08:00 . Kreatif dan Unik, Tas Kloso Buatan Tangan Khas Bojonegoro   |   07:00 . Kontrol Gula Darah Pasien Diabetes Tipe 2, Cobalah Konsumsi Jeruk dan Tomat   |   06:00 . Alur Pelayanan Vaksinasi Covid-19 di Fasilitas Kesehatan   |   22:00 . Rumah Sakit Aisyiyah Kenalkan Program Pelayanan Antar Obat Gratis   |   21:00 . Gandeng PT Baladewa, BLK Bojonegoro Optimalkan Penyerapan Tenaga Kerja   |   20:30 . Tambahan Kasus Harian Covid-19 Nasional Minggu Ini Tembus 14 Ribu   |   20:00 . Meski ada Vaksin, Jalani Normal Baru dengan Tetap Disiplin Prokes 3M   |   19:00 . Korban Tenggelam di Desa Ngrejeng Belum Ditemukan   |   18:00 . Protokol Cek dan Ricek Cegah Penularan Virus Hoaks   |   17:00 . Gubernur Khofifah Ajak Donor Plasma Konvalesen   |   16:00 . Rumah Akikah di Desa ini, Satu Bulan Sembelih Kambing Sampai 170 Ekor   |   15:00 . Usulkan 1000 Formasi, 615 untuk CPNS dan 385 PPPK   |   14:00 . Tahun 2021, Pemkab Bojonegoro Anggarkan 18 Milyar untuk Santunan Kematian   |   13:00 . Warga Ngumpakdalem Gotong Royong Bangunkan Rumah untuk Disabilitas   |   12:00 . BUMDES Lohjinawe Sarangan Perkuat Ekonomi Desa Melalui UMKM   |  
Wed, 20 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Bojonegoro dan Tuban Belum Temukan Titik Temu Pembangunan Rute Jalan Tol

blokbojonegoro.com | Wednesday, 06 January 2021 15:00

Bojonegoro dan Tuban Belum Temukan Titik Temu Pembangunan Rute Jalan Tol

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Rencana Pembangunan jalan tol Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Gresik saat ini masih terus digodok. Namun, penentuan rute tol antara Kabupaten Bojonegoro dengan Kabupaten Tuban belum menentukan titik temu yang pasti.

Kabid Sarana dan Prasarana Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Bojonegoro Ramses Panjaitan mengatakan, kedua Kabupaten tersebut memiliki pendapat masing-masing berdasarkan rencana tata ruang wilayah (RTRW). Karena itu, rute tol menyambung ini masih dikaji.

"Untuk Kabupaten Bojonegoro menginginkan pembangunan rute jalan tol mengikuti jalur Solo Valley Werken, dari Kecamatan Ngraho sampai Baureno. Sedangkan, Kabupaten Tuban sendiri menginginkan melewati Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, lalu Kacamatan Parengan hingga ke Kacamatan Jenu Kabupaten Tuban," ujarnya, Rabu (6/1/2021).

Ramses Panjahitan mengungkapkan, dipilihnya rute jalan tol mengikuti jalur Solo Valley Werken lantaran dirasa lebih mudah karena berada di tanah negara dan tidak perlu dilakukan pembebasan lahan. Selain itu, rute tersebut juga bakal mempermudah pertumbuhan ekonomi wilayah Bojonegoro selatan yang digadang-gadang akan menjadi tempat industri.

"Kalau Kabupaten Lamongan tidak begitu mempermasalahkan, karena sudah diapit oleh dua tol, yaitu Pantura dan juga tol dari Surabaya sampai Solo. Sedangkan untuk alur gerbang exit tol, keinginan dari Pemkab Bojonegoro nantinya bakal melalui Kecamatan Widang Kabupaten Tuban," sambungnya.

Berbeda dengan Pemkab Tuban. Pemkab Tuban menginginkan tol melalui wilayah barat, yang merupakan sentra industri. Keberadaan jalan tol bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Sehingga sentra industri tumbuh. Karena akses kendaraan mudah dan mengangkat hasil daerah tersebut.

"Dari Kabupaten Tuban menginginkan melalui wilayah Tuban bagian barat, mengingat daerah Tuban barat juga memilik potensi besar terhadap pengembahan ekonomi. Selain itu, juga terdapat industri besar di sana," lanjut Ramses saat ditemui dikantornya.

Akan tetapi semua keputusan terkahir tentang rute tol, bakal diputuskan oleh Kementerian PUPR. Ramses menjelaskan, pembangunan jalan tol merupakan program presiden sesuai Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gerbang Kertosusila. Sehingga pembangunan direncanakan selesai 2024.

"Kalau untuk rencana kapan pembangunanya kita belum tau secara pasti, tetapi rencananya ditargetkan bisa selesai pada tahun 2024 dan rencananya kita akan melakukan pertemuan lagi pada Bulan Februari mendatang dengan mengundang semua stake holder terkait untuk melakukan pembahasan," terangnya.

Untuk lahan Solo Valley sendiri menurutnya, memilik panjang sekitar 120 kilometer dengan lebar antara 70 meter sampai 150 meter yang melewati kabupaten Tuban, Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik. Sedangkan untuk Solo Valley di Bojonegoro melewati Kecamatan Ngraho, Padangan, Kalitidu, Ngasem, Purwosari, Dander, Kapas, Sumberejo, Balen, Kepohbaru, dan Baureno.

"Jika nanti disetujui bakal melalui rute Solo Velley di Bojonegoro, panjang tol yang melewati Bojonegoro sekitar 89 Kilometer," pungkasnya.[din/ito]

Tag : exit, tol, bojonegoro, tuban


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat