21:00 . Genap 4 Tahun, AMSI Konsisten Mewujudkan Ekosistem Digital yang Sehat   |   20:00 . Lagi, Pasangan Tak Suami Istri Terciduk Satpol PP di Kamar Kost   |   18:00 . Antisipasi Pembobolan Rekening, Polres Gelar Rakor dengan Pimpinan Bank   |   17:00 . Mancing, Cara Asyik Menanti Azan Maghrib   |   16:00 . Menjadi Kartini Inspiratif Masa Kini Melalui Empat Pilar   |   15:00 . Klaim Triwulan Pertama Tahun 2021, Santunan Korban Luka-luka Jasa Raharja Menurun   |   14:00 . Semarakkan Hari Kartini, Kopri PK Attanwir Gelar Kompetisi Fotogenik   |   13:00 . Waspada...! Lagi-lagi Ada Akun Medsos Mengatasnamakan Bupati Anna Mu'awanah   |   12:00 . Peringatan Hari Kartini, Wanita Turut Berperan Mengisi Pembangunan Bangsa   |   11:00 . Perkuat Protokol Kesehatan untuk Ramadan Lebih Aman   |   10:00 . Provinsi Prioritas PPKM Mikro Diminta Serius Dalam Pembentukan Posko   |   09:00 . Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat Mencapai 1.455.065 Orang   |   08:00 . Pemerintah Mendukung Inovasi Kesehatan Untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa   |   07:00 . Tingkat Ekonomi Keluarga Pengaruhi Usia Anak Terpapar Medsos, Kok Bisa?   |   05:00 . 3 Pasien Sembuh, 1 Tambahan Kasus Baru dan 1 Pasien Meninggal   |  
Tue, 20 April 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Protokol Cek dan Ricek Cegah Penularan Virus Hoaks

blokbojonegoro.com | Tuesday, 19 January 2021 18:00

Protokol Cek dan Ricek Cegah Penularan Virus Hoaks

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Mudahnya akses konsumsi dan produksi informasi melahirkan dunia yang penuh dengan informasi. Saat ini, kita tidak hanya menghadapi pandemi Covid-19 saja, namun juga infodemi yang berisikan hoaks dan disinformasi. Informasi-informasi yang salah ini ada  yang  sengaja  dibuat  dan  ada  pula  yang  melakukannya  secara  tidak  sadar  karena ketidaktahuan, dorongan emosi sesaat, atau hanya karena faktor ketidaksukaan semata.

Baru-baru  ini  salah  satu  contoh  disinformasi  terkait  vaksin  Covid-19  adalah  Beredar  sebuah tangkapan  layar  dari  pesan  berantai  di  WhatsApp  yang  mengklaim  bahwa  Danramil  Kebomas Kodim0817 Gresik, Mayor Kav Gatot Supriyono meninggal dunia akibat disuntik Vaksin Covid-19.

Kemudian ada narasi menyinggung nama Kasdim 0817/Gresik, Mayor Sugeng Riyadi.Namun,  faktanya  berdasarkan  klarifikasi  dari  WaAsops  Kasad  TNI  AD,  Brigadir  Jenderal Supriono kepada Kementerian Kominfo, disebutkan bahwa Danramil Kebomas, Mayor Kav Gatot Supriyono meninggal dunia dengan indikasi serangan jantung dan belum pernah diberikan vaksin Covid-19. Sebelumnya, almarhum melaksanakan rapid antigen di Poskes Gresik padaKamis, 14 Januari 2021 dengan hasil negatif.

Fakta lainnya adalah, sampai saat ini Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi masih dalam keadaan  sehat  walafiat.  Dan  Mayor  Sugeng  merupakan  salah  satu  dari  tujuh  orang  yang mendapatkan vaksin perdana di Gresik. Hoaks seperti ini merupakan satu dari banyaknya hoaks yang beredar terkait vaksin Covid-19.

Dari  catatan  Kementerian  Komunikasi  dan  Informatika,  dalam  kurun  waktu  3-18  Januari  2021 setidaknya sudah ada 24 disinformasi atau hoaks terkait vaksin Covid-19.  Ini berarti hampir tiap hari ada disinformasi dan hoaks yang dibuat dan diedarkan. Di era informasi yang serba digital, satu disinformasi atau hoaks saja bisa diviralkan ke ribuan orang dengan cepat melalui berbagai platform.

Penyebaran  infodemi  berefek  pada  biasnya  informasi  sehingga  bisa  menutupi  informasi-informasi  yang  valid  dari  sumber-sumber  resmi.  Adanya  infodemi  semakin  memperkeruh keadaan.

“Kita semua berperan sangat penting dalam menghadapi hoaks. Kita perlu lebih teliti dalam  menyaring  informasi  dan  tidak  terpancing  dengan  judul-judul  informasi  yang  provokatif serta kemudian menyebarkannya karena dorongan emosi semata,” ujar Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi.

Kemkominfo terus meningkatkan upaya memerangi infodemiyang membawa virus hoaks atau berita bohong ini dengan menyediakan layanan Chatbot Anti Hoaks terkait pandemi Covid-19 yang  dirancang  untuk  menjawab  setiap  pertanyaan  publik  mengenai  informasi  yang  masih diragukan kebenarannya. Laporan yang diterima Kementerian Kominfo akan diverifikasi sebelum ditindak.Kemkominfo  juga  telah  berkoordinasi  dengan  platform  media  sosial  untuk  bersama-sama menangani  hoaks  Covid-19  di  Indonesia.  Serta  bersinergi  dengan  Bareskrim  Polri  bekerja melalui cyber groundatau patroli sibernya Kominfo dengan waktu operasi 24 jam sehari dan 7 hari  seminggu. 

Selain  itu,  Masyarakat  Anti-Fitnah  Indonesia  (Mafindo)  bekerjasama  dengan WhatsApp juga membuat chatbotpengecek fakta Turn Back Hoax di nomor WA 0859-2160-0500.Informasi-informasi yang muncul di media sosial harus diperiksa terlebih dahulu sehingga tidak mudah  terhasut.  Agar  tidak  mudah  termakan  hoaks  dan  hasutan,  harus  melakukan  cek  silang dari beberapa sumber. Sebelum menularkan berita-berita yang belum terkonfirmasi, sebaiknya cekdulu kebenarannya ke Kemkominfo atau lembaga independen seperti Mafindo.

 

Tag : covid 10, vaksin, vaksinasi, ingat pesan ibu, pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan, cuci tangan pakai sabun, satgas, virus corona, lawan covid, satgas, covid


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat