08:00 . Puluhan Ribu Vaksinator Bersiap Jadi Komunikator Andal   |   07:00 . Kesal dengan Suara Dengkuran Pasangan? Coba Lakukan Trik Aneh Ini   |   20:00 . Wacana Pasar Kota Dipindah, Pedagang Resah Bentangkan Spanduk   |   19:00 . Diterpa Pandemi, Ini Cara Bisnis Hotel dan Restoran Tetap Bertahan   |   18:00 . dr. Reisa: Bersama Kurangi Beban Garda Terdepan Penanganan Covid-19   |   17:00 . Prakiraan Cuaca, 3 Hari ke Depan Bojonegoro Diguyur Hujan Sedang   |   16:00 . Sebarkan Berita Benar, Laporkan dan Lawan Hoaks, Begini Caranya   |   15:00 . Meski Grafik Menurun, Jumlah Santunan Korban Luka-luka Jasa Raharja Masih Tinggi   |   14:00 . 100 CPNS Guru SMA-SMK se Bojonegoro dan Tuban Terima SK   |   13:00 . Jembatan Kalibedah di Jalur Padangan-Ngawi Longsor   |   12:00 . Pembatasan Kegiatan Masyarakat Diperpanjang Hingga 8 Februari   |   11:00 . Peduli Covid-19, Biznet Serahkan Ribuan Masker ke RSUD Bojonegoro   |   10:00 . Bulog Bojonegoro Pastikan Stok Beras Aman Sampai 6 Bulan Kedepan   |   09:00 . Pasien Sembuh di Indonesia Meningkat, Menjadi 798.810 Orang   |   08:00 . Harga Sayuran Mulai Merangkak Naik di Pasaran   |  
Tue, 26 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Fokus

  • Friday, 02 June 2017 17:00

    Jejak Sang Penyebar Islam (7)

    Sunan Blongsong, Kontra Belanda, Berdakwah Islam di Baureno

    Sunan Blongsong, Kontra Belanda, Berdakwah Islam di Baureno Salah satu penyebar Islam yang ada di Kabupaten Bojonegoro adalah Sunan Blongsong. Dia dikenal sebagai seseorang yang pertama kali menyebarkan agama Islam di sekitar daerah Desa Blongsong, Kecamatan Baureno, Bojonegoro. Makam Sunan Blongsong yang memiliki nama lain Banung Sumitro ini berada di wilayah Jalur Bojonegoro-Surabaya masuk jalur poros desa timur SMP Ahmad Yani Baureno sekitar 150 meter.

    read more

  • Thursday, 01 June 2017 17:00

    Jejak Sang Penyebar Islam (6)

    Cerita Mistis di Balik Kisah Raden Lanching Kusuma (Bagian 2)

    Cerita Mistis di Balik Kisah Raden Lanching Kusuma (Bagian 2) Dekitahui, Raden Bagus Lanching Kusumo adalah seorang perjaka atau bujangan, pada masa itu ( tak diketahui tahun berapa saat beliau hidup, namun dari penelusuran blokBojonegoro.com, di lokasi terlihat makam seorang kanti/satpam/pengawal yaitu bernama Subakir wafat pada 12 Maulud 1212, dan pengawal satunya lagi bernama Sujono dengan wafat yang sama seperti Subakir

    read more

  • Wednesday, 31 May 2017 17:00

    Jejak Sang Penyebar Islam (5)

    Raden Bagus Lancing Kusumo Penyebar di Tanah Bubulan (Bagian 1)

    Raden Bagus Lancing Kusumo Penyebar di Tanah Bubulan (Bagian 1) Sebuah desa erat kaitannya dengan kisah-kisah yang menjadi sejarah dan diyakini masyarakatnya. Sebagaimana kisah yang dituturkan sesepuh di Dusun Ngeneng (dulu bernama Clebung Ngeneng), Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, Bojonegoro. Di desa tersebut terdapat sebuah makam yang diyakini keramat yakni petilasan Raden Bagus Lanching Kusomo. Konon katanya beliau adalah salah satu penyebar Islam pertama di daerah tersebut.

    read more

  • Tuesday, 30 May 2017 17:00

    Jejak Sang Penyebar Islam (4)

    Berdirinya Masjid Darul Muttaqin di Padangan (Habis)

    Berdirinya Masjid Darul Muttaqin di Padangan (Habis) Di timur perempatan traffict light Padangan, ada masjid bernama Darul Muttaqin. Sekilas jika dilihat dari jalan raya memang tampak seperti masjid pada umumnya, tetapi yang berbeda adalah dengan adanya gapura masuk yang menarik. Tampak gapura dengan model bangunan tua ber tuliskan lambang bintang dan bulan, di bawahnya ada tahun 1931 dan di bawahnya ada tulisan SANGGAR PAMEODJA ENG ALAH. Masjid tersebut, merupakan bagian dari sejarah syiar Islam di Desa Kuncen, Kecamatan Padangan.

    read more

  • Monday, 29 May 2017 17:00

    Jejak Sang Penyebar Islam (3)

    Mbah Ahmad yang Babat Tanah Rowobayan

    Mbah Ahmad yang Babat Tanah Rowobayan Dukuh Rowobayan, merupakan bagian dari Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro. Wilayahnya, berada di bagian selatan desa. Jika dari timur, setelah melewati Langgar Menak Anggrung Pahlawan, sekitar 500 ke arah barat, kemudian masuk gang ke selatan. Sebelum sampai rel, ada jalan masuk ke timur. Di sana, ada makam dari salah satu keturunan Mbah Sabil, yakni Mbah Kiai Ahmad. Makamnya, berada di ruangan sebelah Masjid Darussalam. Semasa hidupnya, Mbah Kiai Ahmad yang membuka tanah di Rowobayan dan turut serta siar agama Islam.

    read more

  • Sunday, 28 May 2017 17:00

    Jejak Sang Penyebar Islam (2)

    Santri Kinasih dan Masjid Mbah Sabil di Klotok

    Santri Kinasih dan Masjid Mbah Sabil di Klotok Semasa hidupnya, dua tokoh penyebar agama Islam di Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, Bojonegoro, Mbah Sabil dan Mbah Hasyim, mendirikan pesantren yang menjadi satu dengan komplek masjid Mbah Sabil. Tidak ada data pasti berapa jumlah dan dari mana saja santri yang mengaji di pesantren tersebut.

    read more

  • Saturday, 27 May 2017 17:00

    Jejak Sang Penyebar Islam (1)

    Asal Mula Kuncen, dari Mbah Sabil dan Mbah Hasyim

    Asal Mula Kuncen, dari Mbah Sabil dan Mbah Hasyim Ketika melintas di Jalan Raya Bojonegoro-Cepu dari timur, tepatnya di Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, pasti akan melewati jalan bercabang. Dan di antara dua jalan itu, ada langgar atau musala yang terkenal dengan nama Langgar Menak Anggrung Pahlawan. Tepat di belakang langgar itu, ada dua pesarean atau makam dari Sang Penyebar Islam di wilayah Kecamatan Padangan, yakni Mbah Sabil dan Mbah Hasyim.

    read more

  • Friday, 26 May 2017 17:00

    Ikuti, 'Jejak Sang Penyebar Islam'

    Ikuti, 'Jejak Sang Penyebar Islam' Namun, bukan berarti di Bojonegoro tidak ada penyebar agama Islam. Sebab, di hampir semua kecamatan yang ada di Bumi Angling Dharma terdapat sang penyebar. Bahkan, terkadang antara wilayah satu dengan lainnya saling berkaitan. Sebut saja, cerita Menak Angrung yang menjadi pesarean dari Mbah Sabil dan Mbah Hasyim, dua tokoh yang masyur di sekitar Bojonegoro sebelah barat.

    read more

  • Saturday, 15 April 2017 22:00

    Pendidikan Kita (1)

    Kondisi Jalan, Tantangan Bagi Guru SDN Clebung 1 (3)

    Kondisi Jalan, Tantangan Bagi Guru SDN Clebung 1 (3) Kondisi akses jalan menuju Sekolah Dasar (SD) Negeri Clebung 1, memang sangat memperihatinkan. Kondisi jalan yang terjal dan berbatu, menjadi tantangan tersendiri bagi para guru yang akan berangkat ataupun pulang mengajar di sekolah tersebut.

    read more

blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat