21:00 . Genap 4 Tahun, AMSI Konsisten Mewujudkan Ekosistem Digital yang Sehat   |   20:00 . Lagi, Pasangan Tak Suami Istri Terciduk Satpol PP di Kamar Kost   |   18:00 . Antisipasi Pembobolan Rekening, Polres Gelar Rakor dengan Pimpinan Bank   |   17:00 . Mancing, Cara Asyik Menanti Azan Maghrib   |   16:00 . Menjadi Kartini Inspiratif Masa Kini Melalui Empat Pilar   |   15:00 . Klaim Triwulan Pertama Tahun 2021, Santunan Korban Luka-luka Jasa Raharja Menurun   |   14:00 . Semarakkan Hari Kartini, Kopri PK Attanwir Gelar Kompetisi Fotogenik   |   13:00 . Waspada...! Lagi-lagi Ada Akun Medsos Mengatasnamakan Bupati Anna Mu'awanah   |   12:00 . Peringatan Hari Kartini, Wanita Turut Berperan Mengisi Pembangunan Bangsa   |   11:00 . Perkuat Protokol Kesehatan untuk Ramadan Lebih Aman   |   10:00 . Provinsi Prioritas PPKM Mikro Diminta Serius Dalam Pembentukan Posko   |   09:00 . Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat Mencapai 1.455.065 Orang   |   08:00 . Pemerintah Mendukung Inovasi Kesehatan Untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa   |   07:00 . Tingkat Ekonomi Keluarga Pengaruhi Usia Anak Terpapar Medsos, Kok Bisa?   |   05:00 . 3 Pasien Sembuh, 1 Tambahan Kasus Baru dan 1 Pasien Meninggal   |  
Tue, 20 April 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kesehatan Mental Remaja Perempuan Terganggu akibat Media Sosial

blokbojonegoro.com | Wednesday, 17 February 2021 07:00

Kesehatan Mental Remaja Perempuan Terganggu akibat Media Sosial

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Para ahli mengatakan bahwa ada penurunan besar dalam kesejahteraan pribadi dan harga diri remaja perempuan sejak sekitar usia 14 tahun yang dipicu oleh media sosial.

Selain itu, tingkat depresi juga memburuk pada anak hingga remaja perempuan ketika mereka merasa tidak berharga dan tidak bahagia dengan penampilannya.

Hal itu diperburuk dengan perbedaan dengan anak laki-laki yang dapat membuat kepercayaan diri menurun apabila dianggap kurang pandai.

Ahli juga mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 telah membuat satu dari enam anak mengalami masalah kesehatan mental, dengan adanya isolasi, kurangnya olahraga, dan penutuan sekolah.

Pernyataan tersebut merupakan hasil dari studi yang dilakukan oleh Education Policy Institute (EPI) dan The Prince’s Trust dari pengamatan terhadap pengalaman anak remaja berusia 11,14, dan 17 tahun, lapor The Sun.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa kesehatan mental kaum muda di Generasi Z menurun tajam saat mereka memasuki masa remaja," jelas Whitney Crenna-Jennings, Peneliti Senior Kesehatan Mental, Kesejahteraan dan Inklusi, di EPI.

Ia melanjutkan bahwa hal itu terjadi, khususnya, pada anak remaja perempuan. "Kemiskinan, penggunaan media sosial yang berlebihan dan kurangnya olahraga fisik adalah faktor-faktornya," sambungnya.

Menurut Whitney, kaum muda menghadapi tantangan yang signifikan dalam tahap perkembangan ini, ditambah dengan adanya pandemi.

"Tetapi generasi ini juga harus menghadapi pandemi yang akan membuat mereka 'kelaparan' akan hubungan dan pengalaman penting yang dibutuhkan untuk mendukung perjalanan masa remaja mereka," tandasnya.

*Sumber: suara.com

Tag : pendidikan, kesehatan, media sosial


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat