14 LHP-BPK Mulai Dibahas Panja Dengan Eksekutif
Senin, 11 Juli 2011 15:00:59

Reporter : Muhammad A Qohhar

blokBojonegoro.com - Setelah dibentuk beberapa waktu lalu, akhirnya tim Panitia Kerja (panja) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di DPRD Bojonegoro mulai menggelar pembahasan.

Kali ini, tim panja yang beranggotakan 8 perwakilan fraksi tersebut bertemu dengan pihak eksekutif. Diantaranya yang datang dari Pemkab Bojonegoro yakni, Sekkab Bojonegoro Soehadi Moeljono, Kepala DPPKA Herry Sudjarwo, asisten sekkab, Kabag Perlengkapan, Kabag Hukum dan inspektorat.

Data yang dihimpun blokBojonegoro.com, Senin (11/7/2011) menyebutkan, jika rapat yang digelar di ruang banleg DPRD Bojonegoro tersebut sempat panas.

Sebab, banyak klarifikasi dari eksekutif yang belum tuntas, khususnya mengenai petunjuk dalam LHP-BPK. Karena, ada 14 item yang dianggap berpotensi merugikan keuangan negara.

"Memang benar, tadi sudah mulai melakukan pembahasan dengan pihak eksekutif," kata anggota panja yang juga perwakilan Fraksi Partai Golkar, Sigit Kushariyanto setelah rapat berlangsung.

Sementara itu, hasil LHP-BPK tertanggal 16 Juni 2011 dengan nomor 04.B/LHP/XVIII.JATIM/06/2011 beropini, jika ada 14 item yang ditengarai ada ketidakpatuhan pada Pemkab Bojonegoro.

Semisal pada pos pengelolaan dana APBD di RSUD dr Sosodoro Djatikoesoeomo sebesar kurang lebih Rp 15,7 miliar, realisasi enam kegiatan pengadaan paving di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan belanja operasional Griya Dharma Kusuma sekitar Rp 202 juta.

Juga ada belanja jasa servis kendaraan di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Rp 136 juta, belanja bahan bakar di 12 SKPD Rp 82 juta, belanja sewa mobilitas darat Rp 81 juta, pengelolaan pendapatan di Disbudpar Rp 19 juta, serta realisasi pendapatan bahan/material Rp 11 miliar dan nilai hutang pembelian obat sebesar Rp 415 juta di RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

Ada juga tuntutan ganti rugi atas kehilangan suku cadang alat berat excavator di Dinas Pengairan, pajak penghasilan tahun 2010 Rp 450 juta yang terlambat disetor, komponen biaya personil dan biaya langsung non personil pada pekerjaan jasa konsultasi perencanaan, dan terpenting lagi temuan hasil pemeriksaan APBD tahun anggaran 2010 yang belum ditindaklanjuti.

"Kami akan segera menindaklanjuti dengan membuat rekomendasi kepada pihak inspektorat atas temuan BPK itu," sambung Sigit. [mad]

Komentar Pembaca
    Nama Anda :
    Email :
    Komentar :
    Masukkan 6 kode keamanan diatas
    Video bB
    Senin, 13 Mei 2013 18:46:42 Rumah Potong Hewan Banjarsari Ludes Terbakar
    Kebakaran hebat melahap Rumah Pemotong Hewan (RPH) di Desa Banjarsari
    Redaksi
    Rabu, 22 Mei 2013 17:30:34 Sumbang Buku, HCB Sambang Kantor bB
    Sebagai wujud partisipasi dalam perkembangan pendidikan din minat baca di Bojonegoro, Hijabers Community Bojonegoro (HCB) tergerak untuk menyumbangkan buku dalam acara Hibah Sejuta Buku. Terbukti, Rabu (23/5/2013) hari ini, perwakilan dari HJB langsung datang ke kantor blokBojonegoro Media di Jalan Lisman, Gang Baru V Nomor satu.
    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
    Senin, 20 Mei 2013 13:30:55 Siswa MINU Walisongo Praktik Penjernihan Air Siswa MINU Walisongo Praktik Penjernihan Air
    Banyaknya ragam kemasan air mineral yang dijual di pasaran dengan berbagai merek dan bentuk belakangan memunculkan rasa keingintahuan anak-anak didik Madrasah Ibtidaiyah Nahdatul Ulama (MINU) unggulan Walisongo Sumberrejo. Para siswa penasaran bagaimana proses pembuatan air mineral serta penyaringan hingga layak dikonsumsi.
    Info Tabloid bB
    Minggu, 12 Mei 2013 21:46:11 Tabloid bB Edisi Mei 2013
    Menjelang ulang tahun ke dua blokBojonegoro Media (blokBojonegoro.com dan Tabloid blokBojonegoro), awak redaksi bB Media, panggilan akrab oleh Blokers, menyuguhkan sesuatu yang menarik dan unik di balik gemerlap industri minyak dan gas bumi (Migas) di Kota Ledre. Dengan tema besar Investigasi, âKampung Kreatif yang Galauâ, diketengahkan prospek ekonomi kerakyatan yang sebenarnya pa ...