Reporter : Joel Joko
blokBojonegoro.com - Basuki, Suami Jamilah (45) korban kecelakaan di perlintasan rel Kereta Api (KA) tanpa palang pintu Desa Kalianyar Kecamatan Kapas, sulit menerima kenyataan pahit atas kematian istrinya Senin (30/4/2012) pagi.
Berdasar pantauan blokBojonegoro.com, Basuki (40) tiba-tiba pingsan ketika datang di kamar jenazah RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo. Tubuh Basuki seketika lemas dan ambruk lantaran diduga tak kuasa menyaksikan jazad Istrinya yang tewas mengenaskan dengan kepala hancur tertabrak kereta.
Melihat Basuki ambruk, sejumlah keluarga korban langsung membawanya ke UGD. Tak berapa lama kemudian Basuki siuman dan terlihat sangat sedih dengan kejadian yang menimpa istrinya. Menurut sejumlah keluarga, biasanya ia Basuki selalu mengantar istrinya, tapi entah kenapa hari ini korban berangkat sendiri menggunakan sepeda motor.
"Biasanya korban selalu diantar oleh suaminya kalau berangkat bekerja," kata sejumlah tetangga korban diRSUD.
Seperti diberitakan sebelumnya, korban Jamilah tertabraak kereta dan menderita luka parah di bagian kepala setelah terpental sejauh dua meter dan membentur pembatas rel. Luka tersebut yang menyebabkan korban tewas seketika. Kejadian itu terjadi sekitar Pukul 06.30 WIB, di perlintasan KA Desa Kalianyar Kecamatan Kapas, Bojonegoro.
Kondisi sepeda motor Yamaha Vega warna merah nopol S 4066 CC, yang dikendarai korban rusak parah setelah terpental sejauh sekitar dua meter.
Menurut relawan petugas jaga diperlintasan kereta api, Suyono (38) warga Desa setempat, sebelumnya korban sudah diperingatkan untuk tidak langsung menyeberang, sebab dari arah barat sudah terlihat kepala kereta Argo Bromo, Jurusan Jakarta-Surabaya yang akan melintas.
Namun, korban yang sudah mengetahui laju kereta tetap memaksa melintas. Korban tidak menggunakan helm sehingga luka di kepalanya sangat parah. [oel/pen]






