Kades Nglampin Pasrah Jalani Proses Pemeriksaan Prona
Selasa, 28 Juni 2011 14:00:00 Kades Nglampin Pasrah Jalani Proses Pemeriksaan Prona

Reporter : Joel Joko

blokBojonegoro.com -
Ruspan, Kades Nglampin Kecamatan Ngambon Bojonegoro hanya bisa pasrah menjalani proses hukum dalam kasus dugaan pungli Prona.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro sendiri telah menetapkan Ruspan sebagai salah satu tersangka dalam dugaan korupsi tersebut. Sementara, jumlah tersangka dalam dugaan korupsi dana prona, ada lima Kades yang diduga melakukan pungli Prona di desa setempat.

Saat datang datang di kantor Kejari Bojonegoro pagi tadi(28/6/11), Ruspan datang tanpa didampingi pengacara. Karena tidak didampingi pengacara, pihak kejaksaan memintanya kembali minggu depan.

Kepada wartawan, Ruspan mengaku hanya ditanya kondisi kesehatan dan apakah sudah siap menjalani pemeriksaan. Namun karena kasusnya berkaitan dengan tipikor maka harus didampingi seorang pengacara.

"Saya belum diperiksa, katanya harus didampingi pengacara, sehingga ditunda minggu depan," terangnya. Pria berkumis tebal itu akhirnya pulang dengan mengendarai Mio soul merah Nopol S 5548 CY.

Pihak Kejari Bojonegoro juga menitipkan pemanggilan ke-6 untuk warga yang akan menjadi saksi dalam kasus ini.
Menurut Ruspan warga takut datang ke kejaksaan karena menyangkut proses hukum.

Terpisah Kasi Intel Kejari Bojonegoro Nusirwan Sahrul membenarkan pemeriksaan Ruspan. Tetapi pemeriksaan hari ini belum menyangkut pokok materi. Sebab tersangka datang tanpa mendapat pendampingan pengacara. Kejari siap membantu penunjukkan pengacara apabila yang bersangkutan tidak mampu.

"Tetapi tadi tersangka mengatakan akan menunjuk pengacara sendiri untuk mendampingi pemeriksaan berikutnya," jelas Nusirwan.

Seperti diketahui, dalam kasus dugaan korupsi prona, ada lima kades yang tersandung kasus ini. Antara lain Kades Nglampin(Kec.Ngambon), Kades Jatigede (Kec.Sumberejo), Kades Maling Mati(Kec.Tambakrejo), Kades Cendono (Kec.Padangan) dan Ngujung (Kec.Temayang).

Dalam kasus ini sidang akan dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Surabaya. Untuk itu kejaksaan juga memikirkan rencana untuk menahan para tersangka. Sebab tidak ada yang menjamin keberadaan tersangka.

Tersangka terancam dua pasal berlapis, yakni Pasal 12 dan 11 UU Korupsi No.31/1999 jo UU No.20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.[oel/pen]


Teks Foto/Joel Joko: Kades Nglampin (Ruspan), saat mendatangi Kejaksaan Negeri Bojonegoro Selasa (28/6/2011)

Komentar Pembaca
  • Minggu, 03 Juli 2011 23:14:29 kromo
  • masih banyak kasus pronah tanah dibeberapa desa, sayangnya belum ada yang berani melapor, salah satunya di desa megale, kecamatan kedungadem, sudah 2 tahun sertifikat belum jadi. meskipun masarakat sudah membayar lunas Rp. 1.800.000. setiap bidang. hayooo bagai mana ini.

Nama Anda :
Email :
Komentar :
Masukkan 6 kode keamanan diatas
Video bB
Jumat, 22 Agustus 2014 14:29:32 50 Aggota DPRD Bojonegoro Dilantik
Sebanyak 50 anggota DPRD yang terpilih dalam Pemilu Legislatif 9 April lalu akan dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Negeri Bojonegoro, Eko Supriyono di Ruang Paripurna DPRD.
Redaksi
Jumat, 07 November 2014 21:00:35 Reporter bB Juara 1 Lomba Jurnalis SKK Migas Reporter bB Juara 1 Lomba Jurnalis SKK Migas
Lomba Karya Jurnalistik SKK Migas Jabamanusasi disabet reporter blokBojonegoro.com. Muhammad A. Qohhar yang memperoleh juara 1.
Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
Sabtu, 03 Januari 2015 15:00:49 PAC IPNU/IPPNU Sumberrejo Konferancab XI PAC IPNU/IPPNU Sumberrejo Konferancab XI
Jumat (2/1/2014) Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU)/Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) Sumberrejo, Bojonegoro menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Ke XI. Bertempat di MINU Walisongo Sumuragung, Sumberrejo.
Info Tabloid bB
Minggu, 07 Desember 2014 16:11:10 Tabloid bB Edisi Desember 2014
Tepat di bulan penutup di Tahun 2014, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan rangkuman megaproyek yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Mulai dari yang baru mulai, memasuki pertengahan, hingga ada yang telah finishing. Tetapi tampak pula yang tidak jelas perkembangannya. Melalui tema âMeliuk di Senja Megaproyekâ, redaksi ingin mengetengahkan banyak hal yang membuat proyek-proy ...