Reporter: Joel Joko
blokBojonegoro.com - Berita kematian seorang perempuan yang dibakar di lapangan cross Jalan Veteran Desa Sukorejo, Bojonegoro, dengan cepat menyebar ke masyarakat. Salah satu keluarga asal Desa Wedi, Kecamatan Kapas, siang tadi mendatangi Polres Bojonegoro untuk memastikan apakah korban anggota keluarganya atau bukan.
Keluarga Ali Mahfud (44) menyatakan bahwa ia kehilangan anak kandungnya bernama Mirda Nur Azizah (14) yang sudah dua minggu tidak pulang. Ia sangat cemas saat mendengar berita telah ditemukan mayat dibakar.
Tapi ternyata setelah dikroscek, ciri-ciri anaknya tidak sesuai dengan ciri mayat yang ditemukan itu. "Setelah kita perlihatkan foto-foto dan barang bukti yang ditemukan, ternyata banyak ketidakcocokan," kata Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Suprapto.
Beberapa pertanyaaan yang dilontarkan penyidik terhadap Ali Mahmud ada banyak perbedaan. Antara lain Mirda lulusan MTs Hidayatul Mubtadiin, Desa Wedi itu diketahui mempunyai ciri memakai pakaian muslim saat pergi dengan mengendarai sepeda pancal, serta mempunyai keterbelakangan mental.
Sedangkan mayat yang ditemukan dengan kondisi terbakar itu diketahui mempunyai ciri gigi agak tonggos dengan usia sekitar 17-25 tahun menggunakan kaos dalam warna ungu dan celana coklat. Temuan yang dicocokkan dengan keterangan keluarga korban tidak mengarah, sehingga dipastikan itu bukan mayat Mirda. [oel/yud]
Teks foto/Joel Joko: Mayat terbakar diselidiki petugas






