07:00 . Gejala dan Tips Cara Mengatasi Pilek pada Bayi   |   06:00 . Sudah Divaksin Tetapi Bisa Positif Covid-19   |   20:00 . Tembus 1 Juta, Kasus Covid Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara   |   19:00 . Polres Bojonegoro Kawal 3.680 Vial Vaksin Covid-19   |   18:00 . Rektor UNUGIRI Resmi Dilantik Ketum PBNU Secara Virtual   |   17:00 . Polres Bojonegoro Amankan Pelaku Pembalakan Liar   |   16:00 . BPBD Laksanakan Kegiatan Edukasi Bencana Banjir dan Penyerahan Sembako   |   15:00 . IPNU IPPNU Gayam beserta FPKT Bahu Membahu Tanam 1000 Pohon   |   14:00 . BPBD Lakukan Penyemprotan Disinfektan   |   13:00 . Donor Plasma Konvalesen, PMI Bojonegoro Akan Lakukan Rapat Koordinasi   |   12:00 . 37.473 Warga Bojonegoro Terima BST Melalui Kantor Pos   |   11:00 . Dikawal Ketat, Vaksin Sinovac Tiba di Bojonegoro   |   10:00 . Hendak Melawan, Spesialis Pembobol Konter Didor   |   09:00 . Vaksin Sinovac Tiba di Bojonegoro   |   08:00 . Puluhan Ribu Vaksinator Bersiap Jadi Komunikator Andal   |  
Wed, 27 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Masyarakat Desa Kolong Swadaya Tangulangi Tanah Longsor

blokbojonegoro.com | Wednesday, 06 January 2021 22:00

Masyarakat Desa Kolong Swadaya Tangulangi Tanah Longsor

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Karena diguyur hujan deras terus menerus, jalan penghubung antar dusun di Desa Kolong, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro tergerus air sungai. Satu unit rumah terancam longsor, dan hanya tinggal beberapa meter dari bibir tebing.

Menurut salah satu warga Desa Kolong Sigit Prastyoko, pertama kali longsor tersebuat terjadi pada hari Sabtu Malam, ketika hujan menguyur terus menerus sehingga membuat tanah jalan tergerus sehingga menyebabkan jalan yang baru di buat itu longsor. 

"Hari ini warga gotong royong membuat terasering dari bambu untuk menahan tanah, fungsinya untuk meningkatkan peresapan air ke dalam tanah dan mengurangi jumlah aliran permukaan sehingga memperkecil risiko pengikisan oleh air," ujar anggota Banser tersebut.

Kegiatan ini adalah swadaya masyarakat desa, sampai hari ini belum ada upaya dari pemerintahan desa setempat. Dia berharap dari pihak pemerintah ada tindak lanjut untuk penagulangan longsor ini.

"Ya semoga setelah dikasih terasering ini gak ada kejadian longsor lagi, sebab sudah sangat dekat dengan pemukiman warga, saya juga berharap dari pihak terkait adak tindak lanjut yang lebih jelas, karena sekarang ini hanya di tandu dengan bambu saja," tandasnya.

M. Ridwan warga lain mengatakan, kegiatan ini masih suwadaya dari masyarakat, seharusnya kan penanggulangan tanah longsor seperti ini, harus terintegrasi antara tindakan masyarakat yang bermukim di area rawan longsor dengan pemerintah setempat.

"Saya hanya berharap semoga cepat ada tindakan dari pihak terkait, karena kalau hanya di tandu dengan bambu kan sewaktu waktu bisa lapuk," ucapnya.[her/col]

 

Tag : Longsor, rumah, sungai, erosi


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat