Reporter: Athok Moch Nur Rozaqy
blokBojonegoro.com - Meski sudah dilakukan sosialisasi ke sejumlah desa yang masuk wilayah kerjanya, PT. Tripatra Engineers and Constructors berharap agar masyarakat sekitar dan yang terlalui proyek engineering, procurement, and construction (EPC) 1 memaklumi adanya dampak yang akan terjadi. Khususnya, adanya mobilisasi alat berat yang dalam waktu dekat ini akan dilakukan.
Kepada blokBojonegoro.com, perusahaan yang berkonsorsium dengan perusahaan asal Korea, PT. Samsung ini menuturkan jika pihaknya berharap agar masyarakat telah benar-benar siap seiring akan dimulainya proyek yang sempat tertunda ini.
"Harapan kami masyarakat mendukung dan bekerja sama dengan telah dimulainya proyek ini. Apalagi sebelumnya kita sudah lakukan sosialisasi," kata Community Affairs PT. Tripatra, Budi Karyawan.
Dikatakan, sebagaimana yang telah dipaparkan ketika saat melakukan sosialisasi, bahwa akan ada perubahan terhadap kondisi di jalur yang dilalui proyek EPC 1 bersamaan dengan aktivitas oleh masyarakat sekitar. Terutama meningkatnya intensitas lalu lalang kendaraan proyek.
"Intinya masyarakat harus siap dengan adanya proyek ini," imbuhnya.
Oleh karena itu, pihaknya sudah berupaya mengantisipasi untuk meminimalisir segala kemungkinan yang terjadi. Salah satunya dengan melibatkan flagman dan flag lady yang sudah ditraining.
"Salah satu upayanya kita libatkan flagman dan flag lady untuk ditempatkan di titik rawan dan keramaian. Misalnya di pasar dan sekolah," jelas Budi.
Sementara dalam hal keamanan di lapangan, terutama terkait keamanan alat berat, Budi menjelaskan pihaknya menyerahkannya terhadap sekuriti yang dibantu kepolisian setempat. Sedangkan mengenai kondisi jalan yang sempit akan diatur di dalam Analisis Dampak Lalu lintas (AndaLalin) yang masih dalam proses penyelesaian. [roz/yud]






