Reporter : Joel Joko
blokBojonegoro.com - Hari ini, Jumat (1/7/2011), giliran calon siswa SMP Negeri mengikuti ujian skolastik. Tes tersebut sebagai salah satu syarat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Karena baru diberlakukan tahun ini, para peserta mengaku gelisah tidak bisa mengerjakan tes skolastik. Untuk itu, tidak sedikit wali murid ikut mendampingi putra-putri mereka di sekolah.
Pantauan blokBojonegoro.com di SMPN 5 Jalan Imam Bonjol, Kota Bojonegoro, menjumpai ratusan wali murid berada di halaman sekolah. Mereka meluangkan waktu menemani anak-anak mengerjakan ujian selama 90 menit yang meliputi tes bakat, psikotes dan akademik.
“Anak saya takut tidak bisa mengerjakan sehingga gagal masuk disekolah ini,” kata Siti Fatimah, salah seorang wali murid asal Desa Campurejo.
Dikatakan, meskipun Nilai Ujian Nasional (NUN) anak mereka rendah, tetapi tes skolastik ini bisa menolong mendapat kesempatan mendapat bangku sekolah.
Setidaknya 35 % nilai akhir disumbangkan dari hasil tes skolastik. Tes yang baru diberlakukan tahun ini mendapat respon para orang tua mendorong anak-anak mereka masuk di sekolah negeri.
Kalau tahun sebelumnya hanya mengandalkan nilai NUN, sekarang NUN tinggi dan rendah harus sama-sama berjuang mendapat bangku sekolah.
Terpisah Kepala Sekolah SMPN 5, Muhadi menegaskan, jika setiap anak mempunyai kesempatan mendapat sekolah terbaik. Karena, jika gagal di sekolah yang menjadi pilihan pertama, maka bisa mendaftar di sekolah sub rayon berikutnya.
"Pengumuman akan dilakukan serentak pada 7 Juli dengan mengakumulasikan prosentase NUN (55%), bakat ISO (10%) dan tes skolastik (35%)," sambungnya.
Bagi siswa yang tidak tertampung masih mendapat kesempatan mendaftar di sekolah negeri pada 8 Juli mendatang. [oel/mad]
Teks Foto/Akbar Ardiansyah : Para siswa tampak serius mengerjakan tes skolastik.






