Mengais Untung Lebaran Ketupat
Selasa, 06 September 2011 13:00:00 Mengais Untung Lebaran Ketupat

Reporter : Riska Irdiana

blokBojonegoro.com - Siang itu terik matahari kian menyengat kulit ari. Tampak sesosok pria setengah tua dengan pakaian taqwa berwarna biru, bermotif bordir di depannya. Pria yang diketahui bernama Sukimin (64) tersebut terlihat tengah sibuk membuat ketupat dengan daun kelapa (janur) ditangannya.

Matanya yang sayu mengisyaratkan letih yang tak tertahankan. Maklum dengan modal sepedah tua miliknya warga asal Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas ini usai keliling menjual tempat ketupat hasil kretifitas tangan keriputnya.

Diketahui, bapak tiga anak ini memanfaatkan momen lebaran ketupat saat ini untuk menjual janur dan ia rangkai sendiri menjadi sebuat anyaman ketupat. Untuk sekadar berusaha mencari tambahan penghasilan agar dapur bisa tetap mengepul.

Saat ditanya terkait hasil usahanya, dengan nada lirih ia menjawab hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian istri dan anaknya. "Nggeh lumayan nduk (ya lumayan nak)," ujarnya sambil tangannya sibuk mengayam ketupat.

Semenjak empat hari lalu, sepedah onta yang terlihat usang dan karatan menemani dirinya menjajakan anyaman janur hasil produksinya.

Sesekali ketika lelah, ia pun beristirahat mangkal di barat pasar Tanjungharjo. Harga Tempat ketupat tersebut pun relatif murah, dipatok dengan harga 2.500 satu gombyo'an yang berisi sepuluh ketupat.

Meskipun begitu, terkadang penjual pun masih ada yang menawar, mencari keringanan sedikit harga darinya. "Ga' mesti, kadang yo enek sing ngenyang (ga mesti,kadang ya ada yang nawar) Rp 2.000," katanya.

Meskipun begitu,lebaran ketupat ini sangat ia syukuri, sebab dagangannya banyak dicari orang. Laki-laki renta itu mengaku jika sejak dirinya terjatuh dari pohon setinggi 15 meter, kini tubuhnya serasa tidak sekuat dahulu. Tak kuasa lagi bekerja berat.

"Awak'e ga mampu,ga kuat perjalannane niki (tubuhnya ga mampu,ga kuat perjalannya ini)" jelasnya.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, terpaksa istrinya bekerja sebagai buruh srabutan. "Rayatan kulo nggeh buroh tandur, sak renane (istri saya ya buruh tani, seadanya pekerjaan) ," imbuhnya.

Selain itu, ia juga menggarap lahan milik orang untuk tetap bisa melangsungkan hidup. "Nggarap sawahe tiang sugih-sugih niku ( menggarap sawah orang kaya-kaya itu)," terangnya. [ana/lis]

Teks foto/Riska Irdiana : Sukimin saat mangkal di barat pasar Desa Tanjungharjo
 

Komentar Pembaca
    Nama Anda :
    Email :
    Komentar :
    Masukkan 6 kode keamanan diatas
    Video bB
    Senin, 13 Mei 2013 18:46:42 Rumah Potong Hewan Banjarsari Ludes Terbakar
    Kebakaran hebat melahap Rumah Pemotong Hewan (RPH) di Desa Banjarsari
    Redaksi
    Rabu, 15 Mei 2013 12:00:22 Belajar Jurnalistik, MTs Al-Falahiyah Kunjungi bB Belajar Jurnalistik, MTs Al-Falahiyah Kunjungi bB
    Rabu, (15/5/2013) MTs Al-falahiyah Banjarsari mengunjungi Kantor Redaksi blokBojonegoro Media yang berada di Jalan Lisman Gang baru V atau sebelah barat Taman Meliwis putih Bojonegoro.
    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
    Senin, 20 Mei 2013 13:30:55 Siswa MINU Walisongo Praktik Penjernihan Air Siswa MINU Walisongo Praktik Penjernihan Air
    Banyaknya ragam kemasan air mineral yang dijual di pasaran dengan berbagai merek dan bentuk belakangan memunculkan rasa keingintahuan anak-anak didik Madrasah Ibtidaiyah Nahdatul Ulama (MINU) unggulan Walisongo Sumberrejo. Para siswa penasaran bagaimana proses pembuatan air mineral serta penyaringan hingga layak dikonsumsi.
    Info Tabloid bB
    Minggu, 12 Mei 2013 21:46:11 Tabloid bB Edisi Mei 2013
    Menjelang ulang tahun ke dua blokBojonegoro Media (blokBojonegoro.com dan Tabloid blokBojonegoro), awak redaksi bB Media, panggilan akrab oleh Blokers, menyuguhkan sesuatu yang menarik dan unik di balik gemerlap industri minyak dan gas bumi (Migas) di Kota Ledre. Dengan tema besar Investigasi, âKampung Kreatif yang Galauâ, diketengahkan prospek ekonomi kerakyatan yang sebenarnya pa ...