Sepi penjualan terompet saat ini beda dengan tahun sebelumnya," ungkap Badrus.

Badrus juga menambahkan, dari awal mulai menjajakan terompet sejak awal bulan Desember lalu terkadang hanya ada satu hingga tiga pembeli setiap harinya.

"Masih ada yang beli terkadang satu hingga dua orang dari awal penjualan sampai saat ini," tutur Badrus. 

Adapun harga terompet yang dijual oleh Badrus tergolong cukup variatif, dari terompet seharga Rp15.000 hingga Rp 25.000. Baik dari model biasa hingga model Naga. 

"Harganya variasi dari Rp15.000 sampai Rp25.000 itu model terompet Naga," tambahnya. 

Hingga kini jumlah kasus Covid-19 di Bojonegoro masih tinggi, diketahui jumlah komulatif pasien terkonfirmasi positif di Kabupaten Bojonegoro sebanyak 1.287 orang.  Meliputi aktif dirawat 227 orang, sembuh 967 orang dan meninggal dunia 93 orang. Sementara untuk kasuss suspect sebanyak 332 orang. [liz/lis]

Tag : Terompet, tahun baru


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat