23:00 . Pengendara Motor Tabrak Truk Parkir di Jalan   |   21:00 . MWC NU Ngasem Peringati Harlah NU ke 98   |   20:00 . Sempat Turun, Kini Harga Daging Ayam Boiler Merangkak Naik   |   19:00 . Sempat Ditutup, Pemkab Mulai Buka Dua Wisata Alam Bojonegoro   |   18:00 . Manfaatkan Bekatul Mahasiswa STAI Attanwir Sukses di Ajang Kompetisi Bisnis Nasional   |   17:00 . Sanggar Literasi Menjadi Salah Satu Solusi Edukasi di Tengah Pandemi   |   16:00 . Dua RT di Napis, Bojonegoro Belum Teraliri Listrik   |   15:00 . Alternatif Berjualan di Tengah Pandemi dengan Rujak Jambu Krisral   |   14:00 . Tata Laksana Vaksinasi Gotong Royong Sesuai Standar Kemenkes   |   12:00 . Pelantikan, KNPI Serahkan Hasil Musrenbang Kepemudaan pada Bupati   |   11:00 . Pelantikan KNPI, Disampaikan Pentingnya Persiapan Hadapi Era 4.0   |   10:00 . Upaya Paralel Mempercepat Herd Immunity   |   09:00 . LIVE: Peresmian Lembaga Krida Wira   |   08:00 . Pasien Sembuh di Indonesia Terus Meningkat Menjadi 1.136.054 Orang   |   07:00 . Menkes Minta Ponpes Tetap Terapkan Prokes   |  
Mon, 01 March 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sehari Bersama Dea Miswa, Gadis Peternak Kambing

blokbojonegoro.com | Friday, 15 January 2021 19:30

Sehari Bersama Dea Miswa, Gadis Peternak Kambing

Kontributor: Herman Bagus.

blokBojonegoro.com - Biasanya, perempuan sedikit enggan melakukan hal-hal yang berhubungan dengan hewan ternak. Namun hal itu tidak berlaku bagi gadis asal asal Desa/Kecamatan Tambakrejo, Dea Miswa.

Mungkin sobat blokers sudah tidak asing dengan Dea Miswa ini. Di lingkungannya Dea memilih untuk melawan tradisi. Biasanya, perempuan seusianya lebih memilih kuliah, merantau, bekerja di pabrik atau bekerja kantoran. Namun, Dea memilih untuk beternak kambing.

Dari bangun tidur hingga mau tidur, Dea harus bercengkrama dengan kambing-kambingnya. Mulai dari memberi makan,  memandikan, memberi minum kambing bahkan mencari rumput.

Di kandang Dea kini ada 40 ekor kambing dari mulai anakan hingga indukan. Jika tidak hujan, saat matahari sudah terik, kawanan kambing digiring ke lapangan untuk makan rumput sampai sekitar pukul 14.00 WIB. Sebab, biasanya saat sore lapangan tempat menggembala kambingnya dipakai bermain bola. Setiap pukul 10.00 WIB pagi Dea meminggirkan indukan di tempat yang teduh supaya para induk kambing bisa menyusui anak-anaknya dalam suasana sejuk.

Berbeda ketika cuaca hujan dan tidak mendukung, kambing-kambingnya dibiarkan di kandang. Saat musim hujan dia lebih intens merawat kambing-kambingnya sebab rentan diserang diare.

"Kalau musim hujan seperti ini habis pakan banyak, soalnya kambing jarang keluar kandang, biasanya fermentasi bisa dibuat satu bulan, kalau musim hujan gini dua minggu habis," jelasnya.

Untuk pakan kambing sendiri dirinya memberi pakan hijau dan fermentasi. Selain sibuk merawat kambing Dea juga menyempatkan dirinya berorganisasi melalui IPPNU PAC Tambakrejo, selain itu dia juga mengamalkan ilmu yang didapatkanya sewaktu sekolah dulu melalui les privat di rumahnya.

Dia juga berpesan untuk para pemuda jangan pernah takut mencoba sesuatu. Sebab keberhasilan itu prosesnya juga dari mencoba. "Kalau tidak dicoba manusia tidak akan mengetahuinya," ujar Dea.[her/col]

Tag : Dea, peternak, kambing


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat