Reporter: Riska Irdiana
blokBojonegoro.com - Banyaknya kasus seks bebas yang terjadi dikalangan remaja saat ini, terutama yang menyeret para kaum perempuan, dinilai oleh Lembaga swadaya Masyarakat (LSM) perempuan, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) karena pengaruh beberapa faktor.
Diantaranya adalah tingkat kelabilan anak yang masih cukup tinggi, mudah terpengaruh dengan dunia luar serta kurangnya bersosialisasi. Sebab, anak remaja saat ini lebih senang dan asyik dengan dunianya sendiri.
"Saat ini, anak-anak lebih suka dengan bermain facebook atau blackberry dibanding bermain dengan teman sebaya seperti anak-anak zaman dulu," ujar Ketua KPI, Nafidatul Himmah.
Hal ini harus segera mendapatkan perhatian dari semua pihak. Baik itu keluarga, lingkungan sekitar, pihak sekolah maupun pemerintah agar kejadian ini tidak terus terjadi dan berlarut-larut.
Terlebih bagi para orang tua yang harus memberikan perhatian lebih kepada anak-anaknya. Dari pihak sekolah diharapkan memberikan pengertian dan pengarahan agar anak didiknya tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara, pemerintah dituntut untuk lebih fokus dalam menangani kasus ini. Diharapkan ada kegiatan bagi remaja perempuan terkait pengetahuan bahaya seks bebas. Apalagi, sudah banyak lembaga di Bojonegoro yang fokus terhadap perempuan.
"Kami lembaga perempuan juga siap untuk bekerjasama dan peduli dengan situasi ini. Harus ada tindakan nyata, bukan hanya sekadar berupa imbauan," imbuhnya.
Selain itu, pemerintah juga diharapkan mau memperhatikan lokasi-lokasi rawan yang kerap dimanfaatkan oleh kaun remaja untuk berbuat yang tidak sepantasnya. [ana/lis]






