07:00 . Gejala dan Tips Cara Mengatasi Pilek pada Bayi   |   06:00 . Sudah Divaksin Tetapi Bisa Positif Covid-19   |   20:00 . Tembus 1 Juta, Kasus Covid Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara   |   19:00 . Polres Bojonegoro Kawal 3.680 Vial Vaksin Covid-19   |   18:00 . Rektor UNUGIRI Resmi Dilantik Ketum PBNU Secara Virtual   |   17:00 . Polres Bojonegoro Amankan Pelaku Pembalakan Liar   |   16:00 . BPBD Laksanakan Kegiatan Edukasi Bencana Banjir dan Penyerahan Sembako   |   15:00 . IPNU IPPNU Gayam beserta FPKT Bahu Membahu Tanam 1000 Pohon   |   14:00 . BPBD Lakukan Penyemprotan Disinfektan   |   13:00 . Donor Plasma Konvalesen, PMI Bojonegoro Akan Lakukan Rapat Koordinasi   |   12:00 . 37.473 Warga Bojonegoro Terima BST Melalui Kantor Pos   |   11:00 . Dikawal Ketat, Vaksin Sinovac Tiba di Bojonegoro   |   10:00 . Hendak Melawan, Spesialis Pembobol Konter Didor   |   09:00 . Vaksin Sinovac Tiba di Bojonegoro   |   08:00 . Puluhan Ribu Vaksinator Bersiap Jadi Komunikator Andal   |  
Wed, 27 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tahun 2020, Penjualan Seragam Sekolah Menurun Drastis

blokbojonegoro.com | Friday, 08 January 2021 14:00

Tahun 2020, Penjualan Seragam Sekolah Menurun Drastis

Kontributor : Uul Lyatin

blokBojonegoro.com - Pandemi membuat semua sekolah merubah sistem pengajaran. Mulai yang biasanya tatap muka, kini semua telah dirubah menjadi sistem daring atau yang dikenal sebagai sekolah online. Kegiatan belajar mengajar yang resmi di rubah sistem online semenjak maraknya pandemi ini, membuat banyak anak sekolah hingga anak perkuliahan dirumahkan untuk belajar online.

Dengan adanya sistem pembelajara online tersebut, berdampak kepada banyak penjual seragam sekolah yang memgalami penurunan omset. Salah satunya yang terpantau oleh blokBojonegoro.com di sekitar pasar kota Bojonegoro.

Salah satu toko yang terkenal dengan baju seragam sekolahnya, kini hampir gulung tikar akibat pandemi. Salah satu toko tersebut mengalami penurunan yang sangat drastis dibanding tahun 2019 lalu.

"Selama sekolah ditutup dan pembelajaran diganti sistem daring, toko kami juga sepi pembeli. Lebih tepatnya lagi pembeli terkait seragam sekolah inj sangat nihil," ungkap Firda, salah satu penjaga toko.

Firda juga mengatakan bahwa penurunan omset tersebut hampir 90%. Karena sangat jarang ada orang yang mencari seragam sekolah. Hal tersebut sangat berdampak bagi penjual seragam sekolah.

Dalam satu tahun 2020 yang lalu, toko ini mengalami penurunan yang cukup drastis pada bagian seragam sekolah. Namun disamping itu masih ada satu hingga dua orang yang membeli seragam sekolah dalam tiap minggunya. Dan kebanyakan  seragam yang dibeli ialah seragam SD.

"Masih ada pembeli, namun hanya 1 atau 2 orang saja dalam seminggu. Kalau dibandingkan dengan dulu ya sangat jauh beda," ujarnya.

Firda berimbuh bahwa dalam 1 hari terkadang tidak apa pembeli sama sekali yang menanyakan seragam sekolah. Padahal dibandingkan sebeluk pandemi, dalam 1 harinya ia dapat menjual banyak seragam. Namun setelah pandemi, pelanggan dan pembeli hampir tidak ada.

"Ya mau mengeluh bagaimana lagi, memang keadaannya seperti ini. Padahal dulu toko tidak pernah sepi pembeli, kini toko selalu sepi pembeli yang berkaitan dengan seragam sekolah."tandasnya.

Tak berhenti di satu toko, blokBojonegoro juga memantau beberapa toko seragam di sekitar pasar kota Bojonegoro. Dan banyak dari mereka selaku penjual seragam sekolah mengalami masalah yang sama. Yaitu terkait penurunan penjualan dan penurunan omset.

Banyak dari mereka selaku penjual seragam sekolah juga mengeluhkan penjualan seragamsepi dikarenakan Sistem sekolah yang berbeda yaitu secara daring. Jadi banyak dari pembeli yang tidak terlalu mementingkan untuk membeli seragam sekolah. [uul/ito]

Tag : seragam, sekolah, pasar, pandemi, omset


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat